Pengalaman Belanja Online Melalui Live Streaming Pada Media Sosial Tiktok Oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Singaperbangsa Karawang

  • Muhammad Faza Adila 081211138558
  • Yanti Tayo Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Wahyu Utamidewi Universitas Singaperbangsa Karawang
Kata Kunci: Meaning, Motive, Experience, Online Shopping, Live Streaming, Tiktok

Abstrak

Belanja online mengacu pada tindakan membeli barang atau jasa melalui internet. Ini menawarkan banyak manfaat, termasuk kemudahan, kenyamanan, kecepatan, dan berbagai macam produk untuk dipilih. Belanja online juga dapat menghemat waktu dan biaya transportasi. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki motif, makna, dan pengalaman individu, khususnya mahasiswa Program Studi Komunikasi di Universitas Singaperbangsa Karawang, yang terlibat dalam belanja online melalui live streaming di media sosial Tiktok. Studi ini berusaha memahami alasan dan motivasi di balik perilaku ini, serta pengalaman dan persepsi mereka yang berpartisipasi di dalamnya. Studi ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif. Dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz, dapat disimpulkan bahwa motif para informan untuk berbelanja online melalui live streaming di media sosial Tiktok adalah karena diskon yang ditawarkan dan rasa ingin tahu. Para informan juga memiliki pengalaman mereka sendiri, baik positif maupun negatif, yang membentuk makna bagi para informan seperti penyelamat keuangan, tempat belanja utama, dan kegiatan belanja yang menyenangkan.

Referensi

Bulele, Y. N. (2020). ANALISIS FENOMENA SOSIAL MEDIA DAN KAUM MILENIAL: STUDI KASUS TIKTOK. Conference on Business, Social Sciences and Innovation Technology, 1, 565–572.

Harita, H. T., Marpaung, N., & Siregar, O. M. (2022). Pengaruh direct marketing Dan Product Quality Terhadap Minat beli Ulang Pada live streaming marketing tiktok. JURNAL EKONOMI KREATIF DAN MANAJEMEN BISNIS DIGITAL, 1(2), 171–184. https://doi.org/10.55047/jekombital.v1i2.309

Koch, J., Frommeyer, B., & Schewe, G. (2020). Online shopping motives during the COVID-19 pandemic—lessons from the crisis. Sustainability, 12(24), 10247. https://doi.org/10.3390/su122410247

Mujiyana, M., & Elissa, I. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian via internet pada toko online. J@TI UNDIP : JURNAL TEKNIK INDUSTRI, 8(3). https://doi.org/10.12777/jati.8.3.143-152

Nasrullah, R. (2015). Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. . Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Pradiani, T. (2018). Pengaruh Sistem pemasaran Digital Marketing terhadap peningkatan volume Penjualan Hasil industri rumahan. Jurnal Ilmiah Bisnis Dan Ekonomi Asia, 11(2), 46–53. https://doi.org/10.32812/jibeka.v11i2.45

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan: (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D). Alfabeta.

Tayo, Y., Utamidewi, W., Mayasari, M., Nursanti, S., & Abidini, Z. (2022). Family communication in efforts to prevent COVID-19 transmission in Indonesia. Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal of Communications Studies), 6(1), 126–140. https://doi.org/10.25139/jsk.v6i1.3741

Utamidewi, W., Mulyana, D., & Rizal, E. (2017). Pengalaman komunikasi Keluarga Pada mantan buruh migran perempuan. Jurnal Kajian Komunikasi, 5(1), 69. https://doi.org/10.24198/jkk.v5i1.7901

Wibowo, T., & Yudi, Y. (2021). Studi Penetrasi Aplikasi Media Sosial Tik-Tok Sebagai Media Pemasaran Digital: Studi Kasus Kota Batam. Conference on Business, Social Sciences and Technology (CoNeScINTech), 1, 662–669.

Diterbitkan
2023-12-27

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

1 2 > >>