Analisis Pengukuran Kinerja Pada PT XYZ Dengan Metode Balanced Scorecard dan Analytical Hierarchy Process (AHP)
Abstrak
PT XYZ merupakan sebuah perusahaan penyedia jasa consulting, training dan certification.. Selama ini, perusahaan hanya melakukan pengukuran kinerja secara tradisional dengan hanya menilai aspek financial saja. Hal ini menyebabkan kinerja perusahaan menjadi buruk. Buruknya kinerja perusahaan ini ditandai dengan menurunnya pendapatan perusahaan yang disebabkan menurunnya tingkat retensi pelanggan dan buruknya operasional perusahaan. PT XYZ juga sering mendapatkan complain dari peserta yang mengikuti pelatihan terkait proses operasional perusahaan. Komplain yang paling sering didapatkan adalah karena sertifikat terlambat diterima oleh peserta. Selain itu, penguasaan teknologi oleh karyawan di PT XYZ sangat rendah. Hal ini dikarenakan perusahaan tidak pernah memberikan pelatihan penguasaan teknologi kepada karyawannya. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan metode yang mampu mengukur skinerja perusahaan secara komprehensif yang dapat memberikan gambaran sejauh mana buruknya kinerja perusahaan sehingga manajemen PT XYZ dapat mengambil kebijakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Berdasarkan peneletiana didapatkan bahwa total skor kinerja pada perspektif keuangan adala sebesar 15,28, pada perspektif pelanggan sebesar 23,19, pada perspektif internal bisnis proses sebesar 18,34 dan pada persektif pertumbuhan dan pembelajaran sebesar 15,15. Oleh karena itu, diketahui bahwa skor kinerja perusahaan adalah sebesar 71,10 dan masuk kriteria cukup sehat.
Kata kunci — Analytical Hierarchy Process, Balanced Scorecard, Pengukuran Kinerja
Referensi
Darmasto, B., Kamaliah, & Agusti, R. (2020). Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode Balanced scorecard. Jurnal Sorot, 8(1), 95–104.
Fitriyani, D. (2014). Balanced scorecard: Alternatif Pengukuran Kinerja Organisasi Sektor Publik. Jurnal Cakrawala Akuntansi, 6(1), 16–31. https://osf.io/preprints/j2gry/Ikatan Nasional Konsultan Indonesia. (2020). Survei INKINDO. Retrieved from https://www.inkindo.org Kristanto, T., Muliawati, E. C., Arief, R., & Hidayat, S. (2017). Strategi Peningkatan Omset UKM Percetakan dengan Pendekatan Analisis SWOT. Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, November, 258–262.
Moullin, M. (2007). Performance measurement definitions: Linking performance measurement and organisational excellence. International Journal of Health Care Quality Assurance, 20(3), 181–183. https://doi.org/10.1108/09526860710743327
Nisak, Z. (2004). Analisis Swot Untuk Menentukan Strategi Kompetitif. Jurnal Ekbis, 1–8. Rangkuti, F., (2016). SWOT Balanced scorecard. PT Gramedia Indonesia
Rimantho, D., Fathurohman, F., Cahyadi, B., & Sodikun, S. (2017). Pemilihan Supplier Rubber Parts Dengan Metode Analytical Hierarchy Process Di PTXYZ. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 6(2), 93. https://doi.org/10.26593/jrsi.v6i2.2094.93-104
Rokhim, M. (2017). Studi Kasus Tentang Performance Management di Sebuah Perusahaan Manufaktur Ban : Key Performance Indicator (KPI) untuk Industrial Engineering dengan Metode Balanced Score Card. Jurnal Teknik Industri, 18(02), 168–175.
Simbolon, F. (2015). Perbandingan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan. Binus Business Review, 6(1), 91. https://doi.org/10.21512/bbr.v6i1.991
Tjoe, T. F., & Sarjono, H. (2010). Strategi Bisnis pada PT CTL Dengan Pendekatan Metode Tows. Binus Business Review, 1(2), 434. https://doi.org/10.21512/bbr.v1i2.1092.

