https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/issue/feedJurnal Ilmiah Wahana Pendidikan2026-09-04T18:21:52+07:00JHONI LAGUN SIANGjhonilagunsiang@yahoo.co.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan</strong> (JIWP) |ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1532701790&1&&">2089-5364 (online)</a>| diterbitkan oleh PT. Ruang Riset Peneliti, dengan Nomor Sertifikat Pendirian: NOMOR AHU-0063530.AH.01.01.TAHUN 2026 yang bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Pemerhati Pendidikan Indonesia (ADPPI), yang berisi tentang artikel hasil kajian dan penelitian di bidang Pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi. Diterbitkan sebagai upaya untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan temuan di bidang Pendidikan, ilmu sosial, Ekonomi, Hukum, danTeologi. Jurnal ini terbit setiap bulan</p> <p>JIWP Memuat hasil kajian, analisis, dan penelitian tentang perancangan, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan, evaluasi, dan penelitian dalam bidang pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi yang merupakan hasil penelitian atau literaur Review di lembaga pendidikan formal, non-formal dan informal serta lembaga-lembaga pelatihan.</p> <p> Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan merupakan media komunikasi ilmiah bagi dosen, guru, widyaiswara, mentor, mahasiswa, dan praktisi pendidikan lainnya serta pemerhati kependidikan. Jurnal ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menyebarluaskan hasil kajian, pemikiran, penelitian, dan evaluasi yang relevan dengan kawasan pendidikan. Artikel yang diterima dan diproses oleh redaksi adalah artikel secara substansi berhubungan dengan pendidikan Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, dan Teologi.</p>https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14009Systematic Literature Review: Profesionalisme Guru Dalam Mengintegrasikan Keterampilan Metakognitif Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Sejarah2026-09-03T17:39:10+07:00Razin Faldamrazinhiedler@gmail.comMGS Hasrul Harismgshasrulharis022@gmail.comSuhendro Suhendrohendro120904@gmail.comSyarifuddin Syarifuddinsyarifuddin@fkip.unsri.ac.idFerralia Eka Putriferaliaekaputri@gmail.com<p>History instruction in schools still tends to<br>focus on rote memorization, and thus has not been optimal in developing students’<br>higher-order thinking skills. This situation highlights the need to integrate<br>metacognitive skills supported by teacher professionalism. This study<br>aims to analyze the role of teacher professionalism in<br>integrating metacognitive skills into history instruction. The method<br>used was a Systematic Literature Review (SLR) with<br>the PRISMA approach applied to fourteen relevant articles. The results of the review<br>indicate that teacher professionalism plays a significant role in designing<br>student-centered learning through the application of strategies such as problem<br>based learning, inquiry learning, and self-regulated learning.<br>The integration of metacognitive skills—including planning, monitoring, and<br>evaluation—has been proven to enhance student engagement, independence, and<br>critical thinking skills in understanding historical events. However, its implementation<br>still faces challenges in the form of limited teacher understanding and<br>conventional teaching practices. Therefore, continuous improvement of<br>teacher professionalism is necessary to ensure that metacognitive integration<br>can function optimally.</p>2026-09-03T17:39:10+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14036HUBUNGAN NORMA SUBJEKTIF TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU REMAJA DALAM PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI MAN 1 BANYUMAS2026-09-03T17:55:15+07:00Ratna Nur Indah Sariratnanurindah123@gmail.comSuci Khasanahsucikhasanah13977@gmail.comIta Apriliyaniitaapriliyani@uhb.ac.id<p>Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat pada kelompok remaja akibat perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan DMT2 adalah norma subjektif teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara norma subjektif teman sebaya dengan perilaku remaja dalam pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di MAN 1 Banyumas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian adalah siswa MAN 1 Banyumas yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, meliputi variabel norma subjektif teman sebaya dan perilaku pencegahan DMT2. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat norma subjektif teman sebaya dan perilaku pencegahan DMT2 dalam kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara norma subjektif teman sebaya dengan perilaku remaja dalam pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa norma subjektif teman sebaya berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan DMT2 pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan promosi kesehatan berbasis kelompok sebaya untuk meningkatkan perilaku hidup sehat pada remaja.</p>2026-09-03T17:55:15+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13985GAMBARAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 1 DAN 2 ARGASOKA2026-09-03T19:28:31+07:00Isna Navishaisnanavisha40@gmail.comIta Apriliyaniitaapriliyani@uhb.ac.idIkit Netra Wirakhmiikitwirakhmi@gmail.com<p><em>Bullying</em> merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh individu atau kelompok terhadap anak yang dianggap lebih lemah, baik secara fisik, verbal, maupun sosial, dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku <em>bullying</em> pada anak sekolah dasar di SD Negeri 1 dan 2 Argasoka. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em> pada 79 siswa kelas V dan VI dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner <em>Social Experiences Questionnaire (SEQ)</em> dan data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (53,2%) dan perilaku <em>bullying</em> secara umum berada pada kategori sedang (75,9%), dengan <em>bullying</em> fisik, verbal, dan sosial sebagian besar juga berada pada kategori sedang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku <em>bullying </em>masih ditemukan pada siswa sekolah dasar di SD Negeri 1 dan 2 Argasoka, sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan siswa dan pihak sekolah serta penguatan peran sekolah dalam pencegahan <em>bullying</em>.</p>2026-09-03T19:28:31+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13983Feasibility Study of Five Star Crops Business Reviewed from Macroeconomic, SWOT, and Marketing Aspects2026-09-03T19:38:17+07:00Apriani Hutabarataprianihutabarat6@gmail.comRejosu Vanhot Sianturirejosusianturi@gmail.comPutri Kemala Dewi Lubisputrikemala@unimed.ac.idIrma Siagianirmasiagian@unimed.ac.idEmia Perangin anginemiamei29@gmail.com<p>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the service sector, particularly barbershops, play a strategic role in the local economy. This study aims to analyze the feasibility of the Pangkas Bintang Lima barbershop business from the perspectives of macroeconomics, SWOT analysis, and marketing strategies. The method used is a descriptive qualitative approach through observation, in-depth interviews, and documentation study. The results show that this business has a strategic location, low operational costs, and high customer loyalty. However, weaknesses are found in the aspect of legality (lack of official business permit) and the suboptimal use of digital technology. Development opportunities are wide open due to routine demand and the potential for service diversification, while the main threat comes from competition with modern barbershops. Overall, this business is considered feasible to operate, provided that legal strengthening and the adoption of digital marketing technologies are prioritized.</p>2026-09-03T19:38:17+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14039HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA2026-09-03T19:54:19+07:00Shinta Novia Rahmadanvishintanovia14@gmail.comTri Sumarnitrisumarni@uhb.ac.idIndri Heri Susantiindriherisusanti@uhb.ac.id<p>Kepuasan kerja perawat merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya gaya kepemimpinan kepala ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional </em>dan melibatkan 168 perawat sebagai sampel melalui teknik total <em>sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner gaya kepemimpinan dan <em>job satisfaction survey</em> (JSS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi <em>Spearman’s</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori usia dewasa awal (78,6%), berjenis kelamin perempuan (72,6%), dengan pendidikan terbanyak D3 (61,9%), dan masa kerja >6 tahun (78,0%). Gaya kepemimpinan yang dominan adalah demokratis (44,0%), diikuti partisipatif (37,0%), dan otoriter (19,0%). Tingkat kepuasan kerja perawat berada pada kategori cukup puas dan puas, masing-masing sebesar (50,0%). Uji <em>Spearman’s </em>menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat (<em>p-value</em> = 0,019 (p<0,05); r = 0,180). Kesimpulannya, semakin baik gaya kepemimpinan kepala ruang, maka kepuasan kerja perawat cenderung meningkat.</p>2026-09-03T19:54:19+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14035IMPLEMENTASI KERANKA OPERASIONAL PLURALIS MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN: KAJIAN KONSEPTUAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN2026-09-03T20:04:49+07:00Anisa Nur Arifahanisaaarifah14@gmail.comPutri Nur Isnainiputrinur090106@mail.comAmelia Masrurrotun Nadhirohmasrurotunamelia@gmail.comAhmad Manshurmanshur@unugiri.ac.id<p>Pendidikan di Indonesia berada dalam konteks sosial yang sangat plural, ditandai oleh keberagaman suku, agama, ras, bahasa, dan budaya yang tersebar luas di seluruh wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kerangka operasional pluralis multikultural dalam pendidikan di Indonesia yang memiliki tingkat keberagaman tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berbasis pluralisme berperan penting dalam membangun sikap toleransi, inklusivitas, serta penghargaan terhadap perbedaan. Implementasinya dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui integrasi nilai dalam kurikulum, strategi pembelajaran kolaboratif, serta keteladanan guru dan budaya sekolah yang inklusif. Dampak yang dihasilkan antara lain meningkatnya interaksi sosial, empati, serta berkurangnya konflik antar peserta didik. Namun, terdapat kesenjangan antara konsep dan praktik yang disebabkan oleh keterbatasan kompetensi guru, kurangnya dukungan sarana, serta belum optimalnya integrasi dalam sistem pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pada aspek implementasi agar pendidikan multikultural dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.</p>2026-09-03T20:04:49+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13942EDUKASI HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA LEDUG, KECAMATAN KEMBARAN, KABUPATEN BANYUMAS2026-09-03T20:27:20+07:00Fahri Mufti Azizfahrimuftia@gmail.comTophan Heri Wibowobowo_4@yahoo.comIta Apriliyaniitaapriliyani@uhb.ac.id<p>Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran lansia menjadi salah satu faktor tingginya kejadian hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi melalui edukasi di Posyandu Lansia Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, skrining peserta, serta pelaksanaan edukasi dengan pre-test dan post-test menggunakan kuesioner sebanyak 25 soal. Kegiatan diikuti oleh 30 lansia dengan karakteristik mayoritas berusia 50–60 tahun dan berpendidikan SMP. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dimana sebelum edukasi kategori pengetahuan baik sebesar 20,0% meningkat menjadi 76,7% setelah edukasi, sedangkan kategori kurang menurun. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman lansia mengenai hipertensi. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta mendorong penerapan pola hidup sehat pada lansia guna mencegah komplikasi hipertensi.</p>2026-09-03T20:27:20+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14006KETAHANAN NASIONAL DALAM BINGKAI SMART POWER MELALUI INTEGRASI DIPLOMASI BUDAYA DAN GEOSTRATEGI DI ERA GLOBALISASI2026-09-04T17:41:42+07:00Lukluk Zakiyaluluzakiyah998@gmail.comFitriyah Fitriyahfitriyahf427@gmail.comZaenul Slamzaenul_slam@uinjkt.ac.id<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini menganalisis implementasi kekuatan cerdas melalui diplomasi budaya sebagai elemen strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia. Di tengah dinamika globalisasi, penggunaan kekuatan fisik saja dianggap tidak lagi efektif untuk melindungi kepentingan nasional secara komprehensif. Dengan menggunakan metode kualitatif, studi ini mengeksplorasi integrasi kekuatan lunak seperti keunggulan kuliner dan kreativitas digital dengan kekuatan militer yang ada. Temuan penelitian menegaskan bahwa diplomasi budaya yang direncanakan dengan baik dapat memperkuat identitas nasional sekaligus membangun citra positif sebagai perisai terhadap pengaruh asing. Mengorientasikan kembali strategi ini sangat penting bagi Indonesia untuk beradaptasi dengan pergeseran geopolitik dunia sambil mempertahankan kedaulatan nasional secara berkelanjutan. Lebih lanjut, sinergi antara nilai-nilai tradisional dan platform komunikasi modern sangat penting untuk menjaga stabilitas regional. Indonesia harus memanfaatkan warisan budayanya yang beragam untuk membangun kepercayaan internasional dan membina kemitraan global. Dengan mengoptimalkan aset-aset ini, bangsa dapat memengaruhi persepsi global dan mengamankan posisi strategisnya di antara negara-negara lain. Integrasi teknologi dalam mempromosikan kearifan lokal semakin meningkatkan efektivitas pendekatan ini. Pada akhirnya, strategi kekuatan cerdas yang komprehensif akan memberdayakan bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan di abad ke-21 sambil memastikan bahwa nilai-nilai nasional tetap dihormati di panggung internasional.</span></span></em></p>2026-09-04T17:41:42+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14827The Influence of Geogebra Media on the Ability to Understand Class XI Concepts in Three-Dimensional Materials2026-09-01T06:11:42+07:00Adi Sinagaadisinaga@gmail.comEblita Rosa Br Deparieblita@gmail.comFaradhiya Khairanifaradhyiha@gmail.comGita Novela Hutapeagita@gmail.comMaryana Marpaungmaryanamarpaung@gmail.comNidia Lestarinidia@gmail.comPera Manurungperamanurung@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p>This study examines the effect of GeoGebra learning media on 11th-grade students' understanding of three-dimensional mathematical concepts, specifically cubes. A Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest design was conducted at SMA Negeri 2 Medan. Data collected through pretest and posttest were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant improvement in students' average scores (from 44.38 to 84.10, p < 0.001). Therefore, it can be concluded that GeoGebra's visual and interactive features significantly enhance students' understanding of abstract geometric concepts.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-08-31T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14545Rekonstruksi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi di Era Digital2026-09-01T20:16:49+07:00Adika Putri Maneinadikamanein86@gmail.comAgnes Tirsha Tulongtulong.agnes@gmail.comYuriske Fillia Salindehosalindehoyuriske@gmail.com<p>The rapid development of digital technology has significantly transformed the ways students access, process, and utilize information in the learning process. These changes require Christian Religious Education (CRE) to adapt its instructional practices in order to remain relevant to the characteristics and learning needs of students in the digital era. However, existing studies indicate that Christian Religious Education is still predominantly characterized by teacher-centered instruction, lecture-based methods, and limited integration of technology into pedagogically meaningful learning experiences. Consequently, Christian Religious Education is often perceived as monotonous, less engaging, and insufficiently responsive to the learning preferences of today's digital generation. This article aims to reconstruct Christian Religious Education learning to become more adaptive to technological developments in the digital era while preserving its fundamental mission of fostering faith, Christian character, and holistic student development. This study employs a qualitative method using a literature review approach by critically analyzing books, scholarly articles, and other relevant academic sources on Christian Religious Education, digital learning, and educational technology. The findings suggest that the reconstruction of Christian Religious Education learning should emphasize student-centered, participatory, contextual, collaborative, and reflective learning experiences supported by the appropriate integration of digital technologies. In this context, digital technologies, including artificial intelligence, should function as instructional support tools that enrich learning experiences rather than replace the role of teachers. Therefore, Christian Religious Education needs to continuously adapt its learning practices to technological advancements in order to remain relevant, meaningful, and effective in achieving its educational goals in the digital era.</p>2026-09-01T20:16:49+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14547Ekologi Kehidupan Dalam Pendidikan Agama Kristen Melalui Rekonstruksi Nilai Budaya Fosso Kehamilan Sebagai Spiritualitas Merawat Kehidupan2026-09-02T09:52:17+07:00Rinaldi Kefin Ogelangrinaldiogelang2@gmail.comMeylisa Arneta Pantowmeylisapantow@gmail.comRani Tresya Mamagheranitresyamamaghe@gmail.com<p><em>This article re-examines the theological and educational values inherent in the Fosso-Kehamilan tradition a custom centered on pregnancy with the aim of enriching the "ecology of life" paradigm within Christian religious education. By highlighting contemporary issues such as child abuse, abortion, prenatal neglect, and the erosion of the protective spirit within families, the study emphasizes the need to adjust Christian religious education curricula. It proposes shifting the educational orientation from a model focused on cognitive aspects and doctrine toward one that places existential concern for life beginning in the womb at the core of education. Employing a qualitative approach that combines literature analysis with a critical examination of local customary values, the study reconstructs the Fosso-Kehamilan ritual from a critical biblical perspective, there by avoiding the error of viewing it merely as syncretism or a magical practice. The findings indicate that internalizing the values of this tradition such as self-control, the imparting of blessings, and the sharing of responsibilities during pregnancy can serve as a foundation for contemporary Christian family education and foster a faith-based attitude from an early age. The article proposes reconstructing local culture based on theological and educational principles as a strategy for developing a relevant model of Christian religious education; such a model must be context-sensitive and capable of addressing the phenomenon of increasing disregard for the dignity of life, particularly during its earliest stages.</em></p>2026-09-02T08:57:01+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14721Mengajarkan Iman Melalui Budaya: Strategi PAK Kontekstual Berbasis Tradisi Yaki-Yaki Dan Wolay2026-09-02T13:52:18+07:00Fanrisa Sumangkutfanrisashella03@gmail.comRiane Vina Sangkoyrianevinaa@gmail.comRiane Vina Sangkoyrianevinaa@gmail.comKevin Seroankevinseroan43@gmail.com<p>Contemporary Christian Religious Education (CRE) in Minahasa is confronted with cultural alienation, where faith dogmas are often taught in an isolated-ascetic manner, detached from local cultural realities. The current of globalization worsens this identity crisis among the youth. This study aims to formulate a transformative and integrative Contextual CRE strategy by exploring two Minahasa cultural traditions within the Kuncikan Festival: the Yaki-yaki tradition in Ranomea and the Wolay tradition in Poopo Village. This study employs a descriptive qualitative method utilizing a literature review and a reflective-theological-pedagogical analysis of cultural texts. The analysis demonstrates that the Yaki-yaki tradition embodies pedagogical values of simplicity, social equality, solidarity, and hospitality. Meanwhile, the Wolay tradition transmits values of historical struggle, ecological theology awareness, ethical discipline, and communal thanksgiving. Integrating both traditions through a three-dimensional time praxis model (past, present, future) deconstructs church biases against local culture while reconstructing CRE learning into an aesthetic, communal, and contextual staging of Kingdom of God values.</p>2026-09-02T12:52:09+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14054TRANSFORMASI TROTOAR SEBAGAI ARENA SOSIAL: PEMANFAATAN RUANG PUBLIK UNTUK AKTIVITAS JOGGING DI JALAN DIPONEGORO PEKANBARU2026-09-03T07:25:33+07:00Safira Tomoko Indah Cahyanisafira.tomoko2123@student.unri.ac.idMita Rosalizamitarosaliza@lecturer.unri.ac.id<p>Penelitian ini membahas transformasi trotoar Jalan Diponegoro, Pekanbaru, dari ruang transit pejalan kaki menjadi arena sosial yang dimanfaatkan masyarakat untuk jogging. Fenomena ini menunjukkan bahwa ruang publik tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga diproduksi melalui praktik sosial yang berulang, interaksi sehari-hari, serta kebutuhan warga kota akan ruang yang mudah diakses dan fleksibel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap jogger, pengguna ruang sekitar, serta informan kunci yang memahami pengelolaan trotoar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trotoar Diponegoro dipilih karena aksesnya mudah, lokasinya strategis, biaya penggunaannya rendah, dan suasana sosialnya mendukung aktivitas fisik. Di sisi lain, aktivitas jogging juga dipengaruhi motivasi intrinsik seperti keinginan menjaga kesehatan, mengurangi stres, dan memperoleh kenyamanan, serta motivasi ekstrinsik seperti tren gaya hidup sehat, pengaruh teman, dan media sosial. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi trotoar terjadi melalui pertemuan antara pilihan rasional individu dan produksi ruang sosial dalam kehidupan kota.</p>2026-09-03T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13977NILAI ANAK, GENDER, DAN INDIVIDUALISME: STUDI KUALITATIF SIKAP PRO DAN KONTRA CHILDFREE PADA PASANGAN MENIKAH DI PEKANBARU2026-09-03T07:37:16+07:00Ajeng Sri Rahayuajengsri.1346@student.unri.ac.idMita Rosalizamita@gmail.com<p>Fenomena <em>childfree</em> (keputusan untuk tidak memiliki anak) telah bergeser dari sekadar wacana global menjadi realitas sosial yang kontroversial di Indonesia, termasuk di kota-kota menengah seperti Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana pasangan menikah di Pekanbaru memaknai nilai anak, mengonstruksi peran gender, dan menegosiasikan individualisme dalam menentukan sikap pro maupun kontra terhadap <em>childfree</em>. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pasangan menikah yang mewakili spektrum pro dan kontra. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbenturan antara nilai kolektif Melayu-Islam yang memandang anak sebagai kewajiban sosial, emosional, dan religius (penerus keturunan dan investasi akhirat), dengan arus modernitas yang mengedepankan pilihan rasional. Kelompok kontra-<em>childfree</em> tetap mempertahankan hegemoni nilai anak sebagai simbol kesempurnaan keluarga, meskipun mulai bergeser dengan meninggalkan pandangan anak sebagai investasi ekonomi. Sebaliknya, kelompok pro-<em>childfree</em> melakukan dekonstruksi terhadap nilai tradisional, memandang keputusan tanpa anak sebagai bentuk otonomi tubuh, tanggung jawab emosional-psikologis untuk memutus trauma masa lalu, serta strategi adaptasi ekonomi yang realistis di wilayah urban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap terhadap <em>childfree</em> di Pekanbaru bukan sekadar pilihan privat, melainkan hasil negosiasi kompleks antara identitas kultural dan kesadaran individualistik.</p>2026-09-03T07:37:16+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14033PENERAPAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENGATASI MINIMNYA PENGGUNAAN ICT PADA SISWA KELAS XI DI SMAS ERIA MEDAN2026-09-03T17:32:16+07:00Mela Yanna Silitongamelasilitonga25@gmail.comAgtrimas Situmorangagtrisitumorang37@gmail.comAulia Salsabillah Putrisalsabillahputriaulia34@gmail.comMariati Purnama Simanjuntakmariatipurnama@unimed.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pembelajaran fisika di kelas XI, menganalisis penerapan model Discovery Learning, mengkaji penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (ICT), serta mengevaluasi aktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pembelajaran yang masih berpusat pada guru, rendahnya keaktifan siswa, serta terbatasnya penggunaan media berbasis teknologi yang menyebabkan kesulitan dalam memahami konsep fisika yang bersifat abstrak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi yang melibatkan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika masih didominasi metode ceramah sehingga partisipasi siswa cenderung rendah dan penggunaan media berbasis ICT belum optimal. Selain itu, siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak karena kurangnya visualisasi dalam pembelajaran. Penerapan model Discovery Learning yang dipadukan dengan media interaktif seperti simulasi virtual dapat meningkatkan keaktifan siswa, membantu visualisasi konsep, serta mempermudah pemahaman konsep fisika. Dengan demikian, integrasi model Discovery Learning dan media interaktif berbasis ICT berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran fisika secara lebih efektif dan bermakna.</p>2026-09-03T17:32:16+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14015PERBEDAAN PERLAKUAN HUKUM PMA DAN PMDN DALAM SEKTOR KELAPA SAWIT SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN EKONOMI INDONESIA DI TENGAH DINAMIKA KONFLIK GLOBAL2026-09-03T17:48:01+07:00Lorensia Ayu Kusuma Dewilorensiaayukd09@students.unnes.ac.idJonathan Austin Dumoras Tampubolondumorass@students.unnes.ac.id<p>Penelitian ini menganalisis perbedaan perlakuan hukum antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dalam sektor kelapa sawit di Indonesia serta implikasinya terhadap ketahanan ekonomi nasional. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan PMA diatur lebih ketat pada aspek kepemilikan, perizinan, dan pengawasan, sedangkan PMDN lebih fleksibel. Perbedaan ini bersifat komplementer dalam mendukung stabilitas ekonomi dan menghadapi dinamika global.</p>2026-09-03T17:48:01+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14832Analisis Konsep Probabilitas Dalam Matematika: Studi Literatur2026-09-03T19:12:37+07:00Maryana Marpaungmaryanamarpaung@gmail.comPera Novia Manurungperamanurung@gmail.comJuanda Rifki Simajuntakjuanda@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p>Probability is an important concept in mathematics that is closely related to various events involving uncertainty in everyday life. However, in the learning process of mathematics, students still experience several difficulties in understanding probability concepts comprehensively. Therefore, this study aims to analyze the concept of probability in mathematics and to examine students’ understanding, the difficulties they encounter, and learning strategies that can improve their comprehension of the concept. This study employed a literature review method by examining various scholarly articles related to probability in mathematics education. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis through identification, review, and interpretation of theoretical concepts and findings from previous studies. The results of the review indicate that students’ understanding of probability concepts varies and is influenced by several factors, such as mathematical ability, learning experience, and students’ mathematical disposition. In addition, students often face difficulties in solving probability problems, including misunderstanding problem statements, translating problems into mathematical models, and interpreting the results obtained. Several learning strategies, such as the use of teaching aids, game-based learning, contextual approaches, and interactive learning media, have been shown to help improve students’ understanding of probability concepts. Therefore, probability learning needs to be designed in a more innovative and contextual manner in order to enhance students’ conceptual understanding and mathematical thinking skills.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-03T19:12:37+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13984PENGARUH TEKNOLOGI PEMBELAJARAN TERHADAP AKSES PENDIDIKAN DI WILAYAH TERTINGGAL DARI PERSPEKTIF GLOBAL2026-09-03T19:20:05+07:00Khairunnisa Khairunnisakhairunnisa@gmail.comChristine Nathalia SimatupangSimatupang@gmail.comJohana SitorusSitorus@gmail.comImelia Sapitri Purbapurba@gmail.comClara Sati AmeliaClarabrginting123@gmail.com<p>Penelitian ini berfokus pada pengaruh teknologi pembelajaran terhadap akses pendidikan di wilayah tertinggal dari perspektif global, dengan menyoroti bagaimana pemanfaatan teknologi seperti internet, platform e-learning, dan perangkat digital mampu mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana teknologi pembelajaran berkontribusi dalam meningkatkan akses pendidikan, termasuk partisipasi belajar, ketersediaan sumber belajar, serta kemudahan memperoleh layanan pendidikan di daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terdiri dari siswa dan guru di wilayah tertinggal. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria tertentu, seperti keterbatasan akses pendidikan dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial, seperti uji regresi untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai hubungan antara teknologi pembelajaran dan akses pendidikan, serta menjadi dasar bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi pemerataan pendidikan berbasis teknologi di tingkat global. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal yang masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam akses pendidikan</p>2026-09-03T19:18:55+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13963KONFLIK BURUH BONGKAR MUAT BARANG (Studi Kasus Buruh Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak)2026-09-03T19:46:18+07:00Egi Feriansyahegi.feriansyah5395@student.unri.ac.idResdati .resdati@lecturer.unri.ac.id<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya konflik internal organisasi buruh bongkar muat barang FSPTI di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, yang dipicu oleh dualisme kepemimpinan dan perebutan kewenangan dalam struktur organisasi sehingga berdampak pada terganggunya stabilitas kerja dan hubungan antaranggota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab konflik, dampak yang ditimbulkan, serta strategi penyelesaian yang dilakukan dalam organisasi tersebut. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan ditentukan secara purposive sampling sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dipengaruhi oleh distribusi otoritas yang tidak merata, kepentingan yang berlawanan antar elite organisasi, serta lemahnya mekanisme komunikasi internal. Konflik berdampak pada menurunnya solidaritas anggota dan terganggunya aktivitas kerja buruh. Penyelesaian konflik ditempuh melalui mediasi internal, musyawarah, dan intervensi struktural organisasi.</em></p>2026-09-03T19:46:17+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13973PENGARUH TURUNNYA KURS RUPIAH HARGA EMAS DUNIA, HARGA MINYAK DUNIA, DAN INDEKS DOW JONES (DJIA) TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI INDONESIA PADA PERIODE PERANG IRAN -ISRAEL2026-09-03T20:10:08+07:00Farrel Arya Ramadhanfarrelaryaramadhannn@students.unnes.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketegangan bersenjata antara Iran dan Israel ternyata bukan sekadar urusan politik luar negeri, melainkan menjadi pemicu guncangan pada pasar keuangan dunia, termasuk di Indonesia. Studi ini bertujuan mengulas bagaimana fluktuasi kurs rupiah, harga emas, minyak mentah, serta indeks Dow Jones (DJIA) memengaruhi pergerakan IHSG saat konflik tersebut memanas. Lewat metode tinjauan pustaka, ditemukan bahwa ketidakpastian di Timur Tengah membuat investor panik dan lebih memilih untuk main aman dengan mengalihkan modal mereka ke instrumen yang lebih stabil seperti dolar AS atau emas. Akibatnya, nilai tukar rupiah melemah dan IHSG harus menerima kenyataan pahit dengan mengalami penurunan yang cukup dalam.</p>2026-09-03T20:10:08+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13939Perancangan Buku Cerita Bergambar Mengenai Edukasi Adab Di Kamar Mandi Pada Anak Usia 4-6 Tahun2026-09-03T20:20:05+07:00Bulan Meiviannabmeivianna@gmail.comDesiana Nur Indra Kusumawatidesianaririsro@gmail.comAbidin M. Noorabidindkv87@gmail.com<p>Kamar mandi merupakan salah satu ruang yang penting di rumah yang memiliki tingkat privasi tinggi. Biasanya terletak di bagian belakang dan sering disebut kamar kecil, kamar belakang, atau toilet. Hampir setiap jenis bangunan memiliki kamar mandi, misalnya sekolah, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, kantor, dan masih banyak lagi. Hal ini membuktikan pentingnya keberadaan kamar mandi. Berbagai aktivitas yang tidak terkontrol sering dilakukan oleh anak-anak di kamar mandi, khususnya anak usia 4-6 tahun yang berada pada tahap awal perkembangan kemampuan melalui bahasa, bermain, dan menggambar meskipun kadang-kadang hanya berupa coret-coretan. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan perancangan media edukasi adab di kamar mandi pada anak usia 4-6 tahun. Perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah buku cerita bergambar mengenai edukasi adab di kamar mandi pada anak usia 4-6 tahun yang berudul “Adab Islami di Kamar Mandi”. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi solusi kreatif yang membantu para orang tua dalam mengajarkan adab di kamar mandi kepada anak-anak mereka.</p>2026-09-03T20:20:05+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14834Perbedaan Persepsi Guru Dan Siswa Terhadap Kompetensi 6C Dalam Pembelajaran Abad Ke-21 Di SMA Kristen 2 Binsus Tomohon2026-09-04T10:44:47+07:00Nia Kartika Vanesa Robotniakartika@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan persepsi antara guru dan siswa terhadap tingkat kepentingan dan tingkat pencapaian aktual kompetensi abad ke-21 yang mencakup enam dimensi utama (6C), yaitu critical thinking, creativity, communication, collaboration, character, dan citizenship di SMA Kristen 2 BINSUS Tomohon. Penelitian dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan pengembangan kompetensi holistik peserta didik, sementara hasil berbagai evaluasi internasional menunjukkan bahwa capaian kompetensi siswa Indonesia masih relatif rendah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada guru dan siswa sebagai responden penelitian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji beda Mann–Whitney U untuk mengidentifikasi perbedaan persepsi antara kedua kelompok responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru dan siswa sama-sama memandang kompetensi 6C sebagai kompetensi yang sangat penting dalam pembelajaran abad ke-21. Namun demikian, terdapat perbedaan persepsi yang signifikan pada beberapa dimensi kompetensi, baik dalam aspek tingkat kepentingan maupun tingkat pencapaian aktual. Guru cenderung memberikan penilaian lebih tinggi terhadap pentingnya penguatan karakter, komunikasi, dan berpikir kritis dibandingkan siswa. Sebaliknya, siswa memandang beberapa kompetensi tertentu telah berkembang lebih baik dibandingkan persepsi guru. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan persepsi yang dapat memengaruhi efektivitas implementasi pembelajaran abad ke-21 di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan strategi evaluasi dan pengembangan pembelajaran berbasis data yang mampu menjembatani persepsi guru dan siswa agar penguatan kompetensi abad ke-21 dapat dilakukan secara lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-04T10:44:47+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14835Manajemen Character Building Kristiani Murid Berbasis Pembiasaan Relgius di SMP Nurul Hasan Tawa Kabupaten Halmahera Selatan2026-09-04T17:35:04+07:00Kristimaya Helmi DirkKristidirk23@gmail.com<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p>Isu kenakalan remaja dalam dunia pendidikan menjadi realita hingga saat ini. Hal tersebut memperlihatkan secara jelas bahwa <em>character building</em> (pembentukan karakter) menjadi hal yang krusial sebagai proses pengembangan karakter dengan melibatkan nilai-nilai, sikap, dan kepribadian seseorang. Maka dari itu, dunia pendidikan saat ini perlu memperhatikan manajemen <em>character building</em> Kristiani secara baik, karena sebagus apapun konsepnya, tidak akan efektif tanpa proses manajemen yang terencana, terorganisir, terarah, dan terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana manajemen <em>character building</em> Kristiani berbasis pembiasaan religius di SMP Nurul Hasan Tawa Kabupaten Halmahera Selatan, yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan/evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Perencanaan dilakukan dengan berdiskusi bersama, kemudian ditentukan tujuan adanya pembiasaan religius dalam <em>character building</em> Kristiani yang dimuat dalam visi dan misi serta dokumen tertulis sekolah; 2) Pengorganisasain tetap dilaksanakan dengan menentukan tugas dan tanggung jawab tanpa adanya struktur organisasi khusus yang mengatur tentang <em>character building</em> Kristiani berbasis pembiasaan religius; 3) Pelaksanaan dilakukan dengan menanamkan nilai Kekristenan yaitu, kasih, saling menghormati, disiplin, rajin, bermoral, dan beryukur melalui beberapa pembiasaan religius (berdoa sebelum masuk ke kelas, berdoa sebelum pulang, ibadah buka usbuh, ibadah Osis, ibadah pelajar, doa pergumulan, ibadah tutup usbuh, membaca Alkitab, hafalan hal dasar Alkitab); 4) Pengawasan dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, dan pengawasan tidak langsung lebih mendominasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-04T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14836Pola Asuh Anak Remaja Pada Keluarga Bercerai (Family Disorganization) di Kelurahan Binawidya Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru2026-09-04T18:15:24+07:00Yoskar Kadarismanyoskar.kadarisma@unri.ac.idRisna Dwi Anggrainirisna.dwi1420@student.unri.ac.id<table width="522"> <tbody> <tr> <td width="363"> <p>Keluarga merupakan unit sosial utama yang memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan perkembangan anak melalui pelaksanaan fungsi keluarga seperti kasih sayang, pendidikan, dan perlindungan. Namun, perceraian sebagai bentuk disorganisasi keluarga menyebabkan perubahan struktur dan peran dalam keluarga yang berpotensi mempengaruhi pola asuh terhadap anak, khususnya pada usia remaja yang berada dalam fase perkembangan yang rentan. Fenomena meningkatnya kasus perceraian di Kota Pekanbaru menjadikan pengasuhan anak dalam keluarga bercerai sebagai isu yang penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pola asuh anak remaja pada keluarga bercerai serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pengasuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap lima orang informan yang merupakan orang tua dalam keluarga bercerai di Kelurahan Binawidya, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan cenderung beragam, namun didominasi oleh pola asuh otoriter yang ditandai dengan kontrol yang tinggi, aturan yang ketat, serta komunikasi satu arah. Selain itu, terdapat pula pola asuh yang mulai mengarah pada pola demokratis (otoritatif) yang lebih komunikatif dan memberikan ruang bagi anak, serta pola asuh yang bersifat adaptif sesuai dengan kondisi dan situasi orang tua. Adapun kendala utama dalam pengasuhan meliputi faktor ekonomi, kondisi emosional orang tua, kurangnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, keterbatasan waktu dalam mendampingi anak, serta kesulitan dalam mengontrol perilaku anak remaja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengasuhan anak remaja dalam keluarga bercerai tetap berjalan, namun belum sepenuhnya optimal.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-04T18:15:24+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13917EVALUATION OF ANTIBIOTIC USE IN PEDIATRIC TYPHOID FEVER PATIENTS AT BHAYANGKARA HOSPITAL BANDAR LAMPUNG2026-09-04T18:21:52+07:00Nabila Amanda Putri Rusmiyantoamandanabila286@gmail.comGusti Ayu Rai Saputrigusti@gmail.comNofita NofitaNofita@gmail.com<p><em>Typhoid fever is an acute systematic infectious disease affecting the reticuloedothelial system, gastrointestinal lymph nodes, and gall bladder caused by Salmonella typhi bacteria. Typhoid fever is the number one most common disease in Bhayangkara Hospital. Treatment of typhoid fever using antibiotics. The antibiotics used are very important to pay attention to their use. The purpose of this study was to determine the evaluation of antibiotic use in children with typhoid fever at Bhayangkara Bandar Lampung Hospital based on the 2011 Permenkes, namely the right indication, the right diagnosis, the right drug, the right patient, the right dose, the right way of administration, the right time interval for administration, the right duration of administration, alert side effects. The method used in this study is retrospective which is non-experimental (observational). Data were taken from patient medical records in March 2024 and samples obtained were 52 pediatric typhoid fever patients, with the use of Cefalosporin generation III antibiotics, namely Ceftriaxone as many as 42 patients (80.8%), Cefotaxime as many as 6 patients (11.5%), Thiamfenikol as many as 3 patients (5.8%). Evaluation of the use of typhoid fever drugs that meet the right indication category, the right diagnosis, the right drug, the right length of hospitalization and side effects alert has 100% accuracy, while in the right patient it is 98.08%, the right dose is 94.24% and the right method of administration is 98.08%.</em></p>2026-09-04T18:19:53+07:00##submission.copyrightStatement##