https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/issue/feed Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 2026-11-02T08:09:10+07:00 JHONI LAGUN SIANG jhonilagunsiang@yahoo.co.id Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan</strong>&nbsp;(JIWP)&nbsp; |ISSN:&nbsp;&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1532701790&amp;1&amp;&amp;">2089-5364 (online)</a>| diterbitkan oleh PT. Ruang Riset Peneliti,&nbsp; dengan&nbsp;Nomor Sertifikat Pendirian: NOMOR AHU-0063530.AH.01.01.TAHUN 2026&nbsp; yang bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Pemerhati Pendidikan Indonesia (ADPPI), yang berisi tentang artikel hasil kajian dan penelitian di bidang Pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi.&nbsp; &nbsp;Diterbitkan sebagai upaya untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan temuan di bidang&nbsp; Pendidikan, ilmu sosial, Ekonomi, Hukum,&nbsp; danTeologi.&nbsp; Jurnal ini terbit setiap bulan</p> <p>JIWP Memuat hasil kajian, analisis, dan penelitian tentang perancangan, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan, evaluasi, dan penelitian dalam bidang pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi yang merupakan hasil penelitian atau literaur Review di lembaga pendidikan formal, non-formal dan informal serta lembaga-lembaga pelatihan.</p> <p>&nbsp;Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan&nbsp; &nbsp;merupakan media komunikasi ilmiah bagi dosen, guru, widyaiswara, mentor, mahasiswa, dan praktisi pendidikan lainnya serta pemerhati kependidikan. Jurnal ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menyebarluaskan hasil kajian, pemikiran, penelitian, dan evaluasi yang relevan dengan kawasan&nbsp; pendidikan. Artikel yang diterima dan diproses oleh redaksi adalah artikel secara substansi berhubungan dengan&nbsp; pendidikan Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, dan Teologi.</p> https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14483 Pengaruh Kredibilitas Eco-Label dan Kepercayaan Merek Ramah Lingkungan terhadap Loyalitas Konsumen 2026-11-01T12:24:39+07:00 Afifah Eka Eka Alamsyah afifahekaalamsyah@gmail.com Rohani Lestari Napitupulu rohani.Iti@bsi.ac.id Nur Widya Mulyati Putri nurwidyamp@gmail.com Rika Aprilia rika.prl04@gmail.com Yessi Erika Simbolon simbolonyessi29@gmail.com Keysha Azzahra Alhumaira keyshaazzahra892@gmail.com <p>Peningkatan kesadaran lingkungan secara global telah memicu pergeseran pola konsumsi Generasi Z menuju produk kosmetik berkelanjutan. Meskipun implementasi pemasaran hijau semakin masif, penelitian empiris yang secara spesifik mengkaji efektivitas kredibilitas <em>eco-label</em> dan kepercayaan merek ramah lingkungan terhadap loyalitas konsumen pada sektor perawatan kulit di Indonesia terbukti masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh kedua taktik keberlanjutan tersebut terhadap loyalitas konsumen Generasi Z pengguna <em>skincare</em> Wardah di wilayah Jabodetabek. Menggunakan pendekatan desain riset kuantitatif, data dikumpulkan melalui metode survei secara daring kepada 300 partisipan yang memenuhi kriteria demografis, dengan memanfaatkan instrumen kuesioner berbasis skala Likert. Data yang dihimpun kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa kredibilitas <em>eco-label</em> dan kepercayaan merek ramah lingkungan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen, baik secara parsial maupun simultan. Temuan yang paling menarik mengindikasikan bahwa elemen kepercayaan merek memberikan daya dorong kualitatif yang jauh lebih dominan dibandingkan sekadar keberadaan label lingkungan di kemasan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan akademis dengan menegaskan bahwa atribut label lingkungan semata tidaklah cukup; ia harus secara konsisten diiringi oleh integritas dan komitmen nyata dari perusahaan guna memenangkan loyalitas konsumen jangka panjang di tengah pasar yang sangat kompetitif.</p> 2026-10-31T16:52:21+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15059 Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Pada Siswa Kelas III di SDN 3 Sokong 2026-11-01T12:24:39+07:00 Dina Rahayu dinaaimup06@gmail.com Rusman Hadi rusmanhadi@gmail.com Musafir Musafir Musafir@gmail.com <table width="522"> <tbody> <tr> <td width="342"> <p>Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar karena menjadi landasan dalam memahami berbagai mata pelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SDN 3 Sokong, masih terdapat siswa kelas III yang mengalami kesulitan membaca, seperti membaca terbata-bata, mengeja huruf demi huruf, kesulitan membedakan huruf yang bentuknya hampir sama, belum mampu menggabungkan suku kata menjadi kata, serta kurang memahami isi bacaan. Kondisi tersebut menuntut guru untuk menerapkan strategi pembelajaran yang tepat agar kesulitan membaca siswa dapat diatasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas III di SDN 3 Sokong serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa yang mengalami kesulitan membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi kesulitan membaca, yaitu memberikan bimbingan individual, menerapkan metode fonik dan ejaan, membiasakan kegiatan literasi sebelum pembelajaran dimulai, memanfaatkan media pembelajaran berupa kartu huruf, kartu kata, gambar, dan buku cerita bergambar, serta memberikan motivasi dan penguatan positif kepada siswa. Penerapan strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa. Strategi yang diterapkan oleh guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas III da juga faktor pendukung dalam meningkatkan keberhasilan strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T17:03:46+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15060 Implementasi Kegiatan Ice Breaking dalam Menciptakan Iklim Pembelajaran Yang Menyenangkan di Kelas 3 SDN 1 Tanjung 2026-11-01T12:24:39+07:00 Dina Rahayu dinarahayu@gmail.com Rusman Hadi rusman@gmail.com Musafir Musafir Musafir@gmail.com <table width="522"> <tbody> <tr> <td width="342"> <p>Pembelajaran di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya konsentrasi, antusiasme, dan keterlibatan siswa sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mampu menciptakan iklim belajar yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan ice breaking dalam menciptakan iklim pembelajaran yang menyenangkan di kelas 3 SDN 1 Tanjung. Subjek penelitian meliputi guru kelas 3 dan siswa kelas 3 SDN 1 Tanjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi kegiatan ice breaking di kelas 3 SDN 1 Tanjung dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan guru menentukan jenis ice breaking, waktu pelaksanaan, dan menyesuaikannya dengan karakteristik siswa. Tahap pelaksanaan dilakukan sebelum pembelajaran dimulai maupun ketika siswa mulai jenuh dengan menggunakan berbagai kegiatan seperti bernyanyi, tepuk semangat, dan permainan. Tahap evaluasi dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku siswa serta tanggapan siswa setelah mengikuti kegiatan ice breaking. 2) Implementasi kegiatan ice breaking mampu menciptakan iklim pembelajaran yang menyenangkan, ditandai dengan meningkatnya antusiasme, konsentrasi, keaktifan, motivasi belajar, serta interaksi positif antara guru dan siswa. Suasana kelas menjadi lebih kondusif sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14740 Analisis Analysis of Indonesian Language Teachers' Difficulties in Implementing Deep Learning in Elementary Schools 2026-11-01T12:24:40+07:00 Erni Putri Kasih Harefa rachannel11@gmail.com Operianus Mendrofa operianus.mendrofa@unias.ac.id Dernius Hura dernius@gmail.com Otilina Gulo otilina@gmail.com <p>This study describes the implementation of deep learning and analyzes the difficulties Indonesian language teachers face and their influencing factors at UPTD SD Negeri 071031 Nazalou, using a qualitative descriptive-analytical approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving six grade I-VI teachers, analyzed using the Miles and Huberman model. Results show teachers have implemented deep learning guided by meaningful, mindful, and joyful learning principles, though time management and structured evaluation remain suboptimal. Difficulties include inconsistent understanding, student heterogeneity, and limited facilities, caused by lack of training, inadequate school support, and no systematic evaluation instruments.</p> 2026-10-31T17:18:32+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15061 Peran Guru Dalam Pembentukan Etika dan Moral Peserta Didik di Sekolah SDN 5 Gondang 2026-11-01T12:24:40+07:00 Fatia Lestari fatia@gmail.com M. Taufik mtaufik@gmail.com Fitriani Rahayu fitriani@gmail.com <table width="522"> <tbody> <tr> <td width="345"> <p>Pentingnya pembentukan etika dan moral peserta didik sejak usia dini sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Perkembangan teknologi dan arus globalisasi membawa berbagai pengaruh terhadap perilaku peserta didik, seperti menurunnya sikap sopan santun, kurangnya rasa hormat kepada guru dan teman, serta munculnya perilaku menyimpang seperti perundungan. Oleh karena itu, guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan, pembiasaan positif, bimbingan, serta pemberian motivasi agar nilai-nilai etika dan moral dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk etika dan moral yang ditanamkan, peran guru, serta hambatan yang dihadapi guru dalam pembentukan etika dan moral peserta didik di SDN 5 Gondang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk etika dan moral yang ditanamkan meliputi sopan santun, kejujuran, tanggung jawab, sikap hormat, kepedulian, dan kerja sama melalui pembiasaan positif di sekolah. Guru berperan sebagai teladan, pembimbing, motivator, dan pendidik karakter. Hambatan yang dihadapi meliputi pengaruh teknologi dan media sosial, perbedaan latar belakang keluarga, serta rendahnya minat peserta didik terhadap pendidikan karakter. Upaya yang dilakukan guru yaitu memberikan pembiasaan positif secara berkelanjutan, memanfaatkan teknologi secara edukatif, menjalin kerja sama dengan orang tua, serta menciptakan pembelajaran yang menarik sehingga pembentukan etika dan moral dapat berjalan secara optimal.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T17:32:28+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14747 STRATEGI TIM KEPERAWATAN DALAM MENJAGA KUALITAS PELAYANAN DI TENGAH KETERBATASAN SDM DI RUMAH SAKIT BEDAS KERTASARI: STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF 2026-11-01T12:24:40+07:00 Kllarisya Fitriani kllarisya.fitriani@digitech.ac.id Indrajati Wibowo kllarisya.fitriani@digitech.ac.id <p>Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) keperawatan merupakan isu global kritis yang berdampak langsung terhadap beban kerja, resiko burnout, dan potensi penurunan mutu pelayanan rumah sakit. Di RSUD Bedas Kertasari, rumah sakit daerah tipe baru dengan kapasitas 50 tempat tidur, perawat dihadapkan pada ketidakseimbangan rasio perawat-pasien, keterbatasan alat medis darurat pasca-ekspansi BPJS, dan tantangan geografis. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi tim keperawatan dalam mengatasi keterbatasan SDM, menganalisis upaya mempertahankan kualitas pelayanan berdasarkan 5 dimensi SERVQUAL, serta mengeksplorasi faktor pendukung dan penghambatnya. <strong>Metode: </strong>Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis ini melibatkan 5 informan utama (Direktur, Ka. Instansi Rawat Inap, Ka. Instansi Bedah Sentral, serta 2 Pasien rawat inap) yang dipilih secara purposive sampling hingga mencapai saturasi data. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi (SIMRS &amp; SOP). Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi/triangulasi sumber dan teknik. <strong>Hasil: </strong>Tim keperawatan RSUD Bedas Kertasari menerapkan kombinasi strategi adaptif dan manajerial, meliputi: (1) Penjadwalan shift dinamis, rotasi tugas berbasis kompetensi, dan sistem cross-check pemberian obat; (2) Penerapan komunikasi terapeutik berbasis protokol 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) dan intervensi empati proaktif; (3) Pemanfaatan SIMRS terintegrasi untuk verifikasi data administrasi; serta (4) Penguatan komitmen pelayanan berfokus pada keselamatan pasien. Kesenjangan (GAP) utama ditemukan pada keterbatasan perlengkapan medis darurat, hambatan navigasi/wayfinding bagi lansia, dan kekurangan tenaga kebersihan saat jam sibuk. <strong>Kesimpulan: </strong>Strategi kolaboratif-adaptif tim keperawatan terbukti efektif mempertahankan dimensi Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy, meskipun dimensi Tangibles masih terkendala fasilitas darurat. Diperlukan pengadaan alat medis darurat, peningkatan pelatihan teknologi canggih, dan optimalisasi sistem rekrutmen.</p> 2026-10-31T17:37:24+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14758 ANALISIS DISIPILIN KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PADA RESTORAN CHINESE FOOD PECENONGAN 99 BANDUNG 2026-11-01T12:24:40+07:00 Mega Oktapia mega11211144@digitechuniversity.ac.id Indrajati Wibowo indrajatiwibowo@digitechuniversity.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran disiplin kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan di Restoran Chinese Food &amp; Seafood&nbsp; Pecenongan 99 Bandung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya disiplin sebagai salah satu faktor kunci dalam membentuk budaya kerja yang produktif dan profesional, khususnya dalam sektor jasa seperti industri restoran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan manajemen dan karyawan, serta dokumentasi kegiatan operasional sehari-hari.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan disiplin kerja yang konsisten dan berbasis pada aturan yang jelas berdampak signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Disiplin kerja di restoran ini mencakup ketepatan waktu, kepatuhan terhadap prosedur kerja, kerapihan penampilan, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Karyawan yang memiliki tingkat disiplin tinggi cenderung menunjukkan produktivitas lebih baik, pelayanan yang lebih ramah dan cepat, serta kemampuan beradaptasi dalam situasi sibuk. Di sisi lain, kurangnya pengawasan dan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran disiplin terbukti menurunkan semangat kerja dan kualitas layanan.</p> <p>Penelitian ini menyimpulkan bahwa disiplin kerja bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga mencerminkan sikap profesionalisme yang secara langsung berkorelasi dengan peningkatan kinerja individu maupun tim. Oleh karena itu, manajemen restoran perlu terus menerapkan sistem pembinaan disiplin yang adil, konsisten, dan berbasis penghargaan untuk menjaga dan meningkatkan kinerja karyawan secara berkelanjutan.</p> 2026-10-31T17:42:11+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14736 PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KETERAMPILAN MENGAJAR (PKM) DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT MENJADI GURU MELALUI PERSEPSI KESEJAHTERAAN GURU SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA MAHASISWA KEPENDIDIKAN 2026-11-01T12:24:40+07:00 Mildah mildah mildah1703@gmail.com Erika Takidah erikatakidah@unj.ac.id Susi Indriani sisusie.indriani@unj.ac.id <p><em>The purpose of this study is to ascertain, among education students at the Faculty of Economics and Business, State University of Jakarta (FEB), the impact of Teaching Skills Practicum (PKM) experience and family environment on the desire in becoming a teacher, mediated by views of teacher welfare. The study uses an explanatory survey method in a quantitative manner. 322 education students from the FEB Class of 2022 make up the accessible population; a sample of 178 respondents was chosen using proportionate random sampling and Slovin's technique. In addition to secondary data in the form of PKM Form 01 final grade record, questionnaires with a Likert scale were issued via Google Forms for data collection.</em> <em>The SmartPLS 4.0 tool was used to perform data analysis utilizing the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach. The findings show that: (1) PKM experience positively and significantly influences interest in becoming a teacher; (2) PKM experience positively and significantly influences perceptions of teacher welfare; (3) family environment positively and significantly influences interest in becoming a teacher; (4) family environment positively and significantly influences perceptions of teacher welfare; and (5) perceptions of teacher welfare positively and significantly influence interest in becoming a teacher(6) The interest in being a teacher is positively and significantly influenced by PKM experience, which is mediated by views of teacher welfare; and (7) the interest in becoming a teacher is positively and significantly influenced by family environment, which is mediated by perceptions of teacher welfare.</em></p> 2026-10-31T17:47:48+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15062 Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Melalui Kartu Alfabet Bergambar Pada Siswa Kelas I SDN 1 Sukadana 2026-11-01T12:24:41+07:00 Muhammmad Izza Mahendra muhammadizza@gmail.com Fitriani Rahayu fitriani@gmail.com Lalu Marzoan lalumarzoan@gmail.com <table width="522"> <tbody> <tr> <td width="345"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan mengenal huruf melalui media kartu alfabet bergambar pada anak kelas 1 SDN 1 Sukadana Bayan Lombok Utara dan Untuk mengetahui apakah penggunaan media kartu alfabet bergambar dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak kelas 1 SDN 1 Sukadana Bayan Lombok Utara. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Sukadana kac. Bayan, kabupaten lombok utara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN 1 Sukanada. Sumber Data; Data Primer, data skunder, Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang menggunakan model Kemmis dan Mc. Tagart. Dalam perencanaannya menggunakan satu siklus atau putaran yang terdiri dari empat komponen, yaitu : 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Alat Pengumpulan Data; Instrumen Observasi, Instrumen Wawancara, Instrumen Dokumentasi. Uji validasi data adalah untuk menguji kebenaran dari proses penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penerapan media kartu alfabet bergambar pada Siklus I mampu meningkatkan kemampuan mengenal huruf siswa. Setelah tindakan diberikan, jumlah siswa yang mencapai ketuntasan meningkat menjadi 20 siswa (71,43%), sedangkan 8 siswa (28,57%) masih belum mencapai ketuntasan. Terjadi peningkatan ketuntasan sebesar 32,14%. Penerapan media kartu alfabet bergambar pada Siklus II semakin meningkatkan kemampuan mengenal huruf siswa dan berhasil mencapai indikator keberhasilan penelitian. Hasil tes menunjukkan bahwa sebanyak 26 siswa (92,86%) telah mencapai ketuntasan, sedangkan hanya 2 siswa (7,14%) yang belum mencapai ketuntasan. Persentase ketuntasan tersebut telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu minimal 80% siswa mencapai ketuntasan.<em>.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T17:56:16+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14756 STRATEGI BERSAING DALAM PEMASARAN PENDIDIKAN: ANALISIS MUTU, BRAND IMAGE, DAN ANIMO MASYARAKAT 2026-11-01T12:24:41+07:00 Musalam . budisatria1992@gmail.com Agus Eko Sujianto aguseko@uinsatu.ac.id Sulistyorini . sulistyorini@uinsatu.ac.id <p>Persaingan antarlembaga pendidikan yang semakin ketat menuntut setiap institusi memiliki keunggulan yang mampu membedakannya dari pesaing sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana mutu layanan, citra lembaga, dan tingkat ketertarikan publik saling berkaitan dalam membentuk strategi bersaing di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara mutu pendidikan, brand image, dan animo masyarakat sebagai satu kesatuan strategi untuk memperkuat posisi lembaga di tengah persaingan. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan data sekunder dari artikel jurnal, buku, dan dokumen ilmiah yang ditelusuri melalui basis data akademik. Analisis dilakukan melalui pengodean, pengelompokan tema, serta perbandingan antarsumber untuk memperoleh interpretasi yang konsisten. Hasil kajian menunjukkan bahwa mutu pendidikan menjadi fondasi utama yang dibuktikan melalui kompetensi pendidik, kurikulum, fasilitas, dan pelayanan nyata kepada peserta didik. Citra lembaga terbentuk dari akumulasi pengalaman, reputasi, dan komunikasi yang konsisten, sedangkan animo masyarakat muncul sebagai respons atas kepercayaan yang terbangun, meski tetap dipengaruhi faktor eksternal seperti biaya, lokasi, dan kondisi ekonomi. Ketiga aspek tersebut membentuk pola hubungan berurutan: mutu menciptakan persepsi, persepsi membentuk citra, dan citra positif mendorong minat masyarakat memilih lembaga pendidikan secara berkelanjutan.</p> 2026-10-31T18:00:38+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15063 Analisis Upaya Guru Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Kelas VI di SD Negeri 2 Samaguna 2026-11-01T12:24:41+07:00 Rahayu Fitri Ningsih rahayu87650@gmail.co Lalu Belik Made Dwipa laludwipa@gmail.com Fitriani Rahayu fitriani@gmail.com <table width="522"> <tbody> <tr> <td width="345"> <p>Karakter disiplin merupakan aspek penting dalam pendidikan yang memengaruhi keberhasilan akademik dan kehidupan sosial siswa. Berdasarkan observasi di SD Negeri 2 Samaguna, masih ditemukan pelanggaran disiplin, seperti memotong rambut tidak sesuai aturan dan menjahili teman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap disiplin siswa kelas VI, menganalisis upaya guru dalam membentuk karakter disiplin, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 25 siswa kelas VI dan guru wali kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap disiplin siswa secara umum berada pada kategori baik, meskipun masih terdapat 1–2 siswa yang melanggar aturan. Upaya guru dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, pemberian reward, punishment edukatif, motivasi, konsistensi penerapan aturan, dan kerja sama dengan orang tua. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, kerja sama orang tua, serta lingkungan yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh teman sebaya, penggunaan gadget dan media sosial, serta perbedaan karakter siswa. Penelitian merekomendasikan program parenting dan peningkatan komunikasi antara guru dan orang tua.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T18:07:54+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15064 Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Kelas III SDN 1 Tanjung 2026-11-01T12:24:41+07:00 Rahma Fi’la Syakila syakilaa111004@gmail.com Fitriani Rahayu fitriani@gmail.com Musafir Musafir Musafir@gmail.com <table width="522"> <tbody> <tr> <td width="345"> <p>Proses pembelajaran di kelas III SDN 1 Tanjung belum sepenuhnya diikuti secara aktif oleh seluruh siswa. Beberapa siswa kurang fokus, sering mengobrol dengan teman sebangku, melamun, mudah merasa bosan, dan pasif saat guru memberikan pertanyaan, yang mengindikasikan rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III di SDN 1 Tanjung serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi guru ketika menjalankan peran tersebut. Metode Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam (kepada Kepala Sekolah, Guru Kelas III, dan siswa), serta dokumentasi. Teknis analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III telah menjalankan perannya sebagai motivator dengan sangat baik dan fleksibel melalui pemberian yel-yel, kalimat positif, aktivitas <em>ice breaking</em>, pendekatan personal, serta penguatan (<em>reinforcement</em>) berupa pujian dan hadiah. Adapun kendala yang dihadapi meliputi faktor internal siswa yang rentang fokusnya singkat, serta faktor eksternal berupa kurangnya perhatian dan kontrol waktu belajar dari orang tua di rumah serta pengaruh pergaulan teman sebaya. Peran guru sebagai motivator di kelas III SDN 1 Tanjung telah terlaksana secara optimal dan adaptif, namun keberhasilannya masih berkejaran dengan kendala konsentrasi siswa serta kurangnya keterlibatan kontrol dari lingkungan keluarga.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T18:16:54+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14748 INSTAGRAM STORY: SELF IMAGE MAHASISWA DALAM LIQUID MODERNITY 2026-11-01T12:24:41+07:00 Regita Efrizal regita.efrizal5271@student.unri.ac.id Mita Rosaliza mita.rosaliza@lecturer.unri.ac.id <p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menggeser&nbsp; interaksi sosial mahasiswa dari ruang nyata (<em>offline</em>) ke ruang digital (<em>online</em>). Instagram, khususnya fitur <em>Instagram Story</em>, menjadi platform yang memfasilitasi komunikasi jangka pendek berdurasi 24 jam dengan karakteristik personal dan spontan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi sosial melalui <em>Instagram Story</em> serta perannya dalam pembentukan citra diri (<em>self image</em>) di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan alamiah untuk memahami fenomena secara mendalam, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram<em> Story</em> telah berubah menjadi ruang sosial digital yang pemting bagi mahasiswa. Bentuk interaksi yang terjadi meliputi komunikasi, kerja sama, akomodasi, identifikasi, sugesti, dan pertukaran dukungan sosial secara berkelanjutan. Interaksi yang diawali dari respons sederhana seperti emoji atau balasan singkat berkembang menjadi percakapan personal melalui <em>Direct Message</em> (DM) yang mempererat kedekatan emosional serta mampu memelihara relasi sosial di tengah kesibukan akademik. Lebih lanjut, komentar pada Instagram<em> Story</em> berperan penting sebagai sumber penilaian,, pengakuan (<em>social recognition</em>), dan validasi sosial. Mahasiswa secara aktif mengelola presentasi diri (<em>self-presentation</em>) untuk menampilkan citra positif (seperti mahasiswa aktif, produktif, atau berelasi luas). Respons dan komentar positif dari audiens secara langsung memperkuat rasa percaya diri serta memperkuat <em>self image</em> yang ingin ditampilkan, menjadikannya sebuah proses negosiasi identitas yang dinamis dalam kehidupan digital mereka.</p> 2026-10-31T18:20:52+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15065 Pengaruh Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran ( IPAS ) di SD Negeri 1 Andalan 2026-11-01T12:24:41+07:00 Rimadi Rimadi rimadi@gmail.com M. Arzani marzani@gmail.com Sukarto Sukarto Sukarto@gmail.com <table width="522"> <tbody> <tr> <td width="345"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS di SD Negeri 1 Andalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 1 Andalan yang berjumlah 25 siswa, terdiri dari 18 laki-laki dan 7 perempuan, dan seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian (sampling jenuh). Pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) minat belajar dan tes hasil belajar IPAS. Instrumen penelitian yang berjumlah 16 butir dinyatakan valid, dengan nilai r hitung berkisar antara 0,451 sampai 0,748, yang seluruhnya lebih besar daripada r tabel (0,396). Data penelitian telah memenuhi uji asumsi klasik, yaitu berdistribusi normal dan memiliki hubungan yang linier antara variabel X dan Y. Hasil analisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan Y = -31,092 + 1,734X, dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,929 dan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,862, yang berarti minat belajar (X) memberikan kontribusi sebesar 86,2% terhadap hasil belajar IPAS (Y), sedangkan sisanya sebesar 13,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai F hitung sebesar 143,914 dengan signifikansi &lt; 0,001 (&lt; 0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara minat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran IPAS di SD Negeri 1 Andalan.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T18:32:52+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15066 Analisis Strategi Pengelolaan Crewing Untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Pada PT Pelita Bandar Nasional 2026-11-01T12:24:42+07:00 Rinda Rizaldi Syarif rindarizaldi@gmail.com Junadi Junadi Junadi@gmail.com <table width="522"> <tbody> <tr> <td width="345"> <p>Pengelolaan kru (<em>crewing</em>) merupakan pilar utama operasional maritim yang berdampak langsung pada efisiensi biaya dan keselamatan pelayaran. PT Pelita Bandar Nasional (PBN), sebagai perusahaan masih menghadapi tantangan ketidakcepatan arus informasi akibat sistem manajemen manual. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan utama dalam pengelolaan <em>crewing</em> dan merumuskan strategi optimalisasi melalui digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam selama periode Februari–Juni 2024. Hasil penelitian menunjukkan tiga hambatan fundamental: ketidakseimbangan rasio beban kerja SDM, penggunaan sistem pencatatan <em>offline</em> yang rentan <em>human error</em>, serta alur rekrutmen yang belum terintegrasi secara digital. Strategi optimalisasi yang paling mendesak adalah migrasi data ke sistem berbasis <em>cloud</em> dan pembaruan SOP rekrutmen proaktif untuk memitigasi risiko operasional dan meningkatkan daya saing perusahaan.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T18:46:25+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15067 Penerapan Metode Membaca Berbasis Fonik Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas III SDN 1 Sesait 2026-11-01T12:24:42+07:00 Rizkika Ari Wardan rizkikakiki338@gmail.com Marzoan Marzoan Marzoan@gmail.com Nunung Mardianti nunungmardianti28@gmail.com <table width="522"> <tbody> <tr> <td width="345"> <p>Penerapan Metode Membaca berbasis Fonik dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kels III SDN I Sesait.&nbsp; Penerapan metode membaca berbasis phonics sangat penting untuk membantu siswa memahami hubungan antara huruf dan bunyi sehingga memudahkan siswa dalam mengenali huruf, menggabungkan suku kata, membaca kata, dan membaca kalimat sederhana. Penerapan metode ini juga berdampak pada peningkatan kemampuan membaca siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca siswa kelas III SDN 1 Sesait melalui penerapan metode membaca berbasis phonics. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Sesait, Kecamatan Kayangan. Data dan sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Prosedur penelitian menggunakan tahapan (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes kemampuan membaca, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode membaca berbasis phonics dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III SDN 1 Sesait. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil tes kemampuan membaca terhadap 47 siswa. Pada tahap pra siklus diperoleh persentase ketuntasan sebesar 48,94%, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 63,83%, dan kembali meningkat pada siklus II menjadi 83,62%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode membaca berbasis phonics efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III SDN 1 Sesait.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T18:59:07+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15068 Pengaruh Pinjaman Dana KUR Terhadap Peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah di Dsa Waiboga Kecamatan Sulabesi Tengah 2026-11-01T12:24:42+07:00 Muhaidin Masuku masukumu@gmail.com <table width="522"> <tbody> <tr> <td width="345"> <p>Not all members of the middle-income community possess sufficient capital to start or expand their businesses; consequently, they require financial assistance in the form of loans or credit—such as the KUR (People's Business Credit) program offered by banking institutions.</p> <p>The research problem addressed here is whether KUR loans influence the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises in Waiboga Village. The study aims to determine the impact of KUR loans on the growth of&nbsp; in Waiboga Village.</p> <p>This study employs a quantitative methodology, utilizing observation, questionnaires, and documentation for data collection. A full population study was conducted, as the total population size was fewer than 100 individuals. Simple regression analysis was used for data analysis, facilitated by SPSS Version 26 software.</p> <p>The simple regression results presented in Table 4.14 indicate that the KUR loan variable (Variable X) yielded a calculated t-value (t-count) of 2.200, which exceeds the critical t-value (t-table). Based on a significance level of 0.05 and degrees of freedom (df) calculated as df = n - k (or df = 63 - 2 = 61), the t-table value is 1.656. Furthermore, the significance value of 0.030 is less than 0.05. Since the calculated t-value exceeds the t-table value, the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. Thus, the hypothesis. That KUR loans influence growth is supported by the research findings</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T19:05:48+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14769 PENYALAHGUNAAN STATUS PENGUNGSI SEBAGAI INDIKATOR KEKOSONGAN NORMA HUKUM IMIGRASI DALAM PENENTUAN STATUS PENGUNGSI DI INDONESIA 2026-11-01T12:24:42+07:00 Vanessa Diva Valencia vanessa22aci@gmail.com M. Alvi Syahrin ma.syahrin@gmail.com Tony Mirwanto boxtony85@gmail.com <p>Penelitian ini menganalisis penyalahgunaan status pengungsi di Indonesia sebagai indikator kekosongan norma (<em>rechtsvacuum</em>) dalam hukum imigrasi pada fase prapenetapan Penentuan Status Pengungsi (<em>Refugee Status Determination</em>/RSD). Meskipun Indonesia bukan negara pihak Konvensi 1951, negara ini menampung lebih dari 11.900 pengungsi dan pencari suaka terdaftar sebagai negara transit. Menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif-empiris, penelitian ini menganalisis tiga kasus terverifikasi di Tangerang, Medan, serta kajian hukum terhadap warga negara Afghanistan untuk menunjukkan bahwa pola penyalahgunaan tersebut bukan kasus terisolasi, melainkan indikator langsung dari kekosongan norma yang bersifat sistemik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSD sepenuhnya dijalankan oleh UNHCR, sementara kewenangan Direktorat Jenderal Imigrasi hanya diatur pada fase pascapenetapan. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan tiga rekomendasi utama: (1) reformulasi koordinasi keimigrasian dalam RSD melalui penambahan klausul dan mekanisme pertukaran data; (2) penguatan fungsi intelijen imigrasi pada fase prapenetapan melalui sistem peringatan dini; dan (3) pembentukan regulasi setingkat undang-undang yang mengatur komprehensif seluruh fase penanganan pengungsi beserta kerjasama internasional.</p> 2026-10-31T19:08:56+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15069 Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas I di SDN 1 Selengen 2026-11-01T12:24:42+07:00 Widya Eka widyaeka@gmail.com M. Taufik mtaufik@gmail.com Musafir Musafir Musafir@gmail.com <table width="522"> <tbody> <tr> <td width="345"> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas I SDN 1 Selengen yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Dari 28 siswa kelas I, terdapat 5 siswa yang belum mampu mengenal huruf dengan baik, belum mampu membaca suku kata, serta belum bisa membaca huruf konsonan. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya latihan dan bimbingan baik dari guru di sekolah maupun orang tua di rumah, sehingga mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dan mendeskripsikan cara guru mengatasi siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan di kelas I SDN 1 Selengen tahun ajaran 2025/2026, dan (2) mengidentifikasi faktor penyebab siswa mengalami kesulitan membaca permulaan di kelas I SDN 1 Selengen tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian adalah guru kelas I, siswa kelas I yang mengalami kesulitan membaca, dan kepala sekolah SDN 1 Selengen. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa, yaitu: (1) kesulitan mengenal huruf, (2) kesulitan merangkai susunan kata, (3) kesulitan mengidentifikasi kata, (4) mengabaikan tanda baca, (5) tidak lancar dalam membaca, dan (6) tidak memahami isi bacaan. Cara guru mengatasi kesulitan tersebut adalah dengan menggunakan metode suku kata dan metode SAS (Struktural Analitik Sintetik), memanfaatkan media gambar, kartu huruf, dan buku cerita bergambar, melakukan pendekatan yang mengutamakan kenyamanan emosional siswa, menjalin kerja sama dengan orang tua melalui program membaca 15 menit dan buku catatan komunikasi, serta melakukan evaluasi melalui tes membaca nyaring. Faktor penyebab siswa mengalami kesulitan membaca permulaan meliputi faktor kematangan motorik, faktor kognitif (pengenalan huruf), faktor lingkungan, faktor dukungan keluarga, dan faktor minat belajar siswa. Faktor yang paling dominan adalah kemampuan pengenalan huruf dan dukungan keluarga, karena keduanya menjadi dasar bagi perkembangan kemampuan membaca anak.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-31T19:16:35+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14698 Pengaruh Literasi Digital dan Efikasi Diri Terhadap Kemandirian Belajar Peserta Didik Melalui Motivasi Belajar Sebagai Variabel Mediasi Pada Mata Pelajaran Akuntansi di SMK Negeri Jakarta Pusat 2026-11-01T12:24:42+07:00 Rizka Waluya rizkawlyaa@gmail.com Achmad Fauzi achmad@gmail.com Sri Widi Lestari sriwidi@gmail.com <p>This study aims to examine the influence of digital literacy and self-efficacy on students' self-regulated learning through learning motivation as a mediating variable in accounting subjects. This research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of all tenth-grade students enrolled in the Accounting Study Program at public vocational high schools in Central Jakarta. A total of 123 students were selected as the research sample using proportional random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.8 software. The results revealed that: (1) digital literacy has a positive and significant effect on students' self-regulated learning; (2) self-efficacy has a positive and significant effect on students' self-regulated learning; (3) learning motivation has a positive and significant effect on students' self-regulated learning; (4) digital literacy has a positive and significant effect on learning motivation; (5) self-efficacy has a positive and significant effect on learning motivation; (6) learning motivation significantly mediates the effect of digital literacy on students' self-regulated learning; and (7) learning motivation significantly mediates the effect of self-efficacy on students' self-regulated learning. These findings indicate that improving students' digital literacy and self-efficacy can strengthen their learning motivation, which in turn enhances their self-regulated learning, particularly in accounting subjects.</p> 2026-10-31T19:55:16+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14729 Analysis of the Elementary School Students’ Difficulties in Learning the Topic of Light and Its Solutions 2026-11-02T08:09:10+07:00 Sudarto Sudarto sudarto@unm.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa sekolah dasar dalam mempelajari topik cahaya serta mengidentifikasi solusi pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang relevan, baik artikel jurnal maupun hasil penelitian terdahulu, yang membahas kesulitan belajar siswa pada materi cahaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada topik cahaya didominasi oleh miskonsepsi dan rendahnya pemahaman terhadap konsep abstrak. Beberapa kesulitan yang ditemukan antara lain kekeliruan dalam memahami sumber cahaya, pembiasan, pemantulan, spektrum warna, benda yang dapat ditembus cahaya, serta klasifikasi benda berdasarkan daya tembus cahaya. Selain itu, siswa juga mengalami kesulitan dalam menjelaskan konsep dengan bahasa sendiri dan cenderung pasif ketika pembelajaran hanya didominasi metode ceramah dan teks. Berdasarkan hasil literatur, solusi yang dinilai efektif untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah penggunaan media pembelajaran yang konkret dan interaktif, seperti PowToon, media visual, dan alat peraga. Di samping itu, penerapan model pembelajaran eksperimen, discovery learning, dan experiential learning juga dapat membantu siswa memperoleh pengalaman langsung sehingga pemahaman konsep menjadi lebih baik. Dengan demikian, pembelajaran topik cahaya di sekolah dasar perlu dirancang secara kontekstual, visual, dan aktif agar siswa tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga mampu memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.</p> 2026-11-02T08:09:09+07:00 ##submission.copyrightStatement##