https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/issue/feedJurnal Ilmiah Wahana Pendidikan2026-05-07T18:17:29+07:00Admin JIWPjiwp@peneliti.netOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan</strong> (JIWP) |ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1532701790&1&&">2089-5364 (online)</a>| diterbitkan oleh PT. Ruang Riset Peneliti, dengan Nomor Sertifikat Pendirian : AHU-A083374.AH.01.30.Tahun 2026 yang bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Pemerhati Pendidikan Indonesia (ADPPI), yang berisi tentang artikel hasil kajian dan penelitian di bidang Pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi. Diterbitkan sebagai upaya untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan temuan di bidang Pendidikan, ilmu sosial, Ekonomi, Hukum, danTeologi. Jurnal ini terbit setiap bulan</p> <p>JIWP Memuat hasil kajian, analisis, dan penelitian tentang perancangan, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan, evaluasi, dan penelitian dalam bidang pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi yang merupakan hasil penelitian atau literaur Review di lembaga pendidikan formal, non-formal dan informal serta lembaga-lembaga pelatihan.</p> <p> Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan merupakan media komunikasi ilmiah bagi dosen, guru, widyaiswara, mentor, mahasiswa, dan praktisi pendidikan lainnya serta pemerhati kependidikan. Jurnal ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menyebarluaskan hasil kajian, pemikiran, penelitian, dan evaluasi yang relevan dengan kawasan pendidikan. Artikel yang diterima dan diproses oleh redaksi adalah artikel secara substansi berhubungan dengan pendidikan Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, dan Teologi.</p>https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12918Kajian Minat Belajar Skill Lab Pada Core Kompetensi Mahasiswa Keperawatananestesiologi Di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto2026-05-07T18:17:29+07:00Lala Indriyani Kerubunlalaindriyani23@gmail.comRahmaya Nova Handayanirahmayanova@uhb.ac.idFauziah Hanum Nur Adriyanifauziahhanum@uhb.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> <em>Skill lab</em> merupakan metode pembelajaran berbasis praktik yang memberika kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan klinis secara langsung. Pada pendidikan keperawatan anestesiologi, penguasaan keterampilan klinis menjadi penting dalam pembentukan <em>core</em> kompetensi. Minat belajar berperan krusial dalam keberhasilan pembelajaran, karena berkaitan dengan keterlibatan, rasa ingin tahu, serta motivasi mahasiswa. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui tingkat minat belajar mahasiswa terhadap kegiatan <em>skill lab</em> pada <em>core</em> kompetensi keperawatan anestesiologi di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif dan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan indikator minat belajar dan disebarkan secara daring melalui <em>Google Form</em> kepada 68 responden yang dikelompokkan berdasarkan kelas dengan teknik <em>proportional random sampling</em>. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas responden memiliki minat belajar tinggi terhadap kegiatan <em>skill lab</em> sebanyak 38 responden (55,9%), dengan dominasi responden laki-laki pada kategori tinggi sebanyak 20 responden (58,8). Sedangkan, pada kategori sangat tinggi responden perempuan unggul sebanyak 16 responden (47,1%), dan tidak ada responden dengan kategori sedang maupun rendah. <strong>Kesimpulan:</strong> Minat belajar <em>skill lab</em> mahasiswa berada pada kategori tinggi, yang menunjukkan adanya antusiasme, ketertarikan, dan motivasi yang kuat dalam mengikuti pembelajaran menuju <em>core</em> kompetensi. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa minat belajar <em>skill lab</em> tidak dipengaruhi oleh perbedaan gender.</p>2026-05-07T18:16:54+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12984Analisis Perlindungan Hukum Dalam Pengenaan Tindakan Administratif Keimigrasian Bagi Orang Asing Di Indonesia2026-05-06T17:36:19+07:00Afif Alfianafifalfian344@gmail.comMasdar Bakhtiarmasdar.bakhtiar.kemenkumham@gmail.comKoesmoyo Ponco Ajiponco@poltekim.ac.id<p>Penelitian ini membahas perlindungan hukum dalam pengenaan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) terhadap Orang Asing di Indonesia. TAK, sebagai instrumen non-pidana, digunakan untuk menindak pelanggaran izin tinggal atau kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif normatif dengan menelaah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 dan aturan pelaksananya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun TAK memiliki dasar hukum yang jelas dan dinilai efektif, implementasinya masih menghadapi kendala, seperti disparitas penerapan, keterbatasan perlindungan hukum, dan potensi pelanggaran hak asasi manusia. Mekanisme keberatan yang hanya diajukan kepada Menteri tanpa melalui Pengadilan Tata Usaha Negara juga dinilai kurang memberikan jaminan kepastian hukum. Oleh karena itu, dibutuhkan reformulasi kebijakan, penyusunan prosedur yang seragam, dan pengawasan independen agar penerapan TAK berjalan seimbang antara kepentingan negara dan perlindungan hak Orang Asing.</p>2026-05-06T11:55:31+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14077Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Obat Kumur Dari Enzim Bromelin Ekstrak Bonggol Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) TERHADAP Staphylococcus aureus2026-05-06T17:36:19+07:00Agustina Retnaningsihagustinaretnaningsih@malahayati.ac.idSindi Antikasindiantika@gmail.comMastuti Widianingsihmastutiwidianingsih@gmail.com<p><em>Dental caries is one of the most prevalent oral diseases, can be associated with infection by Staphylococcus aureus. Pineapple stem is often considered waste, actually it contains bromelain enzyme with potential antimicrobial properties. This research aimed to utilize pineapple stem as a source of bromelain for mouthwash formulation, and to evaluate its antibacterial effect against Staphylococcus aureus. Bromelain was extracted using ammonium sulfate precipitation and incorporated into mouthwash formulation at concentrations of 2%, 4%, and 6%. The formulations demonstrated acceptable physical characteristics, including pale yellow color, pineapple mint aroma, refreshing mint taste, and viscosity and pH values within standard range, indicating good physical stability. Antibacterial testing using the paper disc diffusion method showed that none of the formulations produced inhibition zones, similar to the negative control. In contrast, the positive control (Betadine mouthwash) inhibited a 2.4 mm inhibition zone. These result indicate that bromelain extract from pineapple stem did not exhibit significant antibacterial activity against Staphylococcus aureus the tested conditions.</em></p>2026-05-06T12:48:32+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12967Pemanfaatan Serasah Lamun Menjadi Bernilai Dengan Prinsip Circular Economy2026-05-06T17:36:19+07:00Dimas Alparezi Bastian2201010001@student.umrah.ac.idWicky Reo Adrian220101010007@student.umrah.ac.idSafira Nur’ijati2203020038@student.umrah.ac.idMuhammad Adi Saputra2104010087@student.umrah.ac.idSiti Aini2204010101@student.umrah.ac.idCristiani Dessy Astriani Simbolon2204020091@student.umrah.ac.idMiranda Miranda2204020032@student.umrah.ac.idRully Lesmana2204020096@student.umrah.ac.idZahru Latip2205010111@student.umrah.ac.idFauzan Lidra Ramadhani2205010120@student.umrah.ac.id<p>Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, dengan tujuan mengolah serasah lamun yang biasanya dianggap sampah menjadi produk bernilai ekonomi melalui konsep *<em>circular economy</em>*. Masalah utama yang dihadapi warga pesisir, khususnya kelompok ibu-ibu di Kampung Teripang, adalah banyaknya serasah lamun yang menumpuk di pantai sehingga menimbulkan bau dan mengganggu estetika, sementara peluang usaha mereka masih terbatas. Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan solusi dengan cara mengubah serasah lamun menjadi kain berbahan serat alami, sekaligus meningkatkan keterampilan kewirausahaan ibu-ibu agar lebih mandiri secara ekonomi. Metode yang dipakai berbasis partisipatif, dimulai dari sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan produksi, sampai monitoring dan evaluasi. Hasilnya, ibu-ibu berhasil memperoleh keterampilan baru dalam mengolah serasah lamun, kesadaran bersama tentang nilai tambah limbah semakin meningkat, dan terbentuk kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, serta perguruan tinggi. Program ini tidak hanya memberikan solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.</p>2026-05-06T13:01:25+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14076Pengaruh Digitalisasi Pajak dan Kesadaran Wajib Terhadap Kepatuhan Wajb Pajak di RPK Perum Bulog Lembang2026-05-06T17:42:42+07:00Alvario Marbun2232090@unai.eduLorina Siregar Sudjimanlorina.sudjiman@unai.eduLenita Watylenita.waty@unai.edu<p><em>This study aims to analyze the influence of tax digitalization and taxpayer awareness on taxpayer compliance among MSMEs in the RPK Perum BULOG Lembang. This study used a quantitative approach with an explanatory survey design. Data were collected through questionnaires from 86 respondents using a purposive sampling technique. Data analysis used multiple linear regression. The results indicate that tax digitalization and taxpayer awareness have a positive and significant effect on taxpayer compliance, both partially and simultaneously. The coefficient of determination (R2) of 0.852 indicates that 85.2% of the variation in taxpayer compliance can be explained by these two variables. This finding underscores the importance of digital tax system integration and increased taxpayer awareness in encouraging compliance, particularly in the MSME sector.</em></p>2026-05-06T17:33:53+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12976Upaya Peningkatan Kesadaran Remaja Tentang Bahaya Kenakalan Remaja Melalui Sosialisasi KKN2026-05-07T11:20:01+07:00Ajeng Aprianingsihajengaprianingsih@gmail.comAnita Putriyaniajengaprianingsih@gmail.comFitra Maydaniahajengaprianingsih@gmail.comE. Nur Putri Wulandariajengaprianingsih@gmail.comJusvirawati Jusvirawatiajengaprianingsih@gmail.comMarwandi Marwandiajengaprianingsih@gmail.comE. Sacfitriajengaprianingsih@gmail.comMarshella Violeta Siregarajengaprianingsih@gmail.comRohana Rohanaajengaprianingsih@gmail.comLastri Anggi Faniajengaprianingsih@gmail.com<p>Data nasional dari KPAI dan SDKI menunjukkan adanya peningkatan kasus kenakalan remaja. Berdasarkan hal tersebut penulis melaksanan kegiatan sosialisasi kenakalan remaja dengan bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa SMP Negeri 5 Bintan tentang berbagai jenis kenakalan remaja serta dampak dan cara penanganannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di SMPN 5 Bintan, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Subjek penelitian melibatkan 120 siswa kelas IX yang berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan. Instrumen yang digunakan berupa media presentasi <em>Powerpoint</em> serta sesi tanya jawab sebagai sarana interaktif untuk menumbuhkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam menumbuhkan pemahaman kritis sekaligus kesadaran moral di kalangan remaja. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan, menghindari perilaku negatif, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain.</p>2026-05-07T11:19:10+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12926Pengaruh Pijat Endorphin Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Di TPMB X Kabupaten Bekasi Tahun 20252026-05-07T13:26:01+07:00Cinta Saricintaarsyilafirdaus@gmail.comHerlina Simanjuntakcintaarsyilafirdaus@gmail.comNeneng Julianticintaarsyilafirdaus@gmail.comDeni Alamsahcintaarsyilafirdaus@gmail.com<p>Nyeri punggung merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester III akibat perubahan postur tubuh, hormon, dan peningkatan beban kehamilan. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup dan kenyamanan ibu menjelang persalinan. Pijat endorphin, yaitu teknik sentuhan lembut yang merangsang pelepasan hormon analgesik alami, merupakan salah satu metode nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri. Subyek dan Metode dalam Penelitian ini merupakan studi pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest yang dilaksanakan di TPMB X, Kabupaten Bekasi, tahun 2025. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil dari penelitian ini yaitu hasil univariat menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pijat endorphin, ibu hamil yang tidak mengalami nyeri sebanyak 16,7%, nyeri ringan 43,3%, nyeri sedang 30,0%, dan nyeri berat 10,0%. Setelah intervensi, proporsi ibu hamil yang tidak mengalami nyeri meningkat menjadi 60,0%, nyeri ringan 30,0%, dan nyeri sedang 10,0%, sementara kategori nyeri berat tidak ditemukan. Hasil bivariat menunjukkan nilai Z = -5,292 dengan p-value < 0,01. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Pijat endorphin efektif mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III dan dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis rutin dalam pelayanan antenatal.</p>2026-05-07T13:10:29+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12925Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Program Triple Eliminasi Di Posyandu Desa Sukamanah Tahun 20252026-05-07T13:47:27+07:00Anggun Wulandarianggunwulandari901@gmail.comHerlina Simanjuntakanggunwulandari901@gmail.comRosi Kurnia Sugihartianggunwulandari901@gmail.comRohani Siregaranggunwulandari901@gmail.com<p>Program triple eliminasi merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penularan vertikal penyakit HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi tantangan terutama dalam hal kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa faktor seperti usia, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan diduga berpengaruh terhadap kepatuhan tersebut. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani program triple eliminasi di Posyandu Desa Sukamanah tahun 2025. Metode Penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 83 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasilnya adalah sebagian besar responden memiliki usia reproduksi sehat (73,5%), pengetahuan baik (61,4%), sikap positif (60,2%), dukungan suami baik (61,4%), dan menilai peran tenaga kesehatan baik (86,7%). Kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi sebesar 72,3%. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,007), dukungan suami (p=0,020), dan peran tenaga kesehatan (p=0,009) dengan kepatuhan ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kepatuhan (p=0,059). Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan triple eliminasi. Upaya peningkatan edukasi, dukungan keluarga, dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan program ini.</p>2026-05-07T13:46:54+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12924Faktor-Faktor Yang Berhubungan Rendahnya Kunjungan Bayi Dan Balita Di Posyandu Rw 011 Perumahan Permata Cikarang Timur Tahun 20252026-05-07T17:36:27+07:00Dhonal Handayanidhonalhandayani17@gmail.comHerlina Simanjuntakdhonalhandayani17@gmail.comRosi Kurnia Sugihartidhonalhandayani17@gmail.comIka Kania Fatdo Wardanidhonalhandayani17@gmail.com<p>Kunjungan bayi dan balita ke Posyandu merupakan indikator penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, masih banyak balita yang tidak memperoleh layanan secara optimal akibat rendahnya tingkat kunjungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya kunjungan bayi dan balita ke Posyandu RW 011 Perumahan Permata Cikarang Timur tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya kunjungan bayi dan balita ke Posyandu RW 011 Perumahan Permata Cikarang Timur tahun 2025. Subyek dan Metode dalam Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik cross sectional yang dilaksanakan di Posyandu RW 011. Sampel berjumlah 51 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel dependen adalah kunjungan ke Posyandu, sedangkan variabel independen meliputi pengetahuan ibu, ekonomi, pendidikan, dukungan keluarga, dan pelayanan kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Sebagian besar balita (54,9%) tidak melakukan kunjungan teratur ke Posyandu. Pengetahuan ibu berhubungan signifikan dengan kunjungan ke Posyandu (OR=6,70; 95% CI=1,32–34,91; p=0,022). Namun, faktor ekonomi (p=0,620), pendidikan ibu (p=0,683), dukungan keluarga (p=0,538), dan pelayanan kesehatan (p=0,481) tidak berhubungan signifikan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Pengetahuan ibu merupakan faktor paling berpengaruh terhadap keteraturan kunjungan balita ke Posyandu.</p>2026-05-07T17:35:37+07:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12922Actors Associated With Acute Respiratory Infection (Ari) In Infants And Toddlers At Cahaya Medika Clinic In 20242026-05-07T18:06:52+07:00Caci Nurhalimahcacinurhalimah0109@gmail.comHerlina Simanjuntakcacinurhalimah0109@gmail.comRohani Siregarcacinurhalimah0109@gmail.comRosi Kurnia Sugiharticacinurhalimah0109@gmail.com<p>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2021, prevalensi ISPA tertinggi terjadi pada kelompok umur 1–4 tahun. Di Klinik Cahaya Medika, kasus ISPA pada bayi dan balita cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan analisis faktor yang berhubungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi dan balita di Klinik Cahaya Medika Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode Penelitian ini menggunakan desain <em>cross</em> <em>sectional</em> dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah bayi dan balita yang berkunjung ke Klinik Cahaya Medika periode Januari–Desember 2025 sebanyak 300 orang. Sampel sebanyak 70 responden. Hasilnya yaitu Prevalensi ISPA sebesar 72,9%. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA adalah usia anak (<12 bulan), status gizi, dan pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Sementara itu, pendidikan orang tua dan imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Faktor dominan yang berhubungan dengan ISPA pada balita adalah usia, status gizi, dan ASI eksklusif. Upaya pencegahan melalui pemantauan gizi, edukasi orang tua, dan perbaikan pola asuh sangat diperlukan.</p>2026-05-07T18:06:23+07:00##submission.copyrightStatement##