Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP
<p><strong>Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan</strong> (JIWP) |ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1532701790&1&&">2089-5364 (online)</a>| diterbitkan oleh PT. Ruang Riset Peneliti, dengan Nomor Sertifikat Pendirian : AHU-A083374.AH.01.30.Tahun 2026 yang bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Pemerhati Pendidikan Indonesia (ADPPI), yang berisi tentang artikel hasil kajian dan penelitian di bidang Pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi. Diterbitkan sebagai upaya untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan temuan di bidang Pendidikan, ilmu sosial, Ekonomi, Hukum, danTeologi. Jurnal ini terbit setiap bulan</p> <p>JIWP Memuat hasil kajian, analisis, dan penelitian tentang perancangan, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan, evaluasi, dan penelitian dalam bidang pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi yang merupakan hasil penelitian atau literaur Review di lembaga pendidikan formal, non-formal dan informal serta lembaga-lembaga pelatihan.</p> <p> Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan merupakan media komunikasi ilmiah bagi dosen, guru, widyaiswara, mentor, mahasiswa, dan praktisi pendidikan lainnya serta pemerhati kependidikan. Jurnal ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menyebarluaskan hasil kajian, pemikiran, penelitian, dan evaluasi yang relevan dengan kawasan pendidikan. Artikel yang diterima dan diproses oleh redaksi adalah artikel secara substansi berhubungan dengan pendidikan Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, dan Teologi.</p>Peneliti.neten-USJurnal Ilmiah Wahana Pendidikan2622-8327Analisis Perlindungan Hukum Dalam Pengenaan Tindakan Administratif Keimigrasian Bagi Orang Asing Di Indonesia
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12984
<p>Penelitian ini membahas perlindungan hukum dalam pengenaan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) terhadap Orang Asing di Indonesia. TAK, sebagai instrumen non-pidana, digunakan untuk menindak pelanggaran izin tinggal atau kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif normatif dengan menelaah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 dan aturan pelaksananya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun TAK memiliki dasar hukum yang jelas dan dinilai efektif, implementasinya masih menghadapi kendala, seperti disparitas penerapan, keterbatasan perlindungan hukum, dan potensi pelanggaran hak asasi manusia. Mekanisme keberatan yang hanya diajukan kepada Menteri tanpa melalui Pengadilan Tata Usaha Negara juga dinilai kurang memberikan jaminan kepastian hukum. Oleh karena itu, dibutuhkan reformulasi kebijakan, penyusunan prosedur yang seragam, dan pengawasan independen agar penerapan TAK berjalan seimbang antara kepentingan negara dan perlindungan hak Orang Asing.</p>Afif AlfianMasdar BakhtiarKoesmoyo Ponco Aji
##submission.copyrightStatement##
2026-05-062026-05-06125.A111Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Obat Kumur Dari Enzim Bromelin Ekstrak Bonggol Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) TERHADAP Staphylococcus aureus
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14077
<p><em>Dental caries is one of the most prevalent oral diseases, can be associated with infection by Staphylococcus aureus. Pineapple stem is often considered waste, actually it contains bromelain enzyme with potential antimicrobial properties. This research aimed to utilize pineapple stem as a source of bromelain for mouthwash formulation, and to evaluate its antibacterial effect against Staphylococcus aureus. Bromelain was extracted using ammonium sulfate precipitation and incorporated into mouthwash formulation at concentrations of 2%, 4%, and 6%. The formulations demonstrated acceptable physical characteristics, including pale yellow color, pineapple mint aroma, refreshing mint taste, and viscosity and pH values within standard range, indicating good physical stability. Antibacterial testing using the paper disc diffusion method showed that none of the formulations produced inhibition zones, similar to the negative control. In contrast, the positive control (Betadine mouthwash) inhibited a 2.4 mm inhibition zone. These result indicate that bromelain extract from pineapple stem did not exhibit significant antibacterial activity against Staphylococcus aureus the tested conditions.</em></p>Agustina RetnaningsihSindi AntikaMastuti Widianingsih
##submission.copyrightStatement##
2026-05-062026-05-06125.A1225Pemanfaatan Serasah Lamun Menjadi Bernilai Dengan Prinsip Circular Economy
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12967
<p>Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, dengan tujuan mengolah serasah lamun yang biasanya dianggap sampah menjadi produk bernilai ekonomi melalui konsep *<em>circular economy</em>*. Masalah utama yang dihadapi warga pesisir, khususnya kelompok ibu-ibu di Kampung Teripang, adalah banyaknya serasah lamun yang menumpuk di pantai sehingga menimbulkan bau dan mengganggu estetika, sementara peluang usaha mereka masih terbatas. Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan solusi dengan cara mengubah serasah lamun menjadi kain berbahan serat alami, sekaligus meningkatkan keterampilan kewirausahaan ibu-ibu agar lebih mandiri secara ekonomi. Metode yang dipakai berbasis partisipatif, dimulai dari sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan produksi, sampai monitoring dan evaluasi. Hasilnya, ibu-ibu berhasil memperoleh keterampilan baru dalam mengolah serasah lamun, kesadaran bersama tentang nilai tambah limbah semakin meningkat, dan terbentuk kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, serta perguruan tinggi. Program ini tidak hanya memberikan solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.</p>Dimas Alparezi BastianWicky Reo AdrianSafira Nur’ijatiMuhammad Adi SaputraSiti AiniCristiani Dessy Astriani SimbolonMiranda MirandaRully LesmanaZahru LatipFauzan Lidra Ramadhani
##submission.copyrightStatement##
2026-05-062026-05-06125.A2634Pengaruh Digitalisasi Pajak dan Kesadaran Wajib Terhadap Kepatuhan Wajb Pajak di RPK Perum Bulog Lembang
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14076
<p><em>This study aims to analyze the influence of tax digitalization and taxpayer awareness on taxpayer compliance among MSMEs in the RPK Perum BULOG Lembang. This study used a quantitative approach with an explanatory survey design. Data were collected through questionnaires from 86 respondents using a purposive sampling technique. Data analysis used multiple linear regression. The results indicate that tax digitalization and taxpayer awareness have a positive and significant effect on taxpayer compliance, both partially and simultaneously. The coefficient of determination (R2) of 0.852 indicates that 85.2% of the variation in taxpayer compliance can be explained by these two variables. This finding underscores the importance of digital tax system integration and increased taxpayer awareness in encouraging compliance, particularly in the MSME sector.</em></p>Alvario MarbunLorina Siregar SudjimanLenita Waty
##submission.copyrightStatement##
2026-05-062026-05-06125.A3545Upaya Peningkatan Kesadaran Remaja Tentang Bahaya Kenakalan Remaja Melalui Sosialisasi KKN
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12976
<p>Data nasional dari KPAI dan SDKI menunjukkan adanya peningkatan kasus kenakalan remaja. Berdasarkan hal tersebut penulis melaksanan kegiatan sosialisasi kenakalan remaja dengan bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa SMP Negeri 5 Bintan tentang berbagai jenis kenakalan remaja serta dampak dan cara penanganannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di SMPN 5 Bintan, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Subjek penelitian melibatkan 120 siswa kelas IX yang berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan. Instrumen yang digunakan berupa media presentasi <em>Powerpoint</em> serta sesi tanya jawab sebagai sarana interaktif untuk menumbuhkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam menumbuhkan pemahaman kritis sekaligus kesadaran moral di kalangan remaja. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan, menghindari perilaku negatif, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain.</p>Ajeng AprianingsihAnita PutriyaniFitra MaydaniahE. Nur Putri WulandariJusvirawati JusvirawatiMarwandi MarwandiE. SacfitriMarshella Violeta SiregarRohana RohanaLastri Anggi Fani
##submission.copyrightStatement##
2026-05-072026-05-07125.A4652Pengaruh Pijat Endorphin Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Di TPMB X Kabupaten Bekasi Tahun 2025
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12926
<p>Nyeri punggung merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester III akibat perubahan postur tubuh, hormon, dan peningkatan beban kehamilan. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup dan kenyamanan ibu menjelang persalinan. Pijat endorphin, yaitu teknik sentuhan lembut yang merangsang pelepasan hormon analgesik alami, merupakan salah satu metode nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri. Subyek dan Metode dalam Penelitian ini merupakan studi pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest yang dilaksanakan di TPMB X, Kabupaten Bekasi, tahun 2025. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil dari penelitian ini yaitu hasil univariat menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pijat endorphin, ibu hamil yang tidak mengalami nyeri sebanyak 16,7%, nyeri ringan 43,3%, nyeri sedang 30,0%, dan nyeri berat 10,0%. Setelah intervensi, proporsi ibu hamil yang tidak mengalami nyeri meningkat menjadi 60,0%, nyeri ringan 30,0%, dan nyeri sedang 10,0%, sementara kategori nyeri berat tidak ditemukan. Hasil bivariat menunjukkan nilai Z = -5,292 dengan p-value < 0,01. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Pijat endorphin efektif mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III dan dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis rutin dalam pelayanan antenatal.</p>Cinta SariHerlina SimanjuntakNeneng JuliantiDeni Alamsah
##submission.copyrightStatement##
2026-05-072026-05-07125.A5358Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Program Triple Eliminasi Di Posyandu Desa Sukamanah Tahun 2025
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12925
<p>Program triple eliminasi merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penularan vertikal penyakit HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi tantangan terutama dalam hal kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa faktor seperti usia, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan diduga berpengaruh terhadap kepatuhan tersebut. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani program triple eliminasi di Posyandu Desa Sukamanah tahun 2025. Metode Penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 83 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasilnya adalah sebagian besar responden memiliki usia reproduksi sehat (73,5%), pengetahuan baik (61,4%), sikap positif (60,2%), dukungan suami baik (61,4%), dan menilai peran tenaga kesehatan baik (86,7%). Kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi sebesar 72,3%. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,007), dukungan suami (p=0,020), dan peran tenaga kesehatan (p=0,009) dengan kepatuhan ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kepatuhan (p=0,059). Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan triple eliminasi. Upaya peningkatan edukasi, dukungan keluarga, dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan program ini.</p>Anggun WulandariHerlina SimanjuntakRosi Kurnia SugihartiRohani Siregar
##submission.copyrightStatement##
2026-05-072026-05-07125.A5970Faktor-Faktor Yang Berhubungan Rendahnya Kunjungan Bayi Dan Balita Di Posyandu Rw 011 Perumahan Permata Cikarang Timur Tahun 2025
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12924
<p>Kunjungan bayi dan balita ke Posyandu merupakan indikator penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, masih banyak balita yang tidak memperoleh layanan secara optimal akibat rendahnya tingkat kunjungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya kunjungan bayi dan balita ke Posyandu RW 011 Perumahan Permata Cikarang Timur tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya kunjungan bayi dan balita ke Posyandu RW 011 Perumahan Permata Cikarang Timur tahun 2025. Subyek dan Metode dalam Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik cross sectional yang dilaksanakan di Posyandu RW 011. Sampel berjumlah 51 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel dependen adalah kunjungan ke Posyandu, sedangkan variabel independen meliputi pengetahuan ibu, ekonomi, pendidikan, dukungan keluarga, dan pelayanan kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Sebagian besar balita (54,9%) tidak melakukan kunjungan teratur ke Posyandu. Pengetahuan ibu berhubungan signifikan dengan kunjungan ke Posyandu (OR=6,70; 95% CI=1,32–34,91; p=0,022). Namun, faktor ekonomi (p=0,620), pendidikan ibu (p=0,683), dukungan keluarga (p=0,538), dan pelayanan kesehatan (p=0,481) tidak berhubungan signifikan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Pengetahuan ibu merupakan faktor paling berpengaruh terhadap keteraturan kunjungan balita ke Posyandu.</p>Dhonal HandayaniHerlina SimanjuntakRosi Kurnia SugihartiIka Kania Fatdo Wardani
##submission.copyrightStatement##
2026-05-072026-05-07125.A7179Actors Associated With Acute Respiratory Infection (Ari) In Infants And Toddlers At Cahaya Medika Clinic In 2024
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12922
<p>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2021, prevalensi ISPA tertinggi terjadi pada kelompok umur 1–4 tahun. Di Klinik Cahaya Medika, kasus ISPA pada bayi dan balita cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan analisis faktor yang berhubungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi dan balita di Klinik Cahaya Medika Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode Penelitian ini menggunakan desain <em>cross</em> <em>sectional</em> dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah bayi dan balita yang berkunjung ke Klinik Cahaya Medika periode Januari–Desember 2025 sebanyak 300 orang. Sampel sebanyak 70 responden. Hasilnya yaitu Prevalensi ISPA sebesar 72,9%. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA adalah usia anak (<12 bulan), status gizi, dan pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Sementara itu, pendidikan orang tua dan imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Faktor dominan yang berhubungan dengan ISPA pada balita adalah usia, status gizi, dan ASI eksklusif. Upaya pencegahan melalui pemantauan gizi, edukasi orang tua, dan perbaikan pola asuh sangat diperlukan.</p>Caci NurhalimahHerlina SimanjuntakRohani SiregarRosi Kurnia Sugiharti
##submission.copyrightStatement##
2026-05-072026-05-07125.A8090Kajian Minat Belajar Skill Lab Pada Core Kompetensi Mahasiswa Keperawatananestesiologi Di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/12918
<p><strong>Latar Belakang:</strong> <em>Skill lab</em> merupakan metode pembelajaran berbasis praktik yang memberika kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan klinis secara langsung. Pada pendidikan keperawatan anestesiologi, penguasaan keterampilan klinis menjadi penting dalam pembentukan <em>core</em> kompetensi. Minat belajar berperan krusial dalam keberhasilan pembelajaran, karena berkaitan dengan keterlibatan, rasa ingin tahu, serta motivasi mahasiswa. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui tingkat minat belajar mahasiswa terhadap kegiatan <em>skill lab</em> pada <em>core</em> kompetensi keperawatan anestesiologi di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif dan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan indikator minat belajar dan disebarkan secara daring melalui <em>Google Form</em> kepada 68 responden yang dikelompokkan berdasarkan kelas dengan teknik <em>proportional random sampling</em>. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas responden memiliki minat belajar tinggi terhadap kegiatan <em>skill lab</em> sebanyak 38 responden (55,9%), dengan dominasi responden laki-laki pada kategori tinggi sebanyak 20 responden (58,8). Sedangkan, pada kategori sangat tinggi responden perempuan unggul sebanyak 16 responden (47,1%), dan tidak ada responden dengan kategori sedang maupun rendah. <strong>Kesimpulan:</strong> Minat belajar <em>skill lab</em> mahasiswa berada pada kategori tinggi, yang menunjukkan adanya antusiasme, ketertarikan, dan motivasi yang kuat dalam mengikuti pembelajaran menuju <em>core</em> kompetensi. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa minat belajar <em>skill lab</em> tidak dipengaruhi oleh perbedaan gender.</p>Lala Indriyani KerubunRahmaya Nova HandayaniFauziah Hanum Nur Adriyani
##submission.copyrightStatement##
2026-05-072026-05-07125.A9196Tipe dan Pola Reduplikasi Bahasa Rote
https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14100
<p><em>This study aims to identify the types and patterns of reduplication in the Rote language. The methods used to collect data are the introspection method and the listening and note-taking method. The data sources of this study consist of oral data sources and written data sources. The collected data are analyzed using the distribution method and the direct element technique, then presented formally and informally, namely by using ordinary words and by using signs or symbols. The results of the study show that the types of reduplication of BR reduplication consist of the type of reduplication based on form, the type of reduplication based on foci, the type of reduplication based on directional elements, and the type of reduplication based on word classes. The type of reduplication of BR based on form is divided into two, namely full reduplication and partial reduplication. Full reduplication consists of full reduplication itself which occurs in all word classes, full reduplication with phoneme changes, namely vowel phonemes, and full reduplication with the addition of affixes. Meanwhile, partial reduplication is only found in verbs and adjectives. In addition, there are two types of reduplication based on foci: initial reduplication and final reduplication. Other types of BR reduplication include those based on direction, namely leftward reduplication and rightward reduplication, and those based on word class. This type of reduplication is seen in verbs, nouns, adjectives, adverbs, numerals, and interrogatives. There are also BR reduplication patterns: full reduplication, full reduplication with affixes, full reduplication with vowel or consonant changes, or both, prefix-syllable reduplication/leftward reduplication, suffix-syllable reduplication/rightward reduplication, CV-form reduplication, CV-form reduplication with affixes, CV-form reduplication, and KKKV-form reduplication.</em></p>Susi Yanti BoikHendrokumoro Hendrokumoro
##submission.copyrightStatement##
2026-05-102026-05-10125.A97102