Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP <p><strong>Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan</strong>&nbsp;(JIWP)&nbsp; |ISSN:&nbsp;&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1532701790&amp;1&amp;&amp;">2089-5364 (online)</a>| diterbitkan oleh PT. Ruang Riset Peneliti,&nbsp; dengan&nbsp;Nomor Sertifikat Pendirian : AHU-A083374.AH.01.30.Tahun 2026 yang bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Pemerhati Pendidikan Indonesia (ADPPI), yang berisi tentang artikel hasil kajian dan penelitian di bidang Pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi.&nbsp; &nbsp;Diterbitkan sebagai upaya untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan temuan di bidang&nbsp; Pendidikan, ilmu sosial, Ekonomi, Hukum,&nbsp; danTeologi.&nbsp; Jurnal ini terbit setiap bulan</p> <p>JIWP Memuat hasil kajian, analisis, dan penelitian tentang perancangan, pengembangan, pengelolaan, pemanfaatan, evaluasi, dan penelitian dalam bidang pendidikan, Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Teologi yang merupakan hasil penelitian atau literaur Review di lembaga pendidikan formal, non-formal dan informal serta lembaga-lembaga pelatihan.</p> <p>&nbsp;Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan&nbsp; &nbsp;merupakan media komunikasi ilmiah bagi dosen, guru, widyaiswara, mentor, mahasiswa, dan praktisi pendidikan lainnya serta pemerhati kependidikan. Jurnal ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menyebarluaskan hasil kajian, pemikiran, penelitian, dan evaluasi yang relevan dengan kawasan&nbsp; pendidikan. Artikel yang diterima dan diproses oleh redaksi adalah artikel secara substansi berhubungan dengan&nbsp; pendidikan Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, dan Teologi.</p> en-US jiwp@peneliti.net (Admin JIWP) wahanapendidikan77@gmail.com (Dr. Jhoni) Mon, 20 Jul 2026 08:14:39 +0700 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Marketing Strategy for Aisyah Collection Muslim Fashion in Samarinda https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14460 <p>The tight business competition in the Muslim women's fashion industry makes MSME actors need to have the right marketing strategy to survive and grow. This research aims to find out the marketing strategies applied in managing the business and most importantly used by Aisyah Collection so that it can survive to date. This study uses a descriptive qualitative approach with in-depth interview techniques with five informants who were selected purposively. The data collection instrument was in the form of semi-structured interviews with open interview guidelines. Researchers use source triangulation to test the credibility of data across multiple sources. Data analysis consists of data reduction, data presentation, and conclusions. The focus of the study is directed at four indicators of marketing strategy: product, price, venue, and promotion. The results of the study show that Aisyah Collection as an MSME that opens a business at home still uses a marketing strategy that includes products, prices, places, and promotions. In Aisyah Collection's business, the implementation of marketing strategies that are often carried out is to maintain product quality, ensure that prices remain affordable, utilize private houses as physical locations and use social media Facebook and WhatsApp as promotions so that their businesses can survive and compete in the market. Thus, product, price, place, and promotion indicators are very important for business actors in determining effective marketing strategies, increasing competitiveness, meeting consumer needs and satisfaction and reaching a wider range of potential buyers.</p> Nurul Istiqomah, Noor Ellyawati, Sutrisno Sutrisno ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14460 Tue, 21 Jul 2026 14:03:14 +0700 Peran Silsilah Dalam Kitab Kejadian: Sebuah Analisis Sastra Dan Teologis https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14707 <p><em>Silsilah merupakan fitur menonjol dalam Kitab Kejadian, namun sering diabaikan pembaca modern yang lebih tertarik pada bagian naratif dramatis dan menganggap catatan silsilah sekadar daftar nama yang membosankan. Padahal, perikop-perikop ini berperan krusial dalam membentuk struktur, kerangka historis, dan pesan teologis kitab tersebut. Penelitian ini mengkaji fungsi sastra dan teologis silsilah dalam Kitab Kejadian, dengan perhatian khusus pada Kejadian 5 (Adam sampai Nuh), Kejadian 10 (Daftar Bangsa-bangsa), dan Kejadian 11:10–32 (Sem sampai Abraham). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berbasis teks dengan analisis sastra dan teologis, dalam kerangka konservatif yang menerima kepenulisan Musa, otoritas Kitab Suci, dan historisitas peristiwa yang dicatat dalam Kejadian. Hasil penelitian menunjukkan tiga fungsi utama silsilah. Pertama, sebagai elemen struktural yang mengorganisasi narasi melalui formula toledot yang muncul sebelas kali sepanjang kitab. Kedua, sebagai sarana teologis untuk menelusuri garis perjanjian dari Adam melalui Set, Nuh, Sem, hingga Abraham, memperlihatkan kesinambungan rencana penebusan Allah. Ketiga, sebagai fondasi identitas umat perjanjian yang menghubungkan komunitas iman dengan warisan leluhurnya. Dengan demikian, silsilah dalam Kejadian bukan sekadar daftar nama, melainkan komponen integral narasi Alkitab yang memadukan sejarah, teologi, dan identitas dalam rencana keselamatan Allah</em></p> James Jonah Watopa, Fellix Gosal, Edward Taliwongso ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14707 Mon, 20 Jul 2026 08:10:52 +0700 Kepemimpinan Perempuan Dalam Narasi Debora: Kajian Hakim-Hakim 4–5 https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14708 <p><em>Sosok Debora dalam Hakim-hakim 4–5 menampilkan perpaduan tiga fungsi kepemimpinan, yakni hakim (shofet), nabiah (nevi’ah), dan pemimpin militer—suatu kombinasi yang nyaris tidak dijumpai pada tokoh lain dalam Perjanjian Lama. Penelitian-penelitian terdahulu pada umumnya mendekati ketiga fungsi tersebut secara terpisah: kajian kepemimpinan perempuan mengedepankan dimensi gender, kajian kenabian membatasi pembahasan pada aspek profetik, sedangkan kajian peristiwa militer dalam narasi lebih banyak menyoroti Barak, Sisera, dan Yael. Belum banyak studi yang mengkaji secara terpadu bagaimana narator Hakim-hakim 4–5 menyusun integrasi tiga fungsi Debora, serta bagaimana integrasi tersebut membentuk legitimasi kepemimpinannya dalam teks. Penelitian ini memakai metode historis-gramatikal dengan analisis naratif terhadap bentuk final teks Hakim-hakim 4–5, didukung analisis leksikal Ibrani serta dialog dengan komentar-komentar standar. Hasil kajian memperlihatkan tiga hal: (1) ketiga fungsi tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi melalui panggilan kenabian sebagai pusat legitimasi; (2) legitimasi Debora bersumber pada panggilan ilahi, bukan pada gender, sementara gendernya berperan sebagai instrumen retoris yang mempertegas kritik naratif terhadap kelumpuhan kepemimpinan laki-laki Israel; dan (3) penerimaan Debora di tengah masyarakat patriarkis didukung oleh kekosongan kepemimpinan, otoritas profetik yang teruji, serta teologi YHWH sebagai sumber tunggal otoritas. Implikasi teologisnya jelas: otoritas pelayanan dalam tradisi Israel ditentukan oleh panggilan YHWH, bukan oleh kategori gender, meskipun latar patriarkis tetap menjadi konteks yang perlu dibaca dengan cermat.</em></p> Douglas Sepang, Fellix Gosal, Ted Jones Lauda Woy ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14708 Mon, 20 Jul 2026 08:16:06 +0700 Karakter Allah Dalam Kitab Hosea: Sebuah Perspektif Pertentangan Besar https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14709 <p><em>Kitab Hosea menyajikan otret intim sekaligus paling kompleks tentang karakter Allah. Lewat metafora pernikahan antara Hosea dan Gomer, kitab ini tidak hanya menyuarakan kritik sosial-religius terhadap Israel Utara abad ke-8 SM, tetapi juga menyingkapkan ketegangan teologis yang dalam: ketegangan antara murka ilahi dan belas kasihan, antara keadilan dan kesetiaan perjanjian. Penelitian ini berargumen bahwa kitab Hosea secara keseluruhan berfungsi sebagai pembelaan (vindicatio) terhadap karakter Allah di tengah pemberontakan umat perjanjian-Nya, dan pembacaan tersebut menjadi semakin koheren ketika ditafsirkan melalui kerangka Great Controversy. Dengan menggunakan metode biblika-teologis dan analisis literer, penelitian ini menelusuri empat dimensi karakter Allah dalam Hosea—sebagai Suami Perjanjian (pasal 1–3), sebagai Hakim yang Adil (pasal 4–10), sebagai Bapa yang Mengasihi (pasal 11), dan sebagai Penebus serta Pemulih (pasal 14)—lalu menunjukkan bahwa keempat dimensi tersebut bersama-sama membela karakter Allah dari tuduhan sewenang-wenang, kejam, atau tidak setia. Lebih jauh, penelitian ini memperlihatkan bahwa konflik antara Yahweh dan Israel dalam Hosea mencerminkan struktur kosmik dari konflik agung antara kesetiaan dan pemberontakan, sehingga kitab Hosea dapat dipahami sebagai miniatur naratif dari Great Controversy. Kontribusi orisinal penelitian ini terletak pada pembacaan sistematis kitab Hosea sebagai theodicy kenabian yang memperkaya teologi Advent tentang pembelaan karakter Allah.</em></p> Edward Talisongso, Fellix Gosal ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14709 Mon, 20 Jul 2026 08:19:54 +0700