Peran Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Malang Dalam Meningkatkan Produksi Kedelai
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara agraris terbesar di dunia dengan potensi yang sangat besar dalam menghasilkan berbagai komoditas pertanian. Namun, di tengah potensi tersebut, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal kemandirian pangan, sehingga masih bergantung pada impor kedelai untuk mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Dalam upaya peningkatan produksi kedelai pemerintah membentuk lembaga teknis yang berfokus pada pengembangan pertanian yang salah satunya yaitu Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Aneka Kacang (BRMP) Malang. penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk keterlibatan BRMP pada berbagai tahapan produksi kedelai. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi serta literatur yang relevan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peran paling dominan berada pada tahapan hulu dan hilir. Pada tahap hulu, BRMP menjadi pelaksana utama yang menentukan kelayakan dan ketersediaan benih unggul. Di sisi lain, pada tahap hilir, BRMP bertanggung jawab penuh terhadap mutu hasil dan distribusi benih ke berbagai pihak yang terlibat dalam sistem produksi, sehingga dapat disimpulkan bahwa BRMP berada pada dua titik krusial yaitu tahap input dan output. Hal ini menjadikan BRMP sebagai aktor utama dalam menjamin kualitas benih kedelai yang beredar dan keberlanjutan sistem distribusinya.


