Profil Kognitif Anak Dengan Kesulitan Belajar Berdasarkan Tes WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children)
Abstract
Kemampuan berpikir, mengingat, memahami, dan memecahkan masalah yang mendukung keberhasilan akademik. Namun, tidak semua anak memiliki perkembangan kognitif yang optimal, sehingga muncul kesulitan belajar (learning difficulties). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil kognitif anak dengan kesulitan belajar berdasarkan hasil asesmen Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC) di Sekolah X Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa yang diidentifikasi mengalami kesulitan belajar. Pengambilan data dilakukan secara individual oleh tim psikolog dan observer melalui tes WISC. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kemampuan intelektual pada anak, dengan 13,3% tergolong retardasi mental, 20% slow learners, 20% berada pada kategori rata-rata bawah, 33,3% rata-rata, dan 13,3% rata-rata atas. Ditemukan pula perbedaan signifikan antara IQ Verbal dan IQ Performance pada beberapa anak (selisih ≥15 poin), yang mengindikasikan adanya potensi Specific Learning Disorder (SLD). Anak dengan profil IQ Total normal tetapi memiliki ketidakseimbangan antara kemampuan verbal dan performa cenderung mengalami hambatan belajar spesifik, terutama pada aspek membaca dan menulis. Sementara itu, anak dengan IQ <70 dikategorikan memiliki hambatan intelektual global, dan anak dengan IQ 70–79 tergolong slow learners yang membutuhkan strategi pembelajaran konkret dan berulang. Temuan ini menegaskan pentingnya asesmen kognitif dalam mengidentifikasi pola kekuatan dan kelemahan anak dengan kesulitan belajar agar intervensi pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu.


