Perbedaan Pengaruh Pemberian Close Kinetic Chain Dan Open Kinetic Chain Terhadap Aktivitas Fungsional Pada Penderita Osteoarthritis

  • Fariska Oktaviana Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Asyhara Naela Arifin Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Hilmi Zadah Faidullah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Abstract

Osteoarthritis lutut merupakan salah satu kondisi degeneratif yang sering dialami lansia dan menyebabkan penurunan aktivitas fungsional. Latihan fisioterapi seperti Close Kinetic Chain (CKC) dan Open Kinetic Chain (OKC) umum digunakan untuk meningkatkan fungsi lutut, namun efektivitas keduanya masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan CKC dan OKC terhadap aktivitas fungsional pada penderita osteoarthritis lutut. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan two group pretest-posttest design. Responden berjumlah 20 penderita osteoarthritis lutut yang dibagi menjadi dua kelompok CKC (n=10) dan OKC (n=10). Aktivitas fungsional dinilai menggunakan WOMAC Index sebelum dan sesudah intervensi selama 4 minggu. Analisis menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua kelompok CKC (p=0.000) dan OKC (p=0.000). Namun, uji independent sample t-test menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fungsional lebih besar pada kelompok OKC (15.60 ± 0.843) dibanding CKC (9.60 ± 0.516), dengan p=0.000. Baik Close Kinetic Chain (CKC)  dan Open Kinetic Chain (OKC)  sama-sama meningkatkan aktivitas fungsional, namun latihan OKC terbukti lebih berpengaruh secara signifikan. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan latihan Open Kinetic Chain (OKC) dan Close Kinetic Chain (CKC) secara teratur atau kombinasi keduanya untuk meningkatkan aktivitas fungsional penderita osteoarthritis lutut.

Published
2026-06-17
How to Cite
Oktaviana, F., Naela Arifin, A., & Zadah Faidullah, H. (2026). Perbedaan Pengaruh Pemberian Close Kinetic Chain Dan Open Kinetic Chain Terhadap Aktivitas Fungsional Pada Penderita Osteoarthritis. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(6.A), 227-242. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13264