Scoping Review: Pemberdayaan dalam Rehabilitasi Sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Abstract
Pemberdayaan merupakan elemen penting dalam paradigma rehabilitasi sosial modern yang menempatkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sebagai subjek aktif dalam proses pemulihan dan peningkatan keberfungsian sosial. Namun, implementasi pemberdayaan dalam konteks rehabilitasi sosial masih menunjukkan variasi yang luas, baik dari segi jenis intervensi, kelompok sasaran, maupun pendekatan yang digunakan. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan secara komprehensif bentuk, model, dan hasil intervensi pemberdayaan dalam rehabilitasi sosial PMKS, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, serta kesenjangan penelitian yang masih perlu ditindaklanjuti. Kajian ini menggunakan kerangka dalam proses penelusuran, seleksi, dan analisis literatur dari berbagai basis data nasional dan internasional tanpa batasan tahun publikasi. Hasil review menunjukkan bahwa pemberdayaan dalam rehabilitasi sosial umumnya mencakup empat domain utama, yaitu pemberdayaan psikososial, pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial-komunitas, dan pemberdayaan berbasis hak. Intervensi tersebut terbukti berkontribusi pada peningkatan kapasitas diri, kemandirian ekonomi, kepercayaan diri, partisipasi sosial, serta kemampuan PMKS dalam mengakses sumber daya yang lebih luas. Faktor pendukung yang paling banyak dilaporkan meliputi keterlibatan aktif PMKS, dukungan keluarga, kolaborasi multi-sektor, dan keberlanjutan pendampingan. Sebaliknya, hambatan utama mencakup stigma sosial, keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi antar lembaga, serta minimnya sistem monitoring dan evaluasi berbasis hasil. Kesenjangan penelitian terutama ditemukan pada kurangnya studi evaluatif jangka panjang, model pemberdayaan berbasis teknologi, serta kajian pada kelompok PMKS tertentu. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan kebijakan dan praktik rehabilitasi sosial yang lebih inklusif, berorientasi hak, dan berkelanjutan.


