Efektifitas Pemberian Kukis Ekstrak Daun kelor Dalam Meningkatkan Produksi ASI Ibu Menyusui 0-6 Bulan
Abstract
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama dan terbaik bagi bayi usia 0–6 bulan karena mengandung zat gizi lengkap untuk mendukung pertumbuhan dan kekebalan tubuh bayi. Namun, tidak semua ibu menyusui mampu memproduksi ASI secara optimal akibat berbagai faktor seperti stres, kurangnya nutrisi, dan minimnya dukungan lingkungan. Salah satu alternatif alami untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan mengonsumsi daun kelor (Moringa oleifera), yang kaya akan protein, zat besi, dan senyawa fitosterol yang berfungsi sebagai laktagogum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kukis ekstrak daun kelor dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Praktek Mandiri Bidan Rosita, S.Tr.Keb. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 20 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian kukis ekstrak daun kelor selama 14 hari, dua kali sehari. Pengukuran produksi ASI dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi seluruh responden (100%) mengalami produksi ASI tidak lancar, sedangkan setelah intervensi sebagian besar ibu (90%) mengalami peningkatan produksi ASI yang lancar. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian kukis ekstrak daun kelor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian kukis ekstrak daun kelor efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan. Kukis daun kelor dapat dijadikan alternatif makanan tambahan alami yang praktis dan bergizi untuk membantu ibu menyusui dalam memperlancar produksi ASI dan mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.


