EUFEMISME DAN DISFEMISME DALAM NOVEL SEPERTI DENDAM RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS KARYA EKA KURNIAWAN

  • Annisa Nur Ramadani Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Firman Hadiansyah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ahmad Supena Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna eufemisme serta disfemisme dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kata dan frasa yang mengandung eufemisme dan disfemisme yang diperoleh melalui teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan bentuk kebahasaan serta menafsirkan maknanya berdasarkan konteks wacana dengan landasan teori eufemisme dan disfemisme Allan dan Burridge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel tersebut ditemukan penggunaan eufemisme dalam bentuk kata dan frasa yang berfungsi sebagai penghalus ungkapan terhadap realitas tabu seperti seksualitas, kekerasan, dan kelemahan maskulinitas. Sementara itu, disfemisme lebih dominan digunakan untuk menegaskan emosi, melampiaskan kemarahan, serta memperkuat kritik sosial yang disampaikan pengarang. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan eufemisme dan disfemisme merupakan strategi stilistika yang berperan penting dalam membangun karakter, konflik, dan ideologi novel.

Published
2026-08-21
How to Cite
Ramadani, A. N., Hadiansyah, F., & Supena, A. (2026). EUFEMISME DAN DISFEMISME DALAM NOVEL SEPERTI DENDAM RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS KARYA EKA KURNIAWAN. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(8.B), 242-252. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13754

Most read articles by the same author(s)