Penerapan Metode (Struktural Analitik Sintetik) Sas Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemula Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas 1 SDN 4 Selengen Tahun Pelajaran 2024/2025

  • Sukur Sukur STKIP Hamzar
  • Maulida Arum Fitriana STKIP Hamzar
  • Fitriani Rahayu STKIP Hamzar

Abstract

Kemampuan membaca awal adalah salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dikembangkan oleh setiap siswa. Penguasaan yang baik dalam membaca awal dapat mendukung peningkatan pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas I SDN 4 Selengen, peneliti menemukan sejumlah permasalahan, salah satunya adalah rendahnya kemampuan membaca siswa. Siswa pada jenjang kelas awal memiliki tingkat konsentrasi yang rendah, sehingga dibutuhkan penggunaan alat dan media pendukung untuk meningkatkan minat serta mempermudah pemahaman dalam proses pembelajaran. Ketika membahas metode mengajar, hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan dalam proses pembelajaran. Metode SAS adalah salah satu pendekatan dalam pembelajaran membaca permulaan yang dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni: tahap struktur yang menyajikan kalimat secara utuh, tahap analitik yang menguraikan bagian-bagian dari kalimat tersebut, dan tahap sintetik yang menyusun kembali bagian-bagian itu menjadi bentuk kalimat semula. Tujuan penelitian merupakan gambaran-gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Adapun  tujuan dalam penelitian ini adalah : Untuk mendedikasikan bagaimana metode (Struktural Analitik Sintetik) SAS dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 DN 4 Selengen. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas I SDN 4 Selengen, peneliti menemukan sejumlah permasalahan, salah satunya adalah rendahnya kemampuan membaca siswa. Secara umum, masih banyak siswa yang belum lancar dalam membaca, sehingga nilai hasil belajar mereka belum mencapai standar ketuntasan minimal. Berdasarkan data hasil membaca siswa yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 20% siswa termasuk dalam kategori Tuntas, 20% berada pada kategori Tuntas, 50% tergolong Tidak Tuntas, dan 10% masuk dalam kategori tidak tuntas, ini berdasarkan dari kemampuan membaca jumlah huruf yang mampu dibaca oleh siswa. Berdasarkan data hasil membaca siswa yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 60% siswa berada pada kategori Tuntas, 30% berada dalam kategori tuntas, sehingga total ketuntasan siswa dalam membeca permulaan yaiyi 90%. sedangkan 10% termasuk kategori tidak tuntas, ini berdasarkan penilayan dari penungkatan kemampuan membaca siswa pada siklus II.

Published
2026-04-16
How to Cite
Sukur, S., Fitriana, M., & Rahayu, F. (2026). Penerapan Metode (Struktural Analitik Sintetik) Sas Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemula Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas 1 SDN 4 Selengen Tahun Pelajaran 2024/2025. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(4.D), 197-204. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14029

Most read articles by the same author(s)