TRANSFORMASI TROTOAR SEBAGAI ARENA SOSIAL: PEMANFAATAN RUANG PUBLIK UNTUK AKTIVITAS JOGGING DI JALAN DIPONEGORO PEKANBARU
Abstract
Penelitian ini membahas transformasi trotoar Jalan Diponegoro, Pekanbaru, dari ruang transit pejalan kaki menjadi arena sosial yang dimanfaatkan masyarakat untuk jogging. Fenomena ini menunjukkan bahwa ruang publik tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga diproduksi melalui praktik sosial yang berulang, interaksi sehari-hari, serta kebutuhan warga kota akan ruang yang mudah diakses dan fleksibel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap jogger, pengguna ruang sekitar, serta informan kunci yang memahami pengelolaan trotoar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trotoar Diponegoro dipilih karena aksesnya mudah, lokasinya strategis, biaya penggunaannya rendah, dan suasana sosialnya mendukung aktivitas fisik. Di sisi lain, aktivitas jogging juga dipengaruhi motivasi intrinsik seperti keinginan menjaga kesehatan, mengurangi stres, dan memperoleh kenyamanan, serta motivasi ekstrinsik seperti tren gaya hidup sehat, pengaruh teman, dan media sosial. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi trotoar terjadi melalui pertemuan antara pilihan rasional individu dan produksi ruang sosial dalam kehidupan kota.

