PERAN GANDA IBU TUNGGAL PEDAGANG SAYUR DI PASAR KODIM KOTA PEKANBARU

  • Nadia Dwi Putri Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Riau
  • T. Romi Marnelly Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Abstract

Penelitian ini membahas Peran Ganda Ibu Tunggal Pedagang Sayur di Pasar Kodim Kota Pekanbaru. Di dalam keluarga terdapat peran sebagai ayah, ibu, dan anak yang memiliki hak dan kewajiban masing-masing yang berbeda-beda. Namun, peran yang ada akan berubah jika salah satu diantara anggota keluarga tidak mampu lagi menjalankan perannya di dalam keluarga. Hal ini terjadi pada ibu tunggal yang sudah tidak memiliki suami akibat dari perceraian, kematian, maupun ditinggal pergi sejak lama. Adanya tuntutan ekonomi dan peningkatan kebutuhan membuat ibu tunggal juga terlibat dalam pekerjaan, salah satunya pada sektor informal yaitu sebagai pedagang sayur di pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman peran ganda yang dijalankan oleh ibu tunggal pedagang sayur di Pasar Kodim serta mengetahui dampak yang terjadi kepada ibu tunggal akibat dari menjalankan dua peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe fenomenologi, serta dianalisis menggunakan teori Feminis Standpoint Dorothy Smith yang terdapat konsep perempuan sebagai subjek yang dilihat melalui posisi sosial, kemudian hubungan kekuasaan, dan kesadaran terbelah. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan ibu tunggal pedagang sayur menjalankan peran gandanya dalam ranah domestik yaitu memasak, membereskan dan menyapu rumah, menyapu halaman rumah, mengepel, mencuci pakaian, menjemur pakaian, melipat pakaian, dan mencuci piring. Sedangkan aktivitas ranah publik sebagai pedagang sayur yaitu dimulai dari membeli sayur untuk dijual dan ada juga sayur yang sudah langsung diantar ke lapak, setelah itu membuka lapak dagangan, menyusun sayur-sayuran yang akan dijual, menyiram sayur dengan air agar tetap segar, membersihkan sayur, melayani pembeli. Dengan adanya peran ganda juga menimbulkan dampak dalam aspek sosial, ekonomi, maupun kesehatan.

Published
2026-09-08
How to Cite
Putri, N. D., & Marnelly, T. R. (2026). PERAN GANDA IBU TUNGGAL PEDAGANG SAYUR DI PASAR KODIM KOTA PEKANBARU. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(9.D), 188-196. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14374