The Validity of Sanad in Hadith Studies: Challenges and Relevance in the Digital Era

  • Is Diana Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Abdul Matin Bin Salman Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
Keywords: sanad validation; hadith studies; digital era; artificial intelligence; digital epistemology

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah penyebaran informasi keagamaan, menciptakan tantangan baru bagi otentikasi hadits melalui validasi sanad klasik. Studi ini bertujuan untuk meneliti tantangan yang dihadapi oleh kritik sanad di era digital dan untuk menganalisis relevansinya saat ini sebagai kerangka epistemologis untuk menyebarkan kredibilitas informasi keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pustaka kualitatif dengan meneliti karya-karya klasik tentang 'ulum al-hadits bersamaan dengan literatur ilmiah terkini tentang teknologi informasi digital, kecerdasan buatan, dan verifikasi. Temuan menunjukkan bahwa platform digital memfasilitasi penyebaran hadits secara luas tanpa verifikasi sumber yang memadai, meningkatkan risiko misinformasi dan atribusi yang tidak akurat. Terlepas dari tantangan ini, prinsip-prinsip ittiṣāl al-sanad , 'adālah , dan ḍabṭ tetap berlaku sebagai standar sistematis untuk menilai kredibilitas informasi di lingkungan digital. Studi ini berkontribusi dengan memposisikan kembali validasi sanad sebagai kerangka epistemologis kontemporer yang melampaui pemahaman hadits klasik untuk mendukung komunikasi keagamaan digital yang bertanggung jawab dan memperkuat otentisitas pengetahuan Islam di era transformasi digital.

Published
2026-09-21
How to Cite
Diana, I., & Bin Salman, A. M. (2026). The Validity of Sanad in Hadith Studies: Challenges and Relevance in the Digital Era. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(10.C), 98-108. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14532