MODAL SOSIAL KOMUNITAS OJEK PANGKALAN KOTA DUMAI
Abstract
Perkembangan transportasi berbasis aplikasi telah menciptakan persaingan yang memengaruhi keberlangsungan ojek pangkalan di Dumai. Meskipun mengalami penurunan jumlah penumpang, Komunitas Persatuan Ojek Bundaran (POB) tetap mampu mempertahankan keberadaannya melalui pemanfaatan modal sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk modal sosial komunitas ojek pangkalan di Dumai serta pemanfaatannya dalam mendukung keberlangsungan komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas ketua dan anggota POB. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial komunitas POB terbentuk melalui jaringan sosial, norma, dan kepercayaan. Ketiga unsur tersebut dimanfaatkan melalui penguatan hubungan antaranggota, kepatuhan terhadap aturan bersama, serta pemeliharaan hubungan dengan pelanggan dan masyarakat. Pemanfaatan modal sosial berkontribusi terhadap terpeliharanya solidaritas, loyalitas pelanggan, dan keberlangsungan komunitas di tengah persaingan dengan transportasi berbasis aplikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal sosial merupakan sumber daya utama yang mendukung eksistensi komunitas POB. Oleh karena itu, penguatan jaringan, norma, dan kepercayaan perlu terus dipertahankan untuk menjaga keberlangsungan komunitas

