STRATEGI TIM KEPERAWATAN DALAM MENJAGA KUALITAS PELAYANAN DI TENGAH KETERBATASAN SDM DI RUMAH SAKIT BEDAS KERTASARI: STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF
Abstract
Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) keperawatan merupakan isu global kritis yang berdampak langsung terhadap beban kerja, resiko burnout, dan potensi penurunan mutu pelayanan rumah sakit. Di RSUD Bedas Kertasari, rumah sakit daerah tipe baru dengan kapasitas 50 tempat tidur, perawat dihadapkan pada ketidakseimbangan rasio perawat-pasien, keterbatasan alat medis darurat pasca-ekspansi BPJS, dan tantangan geografis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi tim keperawatan dalam mengatasi keterbatasan SDM, menganalisis upaya mempertahankan kualitas pelayanan berdasarkan 5 dimensi SERVQUAL, serta mengeksplorasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis ini melibatkan 5 informan utama (Direktur, Ka. Instansi Rawat Inap, Ka. Instansi Bedah Sentral, serta 2 Pasien rawat inap) yang dipilih secara purposive sampling hingga mencapai saturasi data. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi (SIMRS & SOP). Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi/triangulasi sumber dan teknik. Hasil: Tim keperawatan RSUD Bedas Kertasari menerapkan kombinasi strategi adaptif dan manajerial, meliputi: (1) Penjadwalan shift dinamis, rotasi tugas berbasis kompetensi, dan sistem cross-check pemberian obat; (2) Penerapan komunikasi terapeutik berbasis protokol 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) dan intervensi empati proaktif; (3) Pemanfaatan SIMRS terintegrasi untuk verifikasi data administrasi; serta (4) Penguatan komitmen pelayanan berfokus pada keselamatan pasien. Kesenjangan (GAP) utama ditemukan pada keterbatasan perlengkapan medis darurat, hambatan navigasi/wayfinding bagi lansia, dan kekurangan tenaga kebersihan saat jam sibuk. Kesimpulan: Strategi kolaboratif-adaptif tim keperawatan terbukti efektif mempertahankan dimensi Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy, meskipun dimensi Tangibles masih terkendala fasilitas darurat. Diperlukan pengadaan alat medis darurat, peningkatan pelatihan teknologi canggih, dan optimalisasi sistem rekrutmen.

