Cerminan Diri Penari Laki-Laki Dalam Seni Tari Tradisional Melayu

Studi Kasus Di Sanggar Titah Negeri Kota Pekanbaru

  • Perdi Juanda Universitas Riau
  • Risdayati Risdayati Universitas Riau

Abstract

Penari laki-laki dalam seni tari tradisional Melayu kerap menghadapi stigma dan penilaian sosial, sebagaimana dialami oleh penari di Sanggar Titah Negeri Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk perlakuan masyarakat terhadap penari laki-laki serta respons mereka dalam membentuk konsep diri dengan menggunakan teori Looking glass self. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga penari laki-laki dan satu pelatih yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan validasi melalui triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya perlakuan negatif berupa ejekan dan pandangan merendahkan, serta perlakuan positif berupa dukungan dan penerimaan, terutama dari lingkungan sanggar dan orang terdekat. Respons penari menunjukkan proses adaptasi yang dinamis, dari dampak emosional awal hingga penguatan konsep diri melalui dukungan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan konsep diri penari laki-laki berlangsung melalui tahapan Looking glass self dan dipengaruhi oleh interaksi sosial di sekitarnya

Published
2026-08-23
How to Cite
Juanda, P., & Risdayati, R. (2026). Cerminan Diri Penari Laki-Laki Dalam Seni Tari Tradisional Melayu. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(8.B), 297-287. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14813

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>