Tata Tertib Sekolah dan Pembentukan Karakter Tanggung Jawab Siswa: Studi Kasus di SMP Negeri 1 Kayen Kidul Kabupaten Kediri
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan implementasi tata tertib sekolah, menganalisis proses internalisasi nilai tanggung jawab siswa melalui aspek moral knowing, moral feeling, dan moral action menurut Thomas Lickona, serta mengidentifikasi tantangan pelaksanaan tata tertib sekolah di SMPN 1 Kayen Kidul Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal. Informan penelitian berjumlah sembilan orang, terdiri atas Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, guru Bimbingan dan Konseling, serta siswa kelas VII dan VIII yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata tertib sekolah disusun secara partisipatif dan diterapkan melalui sistem poin pelanggaran berjenjang, tim tata tertib, kartu kendali, serta sanksi yang bersifat mendidik. Internalisasi nilai tanggung jawab berlangsung secara bertahap, ditandai pemahaman siswa yang cukup baik pada aspek moral knowing, kesadaran afektif yang masih bervariasi pada aspek moral feeling, serta perwujudan nyata pada aspek moral action berupa kehadiran tepat waktu, penyelesaian tugas, dan pemeliharaan kebersihan lingkungan. Tantangan pelaksanaan tata tertib bersifat multidimensional, meliputi rendahnya kesadaran siswa, ketidaksinkronan pola asuh keluarga, pengaruh teman sebaya, penggunaan gadget yang tidak terkontrol, serta keberagaman karakteristik siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas tata tertib sekolah bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial siswa.

