Pembangunan dan Transformasi Sosial Masyarakat Nelayan: Antara Peluang Ekonomi dan Kerentanan Penghidupan di Desa Tamasaju, Kabupaten Takalar
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembangunan terhadap perubahan struktur sosial dan kondisi ekonomi masyarakat nelayan, mengidentifikasi peluang ekonomi dan kerentanan penghidupan, serta mengkaji strategi adaptasi masyarakat nelayan di Desa Tamasaju, Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan berjumlah 10 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka mengenai aktivitas sosial ekonomi masyarakat nelayan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembangunan mendorong perubahan struktur pekerjaan dan berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi hubungan kerja antara punggawa dan sawi masih berlangsung; (2) pembangunan membuka peluang ekonomi melalui perdagangan ikan dan pekerjaan pendukung sektor perikanan, tetapi masyarakat masih menghadapi kerentanan akibat ketidakpastian hasil tangkapan, perubahan cuaca, keterbatasan modal, dan fluktuasi harga ikan; (3) masyarakat mengembangkan strategi adaptasi melalui diversifikasi pekerjaan, keterlibatan anggota keluarga dalam aktivitas ekonomi, pemanfaatan jaringan sosial, dan pengelolaan pengeluaran rumah tangga. Penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi sosial masyarakat nelayan berlangsung secara tidak merata, dengan memperlihatkan kesenjangan antara perkembangan fasilitas ekonomi dan penyesuaian kehidupan sosial masyarakat sebagaimana dijelaskan melalui konsep cultural lag William F. Ogburn.

