Tinjauan Yuridis-Sosiologis Pada Perkawinan Berbeda Agama Dalam HAM Dan Hukum Di Indonesia Serta Kedudukan pada Anak dari Perkawinan Berbeda Agama

  • Mutiara Mega Putri Utami Fakultas Hukum, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Taun Taun Fakultas Hukum, Universitas Singaperbangsa Karawang

Abstract

Indonesia consists of a diversity of ethnicities, races, cultures and beliefs. One of the most basic pluralisms of the Indonesian nation is the pluralism of beliefs held by the nation. In Indonesia, there are six recognized religions, each of which has its own rules. Like the rules of marriage. In Indonesia there are 2 marriage registration institutions, namely in Islam it is registered at the Office KUA while non-Muslims are registered at the Civil Registry Office (KCS). In KUA itself, interfaith marriages cannot be recorded, as well as in Disdukcapil unless there is a provision for dispensation. Indonesia needs regulations regarding religious marriages, so that there is no legal vacuum in this matter, especially since Indonesia is a pluralistic country where there are many different beliefs. So that there is no more debate in interfaith marriages.

References

Abd. Rozak A. Sastra, MA (2011): “Pengkajian Hukum Tentang Perkawinan Beda Agama (Perbandingan Beberapa Negara)” https://www.bphn.go.id/data/documents/pkj-2011-2.pdf, diakses pada tanggal 3 Oktober 2022.

Gautama Sudargo, Hukum Antar Golongan, PT Ichtiar Baru Van Hoeve Jakarta, 1980.

Iskandar Zulkarnain, Hubungan Antar Komunitas Agama Di Indonesia, Masalah Dan Penangannyanya, (2011), https://jurnal.dpr.go.id/index.php/kajian/article/view/540/435 diakses pada tanggal 03 Oktober 2022.

Kartika Erna Timur dan Abdul Rachmad Budiono, Penetapan Pengadilan Dalam Mengabulkan Dan Tidak Menerima Permohonan Perkawinan Beda Agama (Febuari 2015).

Kompilasi Hukum Islam

Marlen Jane Makalew (2013) “Akibat Hukum Dari Perkawinan Beda Agama Di Indonesia”: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/viewFile/1710/1352, diakses pada tanggal 03 Oktober 2022.

Mohd Hamid Liki (2006) Pengajian Tamadun Islam, ed.

Nugroho Dwi Yanto (2022) :"Jangan Kaget! Ini Jumlah Pasangan Nikah Beda Agama di Indonesia" https://populis.id/read13644/jangan-kaget-ini-jumlah-pasangan-nikah-beda-agama-di-indonesia, diakses pada tanggal 28 September 2022.

PA Probolinggo (2022). : "Konflik Norma Perkawinan Beda Agama Dalam Undang-Undang" https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/nadzirotus-sintya-falady- s-h-cpns-analis-perkara-peradilan-calon-hakim-2021-pengadilan-agama- probolinggo#:~:text=Perkawinan%20beda%20agama%20jelas%20bertentangan,keturunan%20melalui%20perkawinan%20yang%20sah, , diaksespadatanggal 28 September 2022.

Rangkuti Sundari, Hukum Lingkungan Dan Kebijaksanaan Lingkungan Nasional, (Edisi Ketiga, (Surabaya: Airlangga.University Press, 2005).

Rtama dan.Rusli, Perkawinan Antar Agama dan Masalahnya, Bandung Penerbit Pionir Jaya, 2000.

Somawinata Yusuf, Kewarisan Dzawil Arham di Indonesia Studi Penerapan Pasal 18. Kompilasi Hukum Islam Indonesia di Kecamatan Cimanuk Pandeglang, 2008, Cetakan ke-1.

Subekti, Pokokpokok Hukum Perdata, Jakarta, Intermasa 2003.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentangperkawinan

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan

Published
2023-01-12
How to Cite
Utami, M., & Taun, T. (2023). Tinjauan Yuridis-Sosiologis Pada Perkawinan Berbeda Agama Dalam HAM Dan Hukum Di Indonesia Serta Kedudukan pada Anak dari Perkawinan Berbeda Agama. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(1), 290-298. https://doi.org/10.5281/zenodo.7527563