Penerapan Model Pembelajaran Inquiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Afektif Peserta Didik Kelas XI SMK Negeri 4 Kota Ternate
Abstract
Penyelenggaraan pendidikan bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan semua potensinya sehingga menjadi manusia yang relatif lebih berbudaya, lebih baik dan lebih manusiawi. Hingga saat ini masih banyak ditemukan peserta didik kita yang dalam belajar cenderung hanya mempelajari materi dengan cara menghafal materi secara normatif saja. Karena itu, perlu diimplementasikan model yang dapat merangsang daya nalar peserta didik, supaya nalar mereka dapat berfungsi secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi metode pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar afektif pada mata pelajaran PAI. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitataif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK). Perbandingan hasil belajar afektif peserta didik, menunjukkan bahwa pada siklus I aspek kerajinan memiliki nilai sebesar 54,1% pada siklus II naik menjadi 89,1% meningkat sebesar 35% taraf keberhasilan yang dicapai baik atau terlaksana, selanjutnya aspek keberanian pada siklus I sebesar 55%, meningkat pada siklus II menjadi 87% keterlaksanaan yang dicapai sebesar 32% taraf keberhasilan afektif peserta didik yang dicapai baik, aspek minat tidak mengalami perubahan baik pada siklus I maupun Siklus II, pada aspek ini nilainya tetap 85%, dan pada aspek menghargai pendapat 59,1% pada siklus I meningkat pada siklus II menjadi 87% , dengan keterlaksanaan kegiatan meningkat sebesar 29,2.
References
Agustyaningrum, N., & Suryantini, S. (2016). Hubungan kebiasaan belajar dan kepercayaan diri dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 27 Batam. JIPMat, 1(2). http://journal.upgris.ac.id/index.php/JIPMat/article/view/1242
Arikunto, S. (2006). 2010 Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rhineka Cipta. http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/20191/1/ABSTRAK.pdf
Bahri, S. (2019). Pengembangan Pendidikan Islam di Era 4.0. Jurnal Transformatif (Islamic Studies), 3(2), 241–275.
Dananjaya, U. (2023). Media pembelajaran aktif. Nuansa cendekia.
Hermawati, K. A. (2021). Implementasi model inkuiri dalam pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti: Analisis pada materi pembelajaran toleransi. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 6(1), 56–72.
IndriyantI, D. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Self Confidence Siswa (Studi pada Siswa Kelas VIII SMP Islam Terpadu Bustanul Ulum Terbanggi Besar Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018). http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/32190
Krathwohl, D. R., Bloom, B. S., & Masia, B. B. (1964). Taxonomy of educational objectives, Book II. Affective domain. New York: David McKay Company.
Kuntoro, A. T. (2019). Manajemen mutu pendidikan Islam. Jurnal Kependidikan, 7(1), 84–97.
Muhali, M. (2018). Arah Pengembangan Pendidikan Masa Kini Menurut Perspektif Revolusi Industri 4.0. Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala. https://ejournal.mandalanursa.org/index.php/Prosiding/article/view/425
Musya’Adah, U. (2020). Peran Penting Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dasar. Aulada: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak, 2(1), 9–27.
Natalia, S. H. (2019). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fiqih Materi Binatang Yang Halal Dan Haram Melalui Metode Inquiry. AT-TA’DIB: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 30–37.
Nurhasanah, S. (2023). Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Menggunakan Metode Resitasi Pada Siswa Smp Al Razi Medan. Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia, 2(2), 186–199.
Nusroh, S., & Luthfi, E. (2020). Analisis Kesulitan Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) Serta Cara Mengatasinya. BELAJEA: Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 71–92.
Paputungan, E., & Paputungan, F. (2023). Pendekatan dan Fungsi Afektif dalam proses pemblajaran. Journal of Education and Culture (JEaC), 3(1), 57–65.
Parnawi, A. (2020). Penelitian tindakan kelas (classroom action research).
Priyanto, A. (2020). Pendidikan Islam dalam Era Revolusi Industri 4.0. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(2).
Saftari, M., & Fajriah, N. (2019). Penilaian ranah afektif dalam bentuk penilaian skala sikap untuk menilai hasil belajar. Edutainment, 7(1), 71–81.
Sudjana, N. (2010). Penilaian hasil proses belajar mengajar.
Sutrisno, J. (2008). Pengaruh metode pembelajaran inquiry dalam belajar sains terhadap motivasi belajar siswa.
Tayeb, T. (2017). Analysis and benefits of learning models. J. Pendidik. Dasar Islam, 4(2), 48–55.
Zulvawati, A., Isnaini, M., & Imtihana, A. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-Islam di SMP Muhammadiyah 4 Palembang. Jurnal PAI Raden Fatah, 1(1), 62–67.


