MANFAAT DAN PELUANG PERJANJIAN IA-CEPA (INDONESIA-AUSTRALIA COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT) DAN DAMPAKNYA TERHADAP EKSPOR IMPOR INDONESIA-AUSTRALIA
Abstract
Perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) menjadi pokok utama dalam mendorong kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan negara Australia. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis implementasi IA-CEPA dan dampaknya terhadap perdagangan ekspor dan impor Indonesia dengan Australia. Metode penelitian yang diterapkan ialah mix methods, menggabungkan pengumpulan data kualitatif dan analisis data menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) melalui pendekatan EFAS (External Factors Analysis Summary) dan IFAS (Internal Factors Analysis Summary). Data dianalisis secara kuantitatif untuk menghasilkan skor atau bobot untuk menghitung nilai total matriks untuk menentukan posisi di kuadran yang tepat. Untuk menentukan strategi yang dapat diterapkan dalam implementasi perjanjian IA-CEPA, diperlukan metode kualitatif setelah matriks IFAS dan EFAS dihasilkan melalui metode kuantitatif. Penelitian ini mangaplikasikan metode studi kepustakaan, di mana peneliti mencari sumber literatur terkait ekspor impor dari internet dan materi kuliah. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa implementasi IA-CEPA memberikan potensi peningkatan ekspor dan impor antara kedua negara. Kelebihan dalam sektor ekspor Indonesia, seperti produk pertanian dan manufaktur, dapat lebih kompetitif di pasar Australia. Namun, tantangan seperti kebijakan perdagangan global yang dinamis dan ketidakpastian geopolitik menjadi ancaman yang perlu diatasi. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi IA-CEPA memberikan potensi peningkatan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Australia, dengan beberapa peluang dan tantangan yang perlu dikelola. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia dapat menggunakan hasil analisis ini sebagai dasar untuk mengambil kebijakan yang mendukung pertumbuhan perdagangan internasional dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
References
Freddy Rangkuti, Analisis SWOT Tekhnik Membedah Kasus Bisnis Reorientasi Konsep Perencanaan Strategi Untuk Menghadapi Abad 21, hal 19.
Fukunaga, Y. (2015). ASEAN's Leadership in the R egional C omprehensive E conomic P artnership. Asia & the Pacific Policy Studies, Vol. 2, No 1, 103-115.
Mudrajad Kuncoro, Strategi Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif, (Jakarta: Erlangga, 2006) hal 51-53.
Pearce, J. A., & Robinson, R. B. (2008). Manajemen strategis: formulasi, implementasi, dan pengendalian. Jakarta: Salemba Empat. hal. 229-230.
Pfaltzgraff Jr, R. L. (1997). Contending theories of international relations: A comprehensive survey.
Salvatore, D. 2013. International Economics: The Law of Comparative Advantage More Than Two Nations, 11st Ed.
Trade Map. (2022). Trade statistics for international business development . IT


