Analisis Resepsi Khalayak Dewasa Awal Terkait Toxic Relationship Melalui Tayangan Youtube Gita Savitri Devi” Respon Kasus Lesti Pertanda Netizen Kurang Berempati #Beropini Eps 88
Abstract
Toxic relationship merupakan masalah yang cukup serius di tahun 2022. Di Indonesia, menurut catatan tahunan Komnas Perempuan (2022), terdapat 813 kasus kekerasan pasangan suami istri dan 463 kasus kekerasan mantan pacar.Salah satu kasus yang sempat menarik perhatian masyarakat indonesia ialah kasus yang terjadi oleh seorang public figur yaitu Lesti Kejora yang mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya Rizki Bilar. Kasus kekerasan yang dialami oleh Lesti Kejora dibahas oleh Gita Savitri Devi yang merupakan influencer dikanal channel youtubenya yang berjudul “Respon Kasus Lesti Pertanda Netizen Kurang Berempati” #Beropini eps 88. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pemaknaan dewasa awal terhadap isu Toxic Relationship dalam konten “Respon Kasus Lesti Pertanda Netizen Kurang Berempati” dan untuk mengetahui bagaimana hasil dari proses analisis resepsi yang akan mengkategorikan audience dalam posisi Dominant Reading, Negotiated Reading dan Oposisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis resepsi dan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori resepsi khalayak dan teori encoding – decoding dari Stuart Hall. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Terdapat empat informan yang masuk dalam posisi Dominant Reading yaitu informan yang menyetujui dan menerima begitu saja isi dari konten “Respon Kasus Lesti Pertanda Netizen Kurang Berempati” karena mereka berpendapat sesuai dengan pengalaman yang mereka alami. Terdapat satu informan yang masuk dalam posisi Negotiated Reading informan ini setuju tetapi mengkritisi isi konten “Respon Kasus Lesti Pertanda Netizen Kurang Berempati”. Terdapat dua informan yang masuk dalam posisi Oppositional Reading yaitu informan tidak setuju dengan isi konten “Respon Kasus Lesti Pertanda Netizen Kurang Berempati” alasannya karena isi vidio tersebut tidak sesuai dengan pengalaman yang mereka rasakan.
References
Agatha, F. (2022). Analisis Resepsi Khalayak yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terkait konten kesehatan mental padaYoutube Menjadi Manusia. 2017, 12–39.
Ardiansah, A. (2020). Analisis resepsi mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Surabaya tentang pesan youtube Bangga Surabaya. Skripsi, 129. http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/43422
CNN, I. (2022). Kronologi Kasus KDRT Rizky Billar ke Lesti Kejora hingga Resmi Ditahan. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20221013170917-234-860223/kronologi-kasus-kdrt-rizky-billar-ke-lesti-kejora-hingga-resmi-ditahan
Dzulhidayat. (2022). RESEPSI TENTANG PERNYATAAN CHILDFREE GITA SAVITRI PADA TAYANGAN YOUTUBE ANALISA CHANNEL. 8.5.2017, 2003–2005.
Elfariyana, L. N. (2019). KONSTRUKSI NILAI MOTIVASI DALAM VLOG YOUTUBE GITA SAVITRI “Setelah S1, What’s Next?” BEROPINI EP.6. 6, 127.
Hafied Cangara, H. (2018). PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI (cetakan ke). KDT.
Hardani, S., Wilaela, Bakhtiar, N., & Hertina. (2010). Perempuan dalam Lingkaran KDRT.
Ibrahim, T. (2022). BOOK OF TOXIC RELATIONSHIP (Alviani (ed.); 2nd ed.). Bright Publisher.
Kompas, T. (2022). Lesti Kejora Cabut Laporan, Komnas Perempuan: Siklus KDRT, Bisa Semakin Memburuk. https://www.kompas.tv/article/338083/lesti-kejora-cabut-laporan-komnas-perempuan-siklus-kdrt-bisa-semakin-memburuk
Kusuma, C., Citraningtyas, C. E. C., & Murtiharso, Y. D. (2022). Pemaknaan Khalayak Terhadap Ruang Privasi Selebriti Melalui Tayangan Youtube “ Malam Pertama ” ( Analisis Resepsi Stuart Hall Dalam Adegan Tayangan Saluran YouTube Atta Halilintar Di kalangan Remaja Madya Usia 15-17 Tahun ). 14(1), 15–25.
M.A., M., & Wardhani, D. A. C. (2010). TEORI KOMUNIKASI MASSA (R. Sikumbang (ed.); 1st ed.). PT Ghalia Indonesia.
Manzilati, M. (2017). BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian. 50–62.
Meilana Putri, I. B. (2019). KOMUNIKASI PERSUASIF APARAT PENYIDIK TERHADAP TERSANGKA DALAM MENGUNGKAP KASUS KEKERASAN SEKSUAL DI POLRESTA TANGERANG (Studi Kasus pada Unit 5 Perlindungan Perempuan dan Anak). KOMUNIKASI, 112.
Mertha jaya, I. M. L. (2021). METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF ( fira Husaini (ed.); cetakan ke). QUADRANT.
Perlindungan, T., Dan, S., Rahmat, D., Yang, T., Esa, M., & Indonesia, P. R. (2014). www.bphn.go.id. 3.
Praptiningsih, N. A., & Putra, G. K. (2021). Toxic Relationship Dalam Komunikasi Interpersonal Di Kalangan Remaja. Communication, 12(2), 132. https://doi.org/10.36080/comm.v12i2.1510
Pujarama, W., & yustisia, rizki ika. (2020). APLIKASI METODE ANALISIS RESEPSI UNTUK PENELITIAN GANDER DAN MEDIA (R. F. Hasni (ed.); 1st ed.). UB Press.
Rahayu Rahma Ningsih, T. (2022). Konsep Rebt Dalam Menangani Toxic Relationship Remaja Perempuan. http://repository.iainbengkulu.ac.id/id/eprint/8095
Reynata, A. V. E. (2022). Penerapan Youtube Sebagai Media Baru Dalam Komunikasi Massa. … : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, Vol 19, No, 97. https://komunikologi.esaunggul.ac.id/index.php/KM/article/view/514%0Ahttps://komunikologi.esaunggul.ac.id/index.php/KM/article/download/514/254
Savitri, A. (2021). A HANDBOOK FOR TOXIC RELATIONSHIP (Nimas (ed.); cetakan 1). Penerbit Brilliant.
Sugiyono, P. D. (2018). METODE PENELITIAN KUALITATIF (3rd ed.). ALFABETA,CV.
Theo Cristian. (2021). The Art Of Ending Toxic Relationship (C. Theo (ed.); cetakan pe). Vice Versa Books.
Tirta, D. (2014). Paradigma Konstruktivisme. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 48, 47–60.
Umanailo, M. C. B. (2019). Paradigma Konstruktivis Preprints. Researchgate, October, 96–97. https://doi.org/10.31219/osf.io/9ja2t
UMM. (2015). BAB IV GAMBARAN UMUM VIDEO BLOG GITA SAFITRI DEVI Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah akun. 57–80.
UNAIR. NEWS. (2019). Waspada! Toxic Relationship Semakin Meningkat Setiap Tahunnya. Unair. News. https://news.unair.ac.id/2019/12/26/waspada-toxic-relationship-semakin-meningkat-setiap-tahunnya/?lang=id
Wahidar, T. I., & Shafira Ardhana Reswari. (2022). Analisis Resepsi Toxic Relationship dalam Film Pendek All Too Well Karya Taylor Swift. Medium, 9(2), 332–346. https://doi.org/10.25299/medium.2021.vol9(2).10035
Wulandari, R., Sosiologi, J., Ilmu, F., Dan, S., Politik, I., & Sriwijaya, U. (2021). SKRIPSI FENOMENA TOXIC RELATIONSHIP DALAM PACARAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS FENOMENA TOXIC RELATIONSHIP DALAM.
Yani, D. I. (2020). ANALISIS PERBEDAAN KOMPONEN CINTA BERDAS. 8(75), 147–154. https://doi.org/10.1016/j.jnc.2020.125798%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.smr.2020.02.002%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/810049%0Ahttp://doi.wiley.com/10.1002/anie.197505391%0Ahttp://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780857090409500205%0Ahttp:
Zellatifanny, C. M., & Mudjiyanto, B. (2018). Tipe Penelitian Deskripsi Dalam Metode Penelitian. Diakom : Jurnal Media Dan Komunikasi, 1(2), 83–90.


