Manajemen Pendidikan Kristen
Abstract
Manajemen pendidikan Kristen merupakan sebuah bidang keilmuan baru yang dilahirkan di Indonesia, Program studi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan Kristen. Oleh karena itu, tujuan dari studi ini adalah untuk mengeksplorasi berbagai sektor, peluang, dan pengembangan pendidikan Kristen dalam konteks Indonesia. Studi ini menemukan tiga sektor manajemen pendidikan Kristen mulai dari level terendah sampai tertinggi, yaitu sektor mikro, meso, dan makro. Bidang manajemen pendidikan Kristen dapat lebih maju di masa mendatang karena pemerintah telah mengeluarkan beberapa regulasi terkait peningkatan lembaga pendidikan Kristen melalui berbagai kebijakan. Selain itu, para pemangku kepentingan dan peneliti dalam bidang pendidikan boleh memberikan perhatiaan serius terkait kajian manajemen pendidikan Kristen supaya setiap lembaga pendidikan Kristen dapat menjalankan fungsinya secara efektif dan efisien.
References
Boeren, E. (2019). Understanding sustainable development goal (SDG) 4 on “quality education” from micro, meso and macro perspectives. International Review of Education, 65(2), 277-294. https://doi.org/10.1007/s11159-019-09772-2
Ditjen Bimas Kristen. (2019). PTKN (Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri). Retrieved from https://bimaskristen.kemenag.go.id/#peta_satker
Ditjen Bimas Kristen. (2018). Renstra ditjen bimas Kristen 2015-2019. Retrieved from https://bimaskristen.kemenag.go.id/infopenting13-renstra-ditjen-bimas-kristen-2015--2019.html
Ditjen Bimas Kristen (2019). Laporan kinerja 2018. Retrived from https://bimaskristen.kemenag.go.id/infopenting-14-laporankinerja-ditjen-bimas-kristen-tahun-2017.html.
Hoon, C. Y. (2011) Mapping “Chinese” Christian schools in Indonesia: Ethnicity, class and religion. Asia Pacific Education Review, 12(3), 403–411. https://doi.org/10.1007/s12564-010-9144-7
Hirsch, D. (2003). The management of learning, schools and systems. Networks of Innovation, OECD/CERI, 2003. Retrieved from https://www.oecd.org/site/schoolingfortomorrowknowledgebas e/themes/innovation/41284048.pdf
Kristiana, T. G., Winardi, Y., & Hidayat, D. (2017). Biblical integration in a mathematics classroom: Qualitative research in a senior high school. JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education, 1(1), 1-9. https://doi.org/10.19166/johme.v1i1.709
Kuhon, R. R. (2020). Decentralization and education for all Indonesia. Polyglot: Jurnal Ilmiah, 16(1), 14-33. https://doi.org/10.19166/pji.v16i1.1996
Lumban Gaol, N. T. (2020). Sejarah dan konsep manajemen pendidikan. Jurnal Dinamika Pendidikan, 13(1), 79-88. http://ejournal.uki.ac.id/index.php/jdp/article/view/1373
Lumban Gaol, N. T. (2017). Teori dan implementasi gaya kepemimpinan kepala sekolah. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 4(2), 213- 219. https://doi.org/10.24246/j.jk.2017.v4.i2.p213-219
Lumban Gaol, N. T., & Nababan, A. (2019). Kepemimpinan guru pendidikan agama Kristen. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 6(1), 89-96. https://doi.org/10.24246/j.jk.2019.v6.i1.p89-96
Nadeak, E. H., & Hidayat, D. (2017). Karakteristik pendidikan yang menebus di suatu sekolah Kristen [The characteristics of redemptive education in a Christian school]. Polyglot: Jurnal Ilmiah, 13(2), 87-98. https://doi.org/10.19166/pji.v13i2.439
Portal Informasi Indonesia. (2017). Agama. Retrieved from https://indonesia.go.id/profil/agama
Schreiner, L. A. (2018). What good is Christian higher education? Christian Higher Education, 17(2), 33– 49. https://doi.org/10.1080/15363759.2018.1404362
Van der Walt, J. L., & Zecha, G. (2004). Philosophical-pedagogical criteria for assessing the effectiveness of a Christian school. Journal of Research on Christian Education, 13(2), 167-198. https://doi.org/10.1080/10656210409484968
Wulanata, I. A. (2018). Peran dan karya Roh Kudus serta implikasinya terhadap pengembangan pribadi dan kualitas pengajaran guru Kristen [Roles and work of the Holy Spirit and the implications for the personal development and teaching quality of Christian teachers]. Polyglot: Jurnal Ilmiah, 14(1), 19-30. https://doi.org/10.19166/pji.v14i1.326


