Review : Efektivitas Vaksin Antirabies pada Manusia dan Cara Pemberantasan Kasus Rabies yang ada di Indonesia

  • Sekar Ayu Maharani Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Indah Laily Hilmi Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Salman Salman Universitas Singaperbangsa Karawang

Abstract

Rabies (mad dog disease) is a severe infection of the central nervous system by the rabies virus (family Rhabdoviridae, genus Lyssavirrus). This disease is caused by the bite of an animal suffering from rabies which is transmitted to humans. Some animals that are classified as animals at risk of rabies include dogs, cats, monkeys, rabbits, goats, cows and horses. According to WHO, all GHPR sufferers must be given VAR. Anti Rabies vaccine is given in primary care health facilities that can act as a rabies center in rabies endemic areas. The Anti Rabies vaccine is an active vaccine that must be considered in the cold chain starting from the provincial to regional levels so that the virus content contained in it can form an optimal antibody response when injected into the body of GHPR sufferers. The results of the literature review were obtained after going through the literature search and selection process, there were 10 journals that were reviewed simultaneously and carefully.

References

Wijaya, R., Kurniawan, R., & Wijaya, I. (2022). Faktor Predisposisi Pencegahan Penyakit Rabies di Wilayah Kerja Puskesmas Donggo Kabupaten Bima. Jurnal Promotif Preventif, 5(1), 32-37.

Datu, M., Paturusi A., & Moleong M. (2021). Karakteristik Penderita Gigitan Anjing Hewan Penular Rabies Di Puskesmas Ge’tengan Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja. Jurnal Kesehatan Masyarakat UNIMA. Vol.02, No.04 : November 2021, Hal 19-16.

Ayu Ria Widiani, G., & Mahardika Yasa, I. M. (2022). Laporan Kasus: Seorang Penderita dengan Kecurigaan Rabies. Jurnal Ilmiah Kedokteran Dan Kesehatan, 1(3), 82-88.

Windiyaningsih., C. Vaksinasi Anti Rabies Intradermal Dapat Menjadi alternative Untuk Pencegahan rabies Pada Kasus Gigitan Oleh Hewan Penular Rabies di Indonesia. (2016). Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol.7 No.1 Juni.

Mamoto, G. G. (2021). Implementasi Kebijakan Pemerintah Dalam Penanggulangan Hewan Beresiko Rabies di Kabupaten Minahasa Tenggara (Studi di Dinas Pertanian Kab. Minahasa Tengah). Jurnal Glovernance. Vol.1 No.2.

Kemenkes (2014) : Infodatin 2014, Situasi dan Analisis Rabies.

Hoetman E. dkk. (2016) Pengetahuan, Sikap, Dan Perikau Masyarakat Terhadap Penyakit Rabies Di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur: Universitas Katolik Atma Jaya.

Huwae L.B.S, Sanki M., Pirsouw, C.S., (2018) gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat tentang pencegahan rabies di desa morekau kecamatan seram barat kabupaten seram bagian barat. Universitas pattimura. Maluku.

Mohan, K. (2016) sikap dan pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan penyakit rabies di Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung Bali: Fakultas Kedokteran Udayana.

Uharea Rosmila, Abdullah Abdi (2017); Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies di wilayah Kerja PuskesmasBere-Bere Kecamatan Morotai Utara Kabupaten Pulau Moritai Tahun 2015; SAINS Vol. XIII.

Siburian, L. (2018). Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Terhadap Pencegahan Rabies Di Desa Sitinjo Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi.Poltekes Kemenkes Medan.

Ditjen PP & PL,Subdit Zoonosis, Depkes R.I. (2013). Laporan Tahunan Situasi Rabies.

Nugraha, E. Y., Batan, I. W., & Kardena, I. M. (2017). Sistem Pemeliharaan Anjing dan Tingkat Pemahaman Masyarakat terhadap Penyakit Rabies di Kabupaten Bangli, Bali. Jurnal Veteriner, 18(2), 274–282.

Fong, F., & Susanto, D. H. (2014). Pencegahan Penyakit Rabies dengan Pendekatan Lingkungan. Jurnal Kedokteran Meditek, 7(6), 1–7.

Batan, I. W., et al. (2014). Penyebaran Penyakit Rabies pada Hewan Secara Spasial di Bali pada Tahun 2008-2011. Jurnal Veteriner, 15(2), 205–211.

Published
2023-02-28
How to Cite
Maharani, S., Hilmi, I., & Salman, S. (2023). Review : Efektivitas Vaksin Antirabies pada Manusia dan Cara Pemberantasan Kasus Rabies yang ada di Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(4), 473-479. https://doi.org/10.5281/zenodo.7684314