Faktor Risiko Dan Pengalaman Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) Pada Remaja Perempuan Yang Berpacaran

  • Jevelyn Shelian Universitas Udayana
  • Made Padma Dewi Bajirani Universitas Udayana
Kata Kunci: studi kualitatif, remaja perempuan, NSSI, hubungan romantis

Abstrak

Masa remaja merupakan fase transisi penting yang ditandai dengan perubahan fisik, kognitif, sosioemosional, serta pencarian identitas diri. Pada tahap ini, remaja rentan mengalami tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi, yang kerap mendorong munculnya strategi koping maladaptif berupa non-suicidal self-injury (NSSI). Masa pencarian jati diri remaja juga ditandai dengan munculnya hubungan romantis dengan lawan jenis yang dapat berkaitan dengan meningkatnya perilaku NSSI. Data menunjukkan bahwa remaja perempuan memiliki prevalensi NSSI lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Fenomena mengenai faktor risiko dan pengalaman NSSI pada remaja perempuan yang berpacaran menjadi penting untuk dikaji lebih dalam karena perilaku NSSI juga dapat berisiko sebagai percobaan untuk bunuh diri dan kematian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan peserta penelitian yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah tiga remaja perempuan berusia 20 hingga 21 tahun dan sedang menjalin hubungan berpacaran. Penggalian data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur yang dilengkapi dengan pencatatan lapangan. Kemudian data dianalisis menggunakan teknik reflexive thematic analysis (RTA). Berdasarkan enam fase analisis yang telah dilakukan, penelitian mengungkapkan faktor risiko dan pengalaman NSSI pada remaja perempuan yang berpacaran. Temuan faktor risiko mengungkapkan tiga faktor: faktor dalam diri, faktor relasi dengan pacar, dan faktor lainnya. Temuan pada pengalaman mencakup: onset NSSI, bentuk dan motif NSSI, respon pacar, dan dampak kehadiran pacar terhadap pemulihan. Hasil penelitian ini berkontribusi pada literatur psikologi klinis, psikologi perkembangan, dan psikologi sosial, serta dapat menjadi acuan dalam merancang pendampingan fisik dan psikologis bagi remaja perempuan yang berisiko melakukan NSSI. 

Diterbitkan
2026-05-22