HUBUNGAN KONDISIONAL KONFLIK TUGAS-HUBUNGAN DALAM MENENTUKAN EFEKTIVITAS NEGOSIASI: KAJIAN SISTEMATIS PERILAKU ORGANISASI
Abstract
Studi literatur ini bertujuan menganalisis hubungan kondisional antara konflik organisasi dan efektivitas negosiasi. Konflik didefinisikan berdasarkan tiga dimensi: konflik tugas, hubungan, dan proses, sementara efektivitas negosiasi diukur dari kualitas dan keberlanjutan kesepakatan serta kepuasan pihak yang terlibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur sistematis dengan analisis data sintesis tematik dari jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan buku akademik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa konflik hubungan secara konsisten berdampak negatif terhadap efektivitas negosiasi karena memicu ketegangan emosional dan hilangnya kepercayaan. Sebaliknya, konflik tugas, ketika dikelola melalui negosiasi integratif, dapat meningkatkan efektivitas negosiasi dengan mendorong kreativitas, memperkaya opsi solusi, dan menghasilkan kesepakatan yang lebih berkualitas. Hubungan konflik-negosiasi bersifat kontekstual, dipengaruhi secara signifikan oleh jenis konflik dan strategi penyelesaian yang digunakan. Variasi hasil penelitian terdahulu dapat dijelaskan oleh perbedaan tipe konflik yang diuji, indikator keberhasilan, dan konteks budaya organisasi. Kesimpulannya, konflik tidak selalu disfungsi; ia dapat menjadi sumber inovasi jika dikelola secara konstruktif.


