Duri Dalam Daging Sebagai Sumber Resiliensi: Kajian Teologis 2 Korintus 12:1–10 bagi Gereja dan Pendidikan Agama Kristen
Abstrak
Penelitian ini membahas konsep duri dalam daging dalam 2 Korintus 12:1–10 sebagai dasar pengembangan teologi resiliensi, yaitu pemahaman iman yang menempatkan kelemahan manusia sebagai ruang bagi kasih karunia Allah bekerja. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis kepustakaan dengan analisis teks melalui metode hermeneutik historis-kritis Gordon Fee dan Douglas Stuart. Kajian ini mengintegrasikan teori sumber resiliensi Edith Grotberg (I Am, I Have, I Can) dengan Kristologi kelemahan Paulus, sehingga menghasilkan model teologis yang menggambarkan bahwa penderitaan bukan tanda ketidakhadiran Allah, melainkan proses pembentukan iman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan manusia menjadi sarana bagi kuasa Allah untuk meneguhkan iman dan menumbuhkan ketahanan spiritual. Secara praktis, teologi resiliensi ini relevan untuk pelayanan pastoral, pendidikan agama Kristen, dan pengembangan gereja sebagai komunitas yang tangguh, terbuka dan mampu mendampingi umat dalam menghadapi krisis global.
Referensi
Adiprasetya, J. (2019). Raja Yang Menderita. BPK Gunung Mulia.
Barnett, Paul. (2013). The Second Epistle To The Corinthians. Wm. B. Eerdmans Publishing. (Original work published 1997).
Baxter, S., & Soedirdjo, S. (2017). Menggali Isi Alkitab 4: Roma sampai dengan Wahyu. Yayasan Komunikasi Bina Kasih.
Budiman, K. S. (2013). 7 Model Kristologi Sosial. Literarur SAAT.
Hakh, S. B. (2010). Perjanjian Baru: Sejarah, Pengantar dan Pokok-pokok Teologisnya. Bina Media Informasi.
Hendriani, W. (2019). Resiliensi Psikologis Sebuah Pengantar. Kencana.
Kruse, C., Carson, D. A., France, R. T., & Munthe, A. (2017). Tafsiran Alkitab Abad ke-21 jilid 3: Matius-Wahyu. Yayasan Komunikasi Bina Kasih.
Loupatty, V. (2020). Gereja Sebagai Persekutuan yang Rentan Menjadi Titik Berangkat untuk Mitigasi Bencana Nonalam. Pute Waya, Jurnal Sosiologi Agama IAKN Manado, Vol. No.1.
Nasution, S. M. (2011). Resiliensi: Daya Pegas Menghadapi Trauma Kehidupan. USU Press.
Oktavia, W. K., & Muhopilah, P. (2021). Model Konseptual Resiliensi di Masa Pandemi Covid-19: Pengaruh Religiusitas, Dukungan Sosial dan Spiritualitas. Jurnal Psikologia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Vol.26 No.1.
Paskah, Y. G., & Huwae, A. (2024). Hidup dalam Kurungan Trauma: Studi Tingkat Depresi dan Ide Bunuh Diri pada Remaja yang Mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 15(3), 388–396. https://doi.org/10.23887/jibk.v15i3.87322
Rachma, H., & Febrianti, T. (2021). Faktor Determinan Sosial Risiko Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) Pasca Kejadian Bencana Tsunami Selat Sunda Social Determinants of Risk Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) after The Sunda Strait Tsunami Disaster. In Jurnal Kesehatan (Vol. 12, Issue 2). Online. http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK
Reynolds, T. E. (2008). Vulnerable Communion: A Theology of Disability and Hospitality. Brazos Press.
Schoon, I. (2006). Risk and Resilience: Adaptation in Changing Times. Cambridge University Press.
Song, C.-S. (2008). Allah Yang Turut Menderita. BPK Gunung Mulia.
Stuart, D., & Fee, G. (2011). Hermeneutik: Menafsirkan Firman Tuhan Dengan Tepat. Penerbit Gandum Mas.
Sutanto, H. (2015). Hermeneutik: Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab. Literatur SAAT.
Tafonao, T. (2018). Makna Penderitaan Menurut Pandangan Rasul Paulus Berdasarkan II Korintus 12. Jurnal Bijak, Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta, Vol 1 No. 2.
Tandiono, I. M., Dewi, F. I. R., & Soetikno, N. (2020). Ide Bunuh Diri Pada Remaja Korban Perundungan: Keberfungsian Keluarga Dan Kualitas Hubungan Pertemanan Sebagai Prediktor. Jurnal Psikologi, 13(2), 156–172. https://doi.org/10.35760/psi.2020.v13i2.3307
Vacek, H. (2015). STRD-Madness: American Protestant Responses to Mentall Illness. Baylor University Press.
Wilkinson, B., Boa, K., & Setyo, N. (2017). Talk Thru The Bible. Gandum Mas.

