Pengaruh Self-Regulated Learning dan Penggunaan Generative AI terhadap Kemampuan Berpikir Kritis

  • Wanda Aisyah Universitas Negeri Jakarta
  • Marsofiyati Marsofiyati Universitas Negeri Jakarta
  • Ervina Maulida Universitas Negeri Jakarta

Abstract

 

 

 

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-regulated learning dan penggunaan generative AI dengan ChatGPT terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik SMK Negeri 8 Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi berjumlah 107 peserta didik jurusan Manajemen Perkantoran kelas X dan XI, dengan teknik total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner onlinemenggunakan Microsoft Form dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan software SmartPLS-4. Hasil penelitian menunjukkan: (1) self-regulated learningberpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dengan nilai koefisien 0,348, t-statistic 4,045, dan p-value 0,000; (2) penggunaan generative AI (ChatGPT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dengan nilai koefisien 0,235, t-statistic 2,363, dan p-value 0,018; (3) self-regulated learning dan generativeAI secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dengan nilai R-square sebesar 0,216. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi faktor internal (self-regulated learning) dan faktor eksternal (generative AI) berkontribusi dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Published
2026-04-25
How to Cite
Aisyah, W., Marsofiyati, M., & Maulida, E. (2026). Pengaruh Self-Regulated Learning dan Penggunaan Generative AI terhadap Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(4.B), 257-270. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14010