Pengaruh Self-Regulated Learning Strategies dan Efikasi Diri terhadap Literasi AI Siswa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Self-Regulated Learning Strategies (SRLS) dan efikasi diri (self-efficacy) terhadap literasi kecerdasan buatan (AI) siswa, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi AI dan kemandirian belajar siswa SMK di Indonesia, sebagaimana ditunjukkan oleh data Rapor Pendidikan SMK tahun 2024 yang mencatat indikator kemandirian belajar sebesar 20,59%, serta hasil pra-riset yang menunjukkan bahwa pengetahuan siswa terhadap aplikasi berbasis AI masih tergolong rendah (50%). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel penelitian terdiri dari 143 siswa kelas XI dan XII Kompetensi Keahlian Manajemen Perkantoran di SMK Negeri 8 Jakarta yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian diadaptasi dari Wang et al. (2025) dan Farmanesh et al. (2025), kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SRLS berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi AI siswa dengan koefisien jalur sebesar 0,481 (T-statistik = 7,333; p < 0,001) dan effect size besar (f² = 0,395), efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi AI dengan koefisien jalur sebesar 0,364 (T-statistik = 6,532; p < 0,001) dan effect size sedang (f² = 0,227), serta SRLS dan efikasi diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap literasi AI dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,457, yang menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 45,7% variansi literasi AI. Temuan ini sejalan dengan Social Cognitive Theory yang menekankan peran interaksi antara faktor personal dan perilaku dalam membentuk hasil belajar.


