TRADISI SURONAN DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT JAWA DI DESA EMPANG PANDAN KECAMATAN KOTO GASIB SIAK RIAU
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman Masyarakat dalam memaknai tradisi suronan didesa empang pandan serta untuk mengetahui bentuk tradisi suronan yang ada di desa empang pandan dan cara pelestarian tradisi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi langsung. Dalam penelitian ini peneliti mengambil 4 informan umum dan 2 informan kunci (key informan). Dari hasil temuan dengan Kepala Desa, tokoh adat, aparat desa, ibu-ibu, dan generasi muda dapat disimpulkan bahwa tradisi Suronan masih dipahami dan dihargai sebagai bagian penting dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat transmigran Jawa di desa Empang Pandan. Tradisi ini dipandang sebagai warisan budaya dan religi yang memiliki makna mendalam dalam mempererat hubungan sosial, menumbuhkan rasa syukur, serta memperkuat identitas masyarakat transmigran. Pelaksanaan tradisi Suronan di Desa Empang Pandan hingga kini masih berjalan dengan baik. Rangkaian kegiatan seperti doa bersama, makan bersama, serta santunan anak yatim yang menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut. Pemberian sedekah ini dipandang sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan. Keseluruhan kegiatan Suronan tidak hanya menjadi sarana silaturahmi antarwarga lintas suku, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan religiusitas serta sebagai tolak bala yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. Meskipun terdapat beberapa perubahan dalam bentuk pelaksanaannya dan partisipasi generasi muda mulai berkurang, masyarakat tetap menunjukkan komitmen kuat untuk melestarikan tradisi ini. Dukungan dari pemerintah desa, tokoh adat, dan partisipasi aktif warga menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan tradisi Suronan ke depan, masyarakat berharap agar pelaksanaannya dapat terus disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat transmigran di Desa Empang Pandan.

