FENOMENA "QUEEN TREATMENT" PADA GEN Z: KAJIAN TERHADAP PERGESERAN MAKNA FEMINISME
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena "Queen Treatment" yang berkembang di kalangan Generasi Z serta kaitannya dengan pergeseran makna feminisme di era digital. Metode yang digunakan adalah literature review atau kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif, melalui pengumpulan dan analisis berbagai jurnal ilmiah, artikel akademik, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa "Queen Treatment" dipahami oleh Gen Z sebagai standar perlakuan istimewa dalam hubungan romantis yang dikonstruksi melalui konten media sosial, khususnya TikTok, Instagram, dan X. Fenomena ini memperlihatkan terjadinya pergeseran makna feminisme dari gerakan pembebasan struktural menuju bentuk validasi sosial berbasis konsumsi dan performativitas gender. Media sosial berperan besar dalam membentuk standar relasi modern serta mempengaruhi cara pandang generasi muda terhadap kesetaraan gender. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pergeseran tersebut merupakan cerminan dari postfeminisme yang terinternalisasi dalam budaya populer digital. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah penggunaan metode wawancara mendalam dan survei pada populasi Gen Z untuk memperoleh data empiris yang lebih komprehensif.

