PENGALAMAN INDIVIDU DENGAN ATTACHMENT ANXIETY DALAM HUBUNGAN PACARAN PADA DEWASA AWAL

  • Marssel Michael Sengkey Universitas Negeri Manado
  • Achilles William Ferdinand Universitas Negeri Manado
  • Anabel Virlia Carlos Universitas Negeri Manado
  • Patricia Debra Ann Kawilarang Universitas Negeri Manado

Abstract

Attachment anxiety merupakan salah satu bentuk insecure attachment yang ditandai dengan ketakutan akan penolakan, kekhawatiran ditinggalkan pasangan, kebutuhan yang tinggi akan kedekatan, serta kecenderungan mencari kepastian secara berlebihan dalam hubungan romantis. Fenomena ini banyak ditemukan pada individu dewasa awal yang sedang menjalani hubungan pacaran dan dapat memengaruhi kualitas hubungan maupun kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis temuan-temuan penelitian mengenai pengalaman individu dengan attachment anxiety dalam hubungan pacaran pada dewasa awal, faktor-faktor yang memengaruhinya, dampaknya terhadap kualitas hubungan, serta faktor protektif yang membantu individu mengelola kecemasan keterikatan tersebut. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 12 penelitian yang relevan dengan topik attachment anxiety pada hubungan romantis dewasa awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa individu dengan attachment anxiety umumnya mengalami ketakutan akan penolakan dan ditinggalkan pasangan, kecemburuan yang berlebihan, ketergantungan emosional, kebutuhan tinggi akan reassurance, overthinking, serta rendahnya penilaian terhadap diri sendiri. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap munculnya attachment anxiety meliputi childhood adversity, perceraian orang tua, emotional abuse, pengalaman pengasuhan yang kurang optimal, parentification, serta pengalaman hubungan yang tidak sehat. Attachment anxiety ditemukan berkaitan dengan rendahnya kualitas hubungan, meningkatnya konflik interpersonal, kecemburuan, ketergantungan emosional, bertahannya individu dalam hubungan yang abusif, hingga meningkatnya kerentanan terhadap distress psikologis. Adapun faktor protektif yang ditemukan meliputi forgiveness, social support, dan self-compassion.

Temuan ini menunjukkan bahwa attachment anxiety merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh pengalaman relasional sejak masa awal kehidupan hingga pengalaman romantis pada masa dewasa awal. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan faktor protektif dan pengembangan intervensi psikologis yang dapat membantu individu membangun hubungan romantis yang lebih sehat.

Published
2026-09-08
How to Cite
Sengkey, M. M., Ferdinand, A. W., Carlos, A. V., & Kawilarang, P. D. A. (2026). PENGALAMAN INDIVIDU DENGAN ATTACHMENT ANXIETY DALAM HUBUNGAN PACARAN PADA DEWASA AWAL. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(9.D), 126-147. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14343

Most read articles by the same author(s)