Pola Asuh Anak Remaja Pada Keluarga Bercerai (Family Disorganization) di Kelurahan Binawidya Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru
Abstract
Keluarga merupakan unit sosial utama yang memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan perkembangan anak melalui pelaksanaan fungsi keluarga seperti kasih sayang, pendidikan, dan perlindungan. Namun, perceraian sebagai bentuk disorganisasi keluarga menyebabkan perubahan struktur dan peran dalam keluarga yang berpotensi mempengaruhi pola asuh terhadap anak, khususnya pada usia remaja yang berada dalam fase perkembangan yang rentan. Fenomena meningkatnya kasus perceraian di Kota Pekanbaru menjadikan pengasuhan anak dalam keluarga bercerai sebagai isu yang penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pola asuh anak remaja pada keluarga bercerai serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pengasuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap lima orang informan yang merupakan orang tua dalam keluarga bercerai di Kelurahan Binawidya, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan cenderung beragam, namun didominasi oleh pola asuh otoriter yang ditandai dengan kontrol yang tinggi, aturan yang ketat, serta komunikasi satu arah. Selain itu, terdapat pula pola asuh yang mulai mengarah pada pola demokratis (otoritatif) yang lebih komunikatif dan memberikan ruang bagi anak, serta pola asuh yang bersifat adaptif sesuai dengan kondisi dan situasi orang tua. Adapun kendala utama dalam pengasuhan meliputi faktor ekonomi, kondisi emosional orang tua, kurangnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, keterbatasan waktu dalam mendampingi anak, serta kesulitan dalam mengontrol perilaku anak remaja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengasuhan anak remaja dalam keluarga bercerai tetap berjalan, namun belum sepenuhnya optimal.

