Pengaruh Belanja Pendidikan, Belanja Kesehatan, Dan Kemiskinan Terhadap Ipm Kabupaten/Kota Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024
Abstract
Di tengah rata-rata IPM Provinsi Sumatera Utara yang telah berkategori tinggi pada 2024, disparitas antarkabupaten/kota mengindikasikan bahwa pembangunan manusia belum terdistribusi secara merata. Ketimpangan ini diduga berkaitan dengan perbedaan alokasi anggaran pendidikan, kesehatan, serta variasi tingkat kemiskinan antardaerah. IPM sendiri merupakan indikator multidimensi yang mencerminkan kualitas hidup dari aspek pendidikan, kesehatan, dan standar ekonomi.Untuk memverifikasi hal tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linear berganda terhadap data sekunder BPS dan Statistik Keuangan Pemerintah Daerah dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara tahun 2024.Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya belanja kesehatan yang terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM secara parsial. Belanja pendidikan dan kemiskinan, meski arah pengaruhnya sesuai teori, tidak signifikan secara statistik—baik parsial maupun simultan. Nilai Adjusted R² sebesar 0,148 mengindikasikan model hanya mampu menjelaskan 14,8% variasi IPM, sementara 85,2% sisanya ditentukan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam upaya peningkatan kualitas pembangunan manusia di Sumatera Utara.

