Sosialisasi Dan Internalisasi Karakter Sopan Santun Siswa Kelas VII Di SMPN 1 Kayen Kidul
Abstract
Degradasi perilaku sopan santun siswa sekolah menengah pertama menjadi masalah nyata dalam pendidikan karakter, ditandai dengan bahasa kurang santun kepada guru dan melemahnya kepatuhan terhadap aturan sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses sosialisasi dan internalisasi nilai sopan santun melalui budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun) pada siswa kelas VII di SMPN 1 Kayen Kidul, serta mengidentifikasi perubahan perilaku yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam kepada sembilan kategori informan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi berlangsung melalui banyak jalur, meliputi pembiasaan harian, kegiatan orientasi, pembelajaran PPKn, dan keteladanan tenaga pendidik maupun nonpendidik, sedangkan internalisasi dibangun melalui pembiasaan berulang, kombinasi stimulus dan sanksi, nilai keagamaan, serta pendampingan individual. Perubahan perilaku tampak pada kebiasaan menyapa, kerapian berpakaian, kesabaran dalam bergaul, dan kepekaan terhadap perilaku kurang sopan pada teman sebaya, meskipun kecepatan perubahan bervariasi antarsiswa. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi penguatan program pendidikan karakter yang kolaboratif dan berkelanjutan di sekolah menengah pertama.

