Analisis Penggunaan Ice Breaking Edukatif Dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa Kelas III di SDN 5 Tanjung
Abstract
Rendahnya konsentrasi belajar siswa kelas III di SD Negeri 5 Tanjung, ditandai dengan siswa yang mudah kehilangan fokus, cepat merasa bosan, sering melamun, berbicara dengan teman saat pembelajaran berlangsung, serta kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih cenderung monoton sehingga menyebabkan kejenuhan belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan mampu meningkatkan kembali fokus siswa, salah satunya melalui penerapan ice breaking edukatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan ice breaking edukatif dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa kelas III di SD Negeri 5. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: 1. Proses penerapan ice breaking edukatif dilakukan sebelum, saat, dan setelah pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan menyenangkan. 2. Faktor pendukung penerapan ice breaking yaitu antusiasme siswa dan dukungan guru, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu pembelajaran dan kondisi kelas yang kurang kondusif pada waktu tertentu. 3. Dampak penerapan ice breaking edukatif terlihat dari meningkatnya konsentrasi belajar siswa, ditandai dengan meningkatnya perhatian siswa terhadap penjelasan guru, meningkatnya keaktifan dalam pembelajaran, serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas dengan lebih baik.

