Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Pada Siswa Kelas III di SDN 3 Sokong
Abstract
Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar karena menjadi landasan dalam memahami berbagai mata pelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SDN 3 Sokong, masih terdapat siswa kelas III yang mengalami kesulitan membaca, seperti membaca terbata-bata, mengeja huruf demi huruf, kesulitan membedakan huruf yang bentuknya hampir sama, belum mampu menggabungkan suku kata menjadi kata, serta kurang memahami isi bacaan. Kondisi tersebut menuntut guru untuk menerapkan strategi pembelajaran yang tepat agar kesulitan membaca siswa dapat diatasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas III di SDN 3 Sokong serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa yang mengalami kesulitan membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi kesulitan membaca, yaitu memberikan bimbingan individual, menerapkan metode fonik dan ejaan, membiasakan kegiatan literasi sebelum pembelajaran dimulai, memanfaatkan media pembelajaran berupa kartu huruf, kartu kata, gambar, dan buku cerita bergambar, serta memberikan motivasi dan penguatan positif kepada siswa. Penerapan strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa. Strategi yang diterapkan oleh guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas III da juga faktor pendukung dalam meningkatkan keberhasilan strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa.

