Hubungan Penerapan Higiene Sanitasi Dengan Kepuasan Konsumen Pedagang Angkringan Di Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang
Abstract
Hygiene is a health effort by maintaining and protecting the cleanliness of the subject to protect the integrity of the food as a whole, while sanitation is a health effort by maintaining and protecting the environmental cleanliness of the subject. Angkringan is a place to sell food that is often encountered and is currently popular among the public. This study aims to determine the level of knowledge, attitudes and consumer satisfaction, the correlation of knowledge, attitude, application of hygiene and sanitation to satisfaction with consumers of angkringan traders in Kec. Telukjambe Timur Kab. Karawang. This research is quantitative using analytic observational method with cross sectional design. The number of samples is 30 angkringan using totality sampling technique and 100 consumers using accidental sampling technique. The results showed a high level of knowledge as much as 63.3%, a low level of attitude as much as 36.7%, application of poor sanitation hygiene as much as 70% and good or satisfied customer satisfaction as much as 78%. Meanwhile, there is no correlation between knowledge and the application of sanitation hygiene (p>0.05). There is a correlation between attitude and the application of sanitation hygiene (p<0.05). There is a correlation between the application of sanitation hygiene with consumer satisfaction (p <0.05). The conclusion of this study is that most of the angkringan traders have a good level of knowledge, a bad attitude level, poor sanitation practices and poor customer satisfaction. There is no correlation between knowledge and the application of sanitation hygiene. There is a correlation between attitude and the application of sanitation hygiene. There is a correlation between the application of hygiene and sanitation with consumer satisfaction.
References
Azis, R., et al. 2020. Analisis Kualitas Kebersihan Lingkungan Pada Warung Tradisional “Angkringan” (Studi Literatur Review). Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Depkes RI. 2004. Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman. Dirjen PPL dan PM : Jakarta.
Fajrin, A. A. T. 2017. Tindakan Sosial Pedagang Angkringan dalam Penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Surabaya. Universitas Airlangga.
Handayani, et al. 2017. Analisa Keputusan Konsumen Warung Angkringan ( Studi Kasus Pada Warga Kos di Kota Semarang). Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Akuntansi, 24(43), 9.
Handayani, et al. 2010. Kondisi Sanitasi dan Keracunan Makanan Tadisional, Agroteksos, Vol:20
Kahlasi, H. B., et al. 2019. Higiene Sanitasi Pedagang Dengan Perilaku Pedagang Makanan Jajanan Di Sekolah Dasar Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta. Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(3), 177.
Malhotra. 2006. Desain Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Ghalia Indonesia
Mukono, J. 2000. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya: Airlangga University Press
Menteri Kesehatan RI. 2003. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942/MENKES/SK/VII/2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan. Jakarta.
Meikawati, 2008. Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Petugas Penjamah Makanan Dengan Praktek Hygiene Dan Sanitasi Makanan di Unit Gizi RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang Tahun 2008.
Moehji dan Sjahmien. 2017. Dasar – dasar Ilmu Gizi 2. Jakarta : Pustaka Kemang.
Nurzamni, D, H, W., dan Marlina, A Maru., F. Y. 2018. Gambaran Pengetahuan Sikap dan Tindakan Penjamah Makanan Dalam Penerapan Hygiene Dan Sanitasi Makanan di Instalasi Gizi RS Jiwa Prof. HB. Saanin Padang.
Notoatmodjo, S. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Pertiwi, J., dan Nugrahaeni, A. 2020. Studi Case Report: Kejadian Luar Biasa Keracunan Makanan di Desa Parikesit Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala.
Rahmadhani, D., dan Sumarmi, S. 2017. Gambaran Penerapan Prinsip Higiene Sanitasi Makanan Di PT Aerofood Indonesia, Tangerang, Banten. Amerta Nutrition, 1(4), 291.
Rahayuningtys, D. 2016. Cafe dan Ritual Ngafe di Kalangan Anak Muda. Retrieved June, 02, 2016.
Rangkuti dan Freddy. 2003. Measuring Customer Satisfaction. Jakarta : Penerbit Gramedia Pustaka Utama.
Rauf dan Rusdin. 2013. Sanitasi Pangan dan HAACP. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Rejeki, S. 2015. Sanitasi Hygiene Dan K3. Bandung : Rekayasa Sains. 73- 90.
Santoso dan Imam. 2015. Imspeksi Sanitasi Tempat – Tempat Umum. Yogyakarta : Gosyen Publishing.
Saputra, A., H. 2011. Kepuasan Konsumen terhadap Higiene dan Sanitasi Warung Makan di Lingkungan Universitas Dian Nuswantoro Semarang Tahun 2011.
Suryani, D., & Jannah, A. A. 2021. Determinan Penerapan Higiene Sanitasi Makanan Pada Pedagang Angkringan Selama Masa Pandemi Covid-19. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 882–890.
Suryani, D., dan Dwi Astuti, F. 2019. Higiene dan Sanitasi pada Pedagang Angkringan di Kawasan Malioboro Yogyakarta. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 15(1), 70.
Widyati, et al. 2002. Hygiene dan Sanitasi Umum dan Perhotelan Grasindo. Jakarta.
WHO. 2020. Food Safety. [Online]. Available: https://www.who.int/newsroom/fact-sheets/detail/food-safety. Diakses pada tanggal 27 Mei 2022


