Analisis Potensi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Desa Maitara Tengah Kota Tidore Kepulauan

  • Novlandi Maradjabessy Universitas Nuku
  • Nuraini Adung Damsiki Universitas Nuku
  • Muhammad Ali Ahmad Universitas Nuku

Abstract

This study aims to calculate the thickness and density of mangrove ecosystems in the waters of Maitara Tengah City of Tidore Islands and calculate the suitability of mangrove ecosystems for ecotourism in the waters of Maitara Tengah Village while the use of research is as reference material for further research activities as well as a basis for consideration in management of mangrove ecotourism areas using the concept of conservation for related agencies. The results of data collection at the two observation stations using the "line transect" method obtained the composition of mangrove species after being identified based on the characteristics of the shape of the roots, leaves, flowers and stem bark, so there were 2 types, namely Rhizophora apiculata, and Bruguiera gymnorhiza. The highest relative density value of mangrove species from the two stations was Rhizophora apiculata and the lowest relative density value was Bruguiera gymnorrhiza. The area suitability value for mangrove ecotourism obtained shows that Maitara Tengah Village is feasible to be used as a mangrove ecotourism area

References

Alfira, R. 2014. Identifikasi Potensi dan Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Pada Kawasan Suaka Margasatwa Mampie Di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar [Skripsi]. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Makassar.

Bengen DG. 2002. Sinopsis Ekosistem Sumberdaya Alam Pesisir Dan Laut Serta Prinsip Pengelolaannya. Bogor (ID): Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor.

Bengen DG. 2004. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. PKSPL-IPB, Bogor

Data Profil Desa Maitara Tengah. 2021. Data Profil Desa dan Kelurahan. Depertemen Dalam Negeri. Dirjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Kota Tidore Kepulauan.

Kusmana, C. 2003. Teknik Rehabilitasi Mangrove.Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor

Nybakken, J.W., 1992. Biologi Laut. Suatu Pendekatan Ekologis. PT. Gramedia. Jakarta

Satria, D. 2009. Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekonomi Lokal Dalam Rangka Program Pengentasan Kemiskinan di Wilayah Kabupaten Malang. Journal of Indonesian Applied Economics 3(1):37-47.

Setiawan, H. 2013. Status Ekologi Hutan Mangrove Pada Berbagai Tingkat Ketebalan. Jurnal

Penelitian Kehutanan Wallacea 2(2): 104–120. DOI:

18330/jwallacea.2013.vol2iss2pp104-120

Triwibowo, W. 2015.Studi Etnografi Tentang Pengelolaan Ekowisata Mangrove Berbasis Masyarakat Di Kampung Nipah Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan Serdang bedagai [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara. Medan

Tuwo, A., 2011. Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut : Pendekatan Ekologi, Sosial-Ekonomi, Kelembagaan dan Sarana Wilayah. Brilian Internasional, Surabaya

Yulianda, F. 2007. Ekowisata Bahari sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumber daya Pesisir Berbasis Konservasi. Departemen MSP FPIK. IPB. Bogor.

Yulianda F, Fahrudin A, Hutabarat AA, Hartaeti S, Kusharjani, Kang HS. 2010. Pengelolaan Pesisir dan Laut secara Terpadu. Bogor (ID): Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan – Departemen Kehutanan RI. SECEM– Korea International Cooperation Agency.

Published
2023-01-25
How to Cite
Maradjabessy, N., Damsiki, N., & Ahmad, M. A. (2023). Analisis Potensi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Desa Maitara Tengah Kota Tidore Kepulauan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(1), 619-630. https://doi.org/10.5281/zenodo.7566927