PERKAWINAN SATU MARGA (PERKAWINAN ADAT BATAK ANGKOLA DI KECAMATAN SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN SUMATERA UTARA)
Abstract
Marriage of the same clan is a marriage carried out by the same clan and is considered a blood marriage from the father’s lineage (patrilineal). As time goes by, this marriage of the same clan has occurred in several places. Along with the development of the times strengthen the occurrence of social change. This social change can occur by the community itself and even people from outside. With increasing public insight, the people’s mindset towards the values of cultural traditions has decreased resulting in deviations from cultural values, one of which is the deviation by the Angkola Batak community regarding marriages of one clan. The aims of this study were 1) to find out the factors that influence Angkola Batak clan marriages in the Sipirok District, South Tapanuli Regency. 2) To find out the impact of one-margin marriage in Sipirok sub-district, South Tapanuli Regency, North Sumatra. 3) To find out the life of the Angkola Batak Indigenous people who carry out clan marriages. The method used in this research is a qualitative research method. This marriage of the same clan occurs because of love and death, hiding the clan, location or environmental factors and religious factors. The impact caused by the marriage of the same clan is to pay sanctions and report to the customary king, not being customary, damaging kinship or rituals, destroying traditional cultural values and breaking up relationships or divorce. As for the lives of perpetrators of marriages from the same clan, at the beginning they receive scorn, which over time will disappear and their lives will be normal and no discrimination will be accepted.
References
Anufia, B.,& Alhamid, T. (2019). Instrumen Pengumpulan Data. Sorong: INA-Rxiv
Aritonang. J. S. 1988. Sejarah Pendidikan Kristen di Tanah Batak. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Arryono dan Siregar, 1985 Aminuddi Kamus Antropologi. Jakarta . Akademik Pressindo.
Basyaral Hamidy Harahap Dan Nalom Siahaan. (1982). Nilai-Nilai Budaya Batak Toba, Mandailing Dan Angkalo. Bandung: Pustaka
Batubara, Samin. (2018). Pelarangan Perkawinan Satu Marga Dalam Adat Batak Mandailing di Desa Penyenggerahan, Sumatera Barat, 18(1).
Bushar Muhammad. (2004). Pokok Hukum Adat. Jakarta: Pradnya Paramita
Daulay, Ismail Rahmad. 2016. Kata Majemuk Bahasa Batak Angkola, 4(1)
Fahrizal. (2020). Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan. Strategi Pemasaran Pedagang Dalam Persaingan Bisnis Udang Di Kec. Suppa Kab. Pinrang (Perspektif Hukum Ekonomi Syariah).
Fauzan, R. (2020). Penulisan Sejarah Lokal Indonesia (Wacana Magis-Religio Hingga Pendekatan Multidimensional). Journal In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fkip, 3(1).
Faza, A. M Dan Dedisyah Putra Dan Raja Ritonga. (2021). Perkawinan Semarga Masyarakat Batak Angkola: Implementasi Hifẓ Al-‘Ird Dan Hifẓ Al-Nasl Pada Sanksi Adat. Journal Of Islamic Family Law, 11(2)
Feriera, R. (2018). Pergeseran Norma Larangan Perkawinan Satu Marga. Skripsi. Tidak diterbitkan. Fakultas Syariah Dan Hukum. Universitas Islam Negeri: Jakarta.
Habib Ismail dan Nur Alfi Khot amin, dkk., “Faktor dan Dampak Perkawinan Dalam Masa Iddah (Studi Kasus di Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah)", dalam Jurnal Mahkamah Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam II, juni 2018, h. 138.
Harahap. H. Basyral. 1987 Orientasi Nilai-Nilai Budaya Batak. Jakarta. Sanggar Willem Iskandar
Hope Antone. 2010. Pendidikan Kristiani Kontekstual. Jakarta: Gunung Mulia
James P. Spradley. (1997). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogyakarta.
J. C. Vergouwen. (1986). Masyarakat Dan Hukum Adat Batak Toba. Yogyakarta: Lkis.
Khairani, S. (2018). Perkawinan Sesama Satu Marga di Mandiling Natal Kec. Panyabungan Mandailing Natal. Skrpsi. Tidak diterbitkan. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Sumatera Utara: Medan
Koentjaraningrat. (2004). Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Djambatan
Laode Bauto. (2014). “Perspektif Agama Dan Kebudayaan Dalam Kehidupsn Masyarakat Indonesia: Suatu Tinjauan Sosiologi Agama “. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, Vol 23, No.2.
Lubis, Erliyanti. (2015). Perkawinan Satu Marga Dalam Adat Mandailing DI Desa Huta Pungkut Perspektif Hukum Islam. Skripsi. tidak Diterbitkan : Fakultas Syariah dan Hukum. Universitas Islam Negeri: Jakarta.
Manullang, M. (2019). Misi Dalam Masyarakat Majemuk.
Maryani, D., & Nainggolan, R. R. E. (2019). Pemberdayaan Masyarakat. Deepublish
Napitupulu. (2017). Universitas Sumatera Utara Poliklinik Universitas Sumatera Utara. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 1(3).
Pohan, M. (2018). Perkawinan Semarga Masyarakat Migran Batak Mandailing di Yogyakarta. Al-ahwal; Jurnal Hukum Keluarga Islam, 10(2), 134.
________. (2018). Perkawinan Semarga Masyarakat Batak Mandailing Migran di Yogyakarta. Jurnal Madaniyah, 8(2)
Purba, J. K., Halawa, S., & Ginting, S. D.2020. Transformasi Tradisi Lisan “Mangokkal Holi” Sebagai Naskah Drama. Kode: Jurnal Bahasa, 9(4).
Salim. H. M. (2017). Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Perwujudan Ikatan Adat-Adat Masyarakat Adat Nusantara. 10(2)
Schreiner, Lothar. 2003. Adat dan Injil: Perjumpaan Adat dan Iman Kristen di Tanah Batak. Jakarta: Gunung Mulia
Siahaan, E. K., Dkk. 1993. Makanan: Wujud Variasi dan Fungsinya Serta Cara Penyajiannya Daerah Sumatera Utara. Indonesia: Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Simatupang, S. 2017. Perkawinan Semarga dalam Masyarakat Batak Toba Di Kecamatan Sipahutar, Kab. Tapanuli Utara. Skripsi. Diterbitkan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Medan: Sumatera Utara.
Soerjono Soekanto. (2005). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Soerojo Wignjodipoero. (1994). Pengantar Dan Asa-Asa Hukum Adat, Toko Gunung Agung. Jakarta.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutan Baringin Lubis. (2010). Hobaran Adat Jamita. Medan: Cv. Media Persada.
Tanjung, A. H. (2017). Prespektif Hukum Islam Dalam Pernikahan Satu Marga Pada Suku Batak Angkola Sipirok di Kelurahan Bunga Bondar Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Skripsi. Tidak diterbitkan. Fakultas Syariah Dan Hukum. Universitas Islam Negeri Raden Fatah: Palembang.
Tanjung, F. F. (2018. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perkawinan Semarga Dalam Masyarakat Batak Mandailing. Studi Kasus Di Desa Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara. Skripsi. Tidak diterbitkan. Fakultas Ilmu Agama Islam. Universitas Islam Indonesia: Yogyakarta.
Tejokusumo, B. (2014). Dinamika Masyarakat Sebagai Sumber Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Geo Edukasi, 3(1)
Umi Narimawati. (2008). Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif: Teori Dan Aplikasi. Bandung: Agung Media.
Internet
https://p2k.stekom.ac.id.ensiklopedia/Sipirok,_Tapanuli_Selatan. (Diakses pada tanggal 28 April, pukul 18.52)
http://Batakpedia.Diakonia.Id/Marga-Dan-Hukum-Dalam-Marga-Masyarakat-Batak/(Diakses Pada Tanggal 22 Oktober 2017, Pukul 16.52)


