PERAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ANAK TUNARUNGU
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena seorang anak tunarungu 12 tahun yang mengalami hambatan dalam hal berkomunikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan dan mendalami peran keluarga dalam rangka membantu orangtua merancang kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi ATR. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif, pendekatan studi kasus dengan kasus tunggal. Responden adalah satu keluarga yang memiliki anak tunarungu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Anak belum memiliki kemampuan komunikasi verbal yang baik dalam hal berbicara. Pemahaman orang tua yang kurang tentang konsep ketunarunguan dan dampaknya. Dalam kesehariannya orang tua selalu berbicara dengan anaknya terkadang disertai dengan mimik dan gestur. Kemandirian anak sudah terbentuk. Orang tua melibatkan anak dalam kegiatan di rumah dan kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Lingkungan sosial dan lingkungan keluarga, serta ketiadaan ketunaan ganda menjadi faktor pendukung. Adapun faktor ekonomi yang lemah dan pengetahuan yang terbatas merupakan faktor penghambat yang mengakibatkan deteksi dini dan intervensi yang dilakukan terlambat.. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan anak belum memiliki kemampuan komunikasi verbal yang baik, peran keluarga dalam meningkatkan keterampilan komunikasi anaknya yang tunarungu belum maksimal. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan perlunya orang tua lebih sering mencari informasi tentang ATR dari berbagai sumber. Orang tua juga perlu terbiasa membahasakan semua bunyi bunyian dan aktifitas yang ada di sekitarnya.
References
Allam Iqbal Open University. Role of parents in education of children with hearing impairment. Diakses dari https://www.academia.edu/9428808/Role_of_Parents_ in _Education_of_Children_with_Hearing_Impairment
Apriliyanti, syifa. 2018. Teknik Komunikasi Orang Tua Terhadap Anak Penyandang Tunarungu. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Serang
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktis. Jakarta: Rineka Cipta
Azwar, S. ( 2002). Membangun komunikasi verbal. Jakarta: Jatayu,.
Bandi, M. (1997) Psikologi anak luar biasa/berkelainan. Surakarta: UNS,
changing world. London: Sage Publications.
Effendi, O. U. (1998). Ilmu filsafat dan komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti,
Galvin, KM, Bylund, CL & Brommel, BJ (2004), Family Communication: Cohesion and change (6th ed.), Pearson Education,
Hallahan, D. P. & Kauffman, J. M. , (1988), Exceptional children, Virginia: Prentice Hall
Herdiansyah, H. (2013). Wawancara, observasi dan focus groups. Jakarta: PT. Raja Gravindo Persada
Hernawati, Tati, Endang Rusyani, Setyo Wahju Wibowo, Nenden Ineu Herawati. 2023. Instrument to Assess the Perception of Sound and Rhythm for Children with Hearing Impairment. ICSAR. Indonesia
Howard & Orlensky. (1994). Special needs education. Jakarta: Unindo Press,
Juliana, meta. 2017. Pola Asuh Orang Tua pada Anak di Tanjungpinang. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjungpinang
Narwoko, D & Suyanto, B. (2004). Sosiologi teks pengantar dan terapan. Jakarta: Kencana Media Group,.
Poire, BAL. (2006). Family communication: Nurturing and control in a
Pratikto, R. (1987) Pendidikan komunikasi Verbal. Jakarta: Bumi Aksara.
Russen, P. (1982). Pendidikan kelurga dan masalah kewibawan. Bandung: Jemmars
Salim, M. (1984). Pendidikan anak Tunarungu. Jakarta: Depdikbud
Santrock, J.W. (2004). Life-span development (perkembangan masa hidup) Edisi ke 5, jilid II. Jakarta: Erlangga.
Sardjono. (2000). Orthopaedagogik anak tunarungu. Surakarta: UNS Press.
Simms, schumm, (2007), Language development and communication disorders. Philadelphia: Saunders Elsevier
Soejono. (1999). Komunikasi total. Jakarta: Bumi Aksara,.
Soemarna, Paula, Endang Rochyadi , Budi Susetyo , Anugerah Muchlisah.2022. Family-Based Early Intervention to Improve Motor Development of Child with Cerebral Palsy. ICSAR. Indonesia
Somat, P. & Hernawati, T., (1996). Ortopedagogik anak tunarungu. Jakarta: Depdikbud.
Sudjadi S. (1997). Pendidikan luar biasa umum. Jakarta: Depdikbud,
Sugiyono.2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Suwito, Umar. (1989). Bahasa dan komunikasi. Yogjakarta: Andi Offset,.
Tarmansyah (1996). Gangguan komunikasi. Jakarta: Depdikbud Dikti.
Telford, Ch. W & Swrey J.M.. (1995) Education for children with special needs. Bandung : Remaja Rosdakarya,.
Tohirin (2012), Metode penelitian kuallitatif. Jakarta: PT. Raja Gravindo Persada.
Tommy Suprapto. (2011). Pengantar ilmu komunikasi dan peran manajemen dalam komunikasi. Jakarta: PT Buku Seru.
Tubbs, S.L. dan Sylvia M. (2008). Human communication: Prinsip-rinsip dasar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Upton P.(2012) Psikologi perkembangan, Jakarta: Penerbit Airlangga.
West, R. & Lynn H. T. (2009). Pengantar teori komunikasi: analisis dan aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Yusuf, S.. (2000). Perkembangan anak dan remaja: Bandung. PT. Rineka Cipta,.


