Manajemen Sarana Prasarana Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Prestasi Belajar Peserta Didik di SMP Pasundan Sumurgede
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sarana dan prasarana sekolah yang secara langsung di pergunakan untuk menunjang proses Pendidikan, khususnya proses belajar mengajar di SMP Pasundan Sumurgede Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang. Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab serangkaian pertanyaan mengenai manajemen sarana prasarana sekolah dalam meningkatkan kualitas belajar peserta didik. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dimana di dalam penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu mengetahui secara rinci gambaran bukti-bukti penelitian. Proses pengumpulan data di dalam penelitian ini berasal dari berbagai sumber, mulai dari metode pembekalan, analisis kebutuhan, perencanaan program, observasi wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukan hasil bahwa manajemen sarana prasaran sekolah di SMP Pasundan Sumurgede yaitu pengelolaan sarana prasarana tersebut sudah maksimal digunakan oleh siswa. Karena keterbatasan tempat yang kurang cukup dengan rasio atau jumlah siswa yang ada di SMP Pasundan, maka dari itu Sarana prasarana yang ada di sekolah digunakan dengan sistem roling atau secara bergantian dengan teratur dan sudah terjadwalkan.
References
Imam Gunawan, Djum Djum Noor. (2017). Manajemen Pendidikan Suatu Pengantar Praktik, Bandung Alfabeta, hlm. 21.
Zakky. (2018). Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli dan Secara Umum, Juli.
Nanang Fatah. (2004). Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mahmud, Tedi Priatna. (2005). Pemikiran Pendidikan Islam, Bandung ; Shaifa, hlm. 34.
Fokusmedia. (2005). hlm. 28 Muhamad Mustari, Op.Cit, hlm. 121.
Ibrahim Bafadal. (2004). Manajemen Perlengkapan Sekolah: Teori dan Aplikasinya, Jakarta : PT Bumi Aksara, hlm. 2.
Matin dan Nurhatati Puad. (2016). Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan, Konsep dan Aplikasinya, Jakarta : Rajawali Pers, hlm. 7-17.
Futyartono. (1980). Teori dan Praktik Bimbingan dan Penyuluhan, Yohyakarta, hlm. 77.
Karim, A. A., Mujtaba, S., & Hartati, D. (2023). Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Cerita Rakyat Karawang Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Siswa Di SMP Al Muhajirin Tegalwaru. Jurnal Wahana Pendidikan, 10(1), 47-58.
Soepartinah Pakasi. (1986). Anak dan Pengembangannya, Jakarta : Gramedia, hlm. 52.
Suryabrata, Sumadi. (2006). Psikologi Pendidikan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, hlm. 43.
Oemar Hamalik. (1991). Pendidikan Guru Konsep dan Strategi dan Mengajar, Bandung : Cv Mandar Maju, hlm. 55.
Nana Sudjana. (1989). Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru, hlm. 39.
Ngalim Purwanto. (2002). Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosada Karya, hlm. 53.
Singgah D. Gunarsah. (1985). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Jakarta: Gunung Mulia, hlm. 131-134.
Karim, A. A., Firdaus, M. Y., Dewi, R. K., Yuliani, Y., & Hartati, D. (2021). Pemanfaatan Metode Impresif Terhadap Proses Pengembangan Karakter Siswa. SeBaSa, 4(2), 152-166.
Witherington, H.C. (1986). Teknik-Teknik Belajar dan Mengajar, Bandung: Jemrnars, hlm. 50-51.
Mardapi, D. (2004). Penyusunan Tes Hasil Belajar, Yogyakarta: Universitas Negri Yogyakarta Press, hlm. 81.
Abu Ahmadi dan Supriyono. (2004). Psikologi Belajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Hari Sucahyowati. (2014). Pengantar Manajemen, PT. Raja Grafindo, Jakarta hlm. 5.
Pratiwi, W. D., & Karim, A. A. (2022). Retorika Pembawa Acara X Factor Indonesia. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(2), 953-971.
Dimyati Mujino. (2016). Belajar Dan Pembelajaran, Rineka Cipta, Jakarta, hlm. 237.


