Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT), Siklus Menstruasi dan Infertilitas dengan Kejadian Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar

  • Ni Luh Yosi Andarini
  • Adib Ahmad Shammakh Universitas Islam Al-Azhar
  • Nadira Ahmad Yumna Universitas Islam Al-Azhar
  • Ida Ayu Made Mahayani Universitas Islam Al-Azhar

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau Hyperandrogenic Anovulation (HA) atau yang dikenal juga dengan istilah Stein Leventhal Syndrome yang menjadi salah satu kelainan organ reproduksi seringkali dialami golongan wanita usia reproduktif. PCOS merupakan kumpulan gejala dari pengaruh IMT, terganggunya siklus menstruasi dan infertilitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), Siklus Menstruasi dan Infertilitas dengan kejadian PCOS di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar. Penelitian kuantitatif analitik observasional menggunakan rancangan penelitian case control. Teknik pengambilan data menggunakan total sampling dengan rekam medis. Total sampel dalam penelitian ini adalah 60 sampel, dimana untuk case dan control masing- masingnya 30 dengan penyesuaian inklusi dan eksklusi. Perolehan data analisis dengan uji korelasi chi-square. Hasil: Hasil didapatkan responden dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang berisiko sebesar 33 responden (55%), responden dengan Siklus Menstruasi Tidak Normal adalah sebesar 38 responden (63,3%), dan responden dengan Infertilitas adalah sebesar 34 responden (56,7%). Responden Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian PCOS memiliki korelasi yang berpengaruh dengan p-value = 0,001. Siklus menstruasi dengan kejadian PCOS memiliki korelasi yang berpengaruh dengan p-value = 0,000. Infertilitas dengan kejadian PCOS memiliki korelasi yang berpengaruh dengan p-value = 0,000. Adanya korelasi yang berpengaruh antara Indeks Massa Tubuh (IMT), Siklus Menstruasi dan Infertilitas dengan kejadian PCOS di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar.

References

Anisya, V., Rodiani, & Graharti, R. (2019). Resiko Infertilitas yang dapat Dicegah melalui Penurunan Berat Badan Pada Wanita Obesitas Policystic Ovary Syndrome : Risk of Infertility that Can be Prevented Through Weight Loss in Obese Women. Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, 9, 267–275. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/medula/article/view/2380

Anjelina, Y. (2021). Faktor Resiko Kejadian Sindrom Ovarium Polikistik di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Jurnal Universitas Kristen Duta Wacana.

Bernadett, M., & Szeman, A. (2020). Prevalence of Eating Disorders Among Women With Polycystic Ovary Syndrome. PubMed, 31(2), 136–145.

Blanco, C. E. (2022). Early diagnosis in polycystic ovary syndrome. Journal Practitioner, 47(10), 18–24. https://doi.org/10.1097/01.NPR.0000873528.58247.9e

Carin, A.A. & Sund, R. ., & Bhrigu K Lahkar. (2019). Peranan Adiponektin Terhadap Polycystic Ovary Syndrome Serta Hubungannya Dengan Faktor Genetik, Endokrin, Dan Metabolik. Journal of Controlled Release, 11(2), 430–439.

Casadei, Fanisio, Sorge, Collamarini, Piccolo, & Piccione. (2020). The Diagnosis of PCOS in Young Infertile Women According to Different Diagnostic Criteria: The Role of Serum Anti-Müllerian Hormone. PubMed, 207–215.

Faghfoori, Z., Fazelian, S., Shadnoush, M., & Goodarzi, R. (2017). Nutritional Management in Women with Polycystic Ovary Syndrome: a Review Study. https://doi.org/10.1016/j.dsx.2017.03.030

Harris, Titus, Cramer, & Terry. (2019). Long and Irregular Menstrual Cycles, Polycystic Ovary Syndrome, and Ovarian Cancer Risk in a Population Based Case Control Study. PubMed Central, 2(140), 285–291.

Imam, S. (2018). Animo Program Bayi Tabung di Bali Meningkat. Nakita.Grid.Id. https://doi.org/https://nakita.grid.id/read/02944390/animo-program-bayi-tabung-di-bali?page=all

Li, Y., Chen, C., Ma, Y., & Xiao, J. (2019). Multi-system Reproductive Metabolic Disorder: Significance for The Pathogenesis and Therapy of Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Life Sci, 167–175. https://doi.org/10.1016/j.lfs.2019.04.046

Makful, N. A. (2018). Hubungan antara obesitas dengan peningkatan kadar glukosa darah pada guru-guru di yayasan pendidikan islam at-taqwa Rawangmangun Jakarta Timur. Afiat, 4(1), 523–534. https://uia.e-journal.id/afiat/article/view/697

Mareta, R., Amran, R., & Larasati, V. (2018). Hubungan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dengan Infertilitas di Praktik Swasta Dokter Obstetri Ginekologi Palembang. Majalah Kedokteran Sriwijaya, 50(2), 85–91. https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/mks/article/view/8552

Pakpahan, Cennikon, & Agustinus. (2020). Peranan Hormon Ghrelin dalam Fungsi Reproduksi. Cermin Dunia Kedokteran, 47(7), 373. https://doi.org/10.55175/cdk.v47i7.602

Pernanda Putri, O. (2020). Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2015 - 2019. Universitas Andalas, 2019–2021.

Rahayu, M. P. (2020). Profil Infertility-Related Stress Pada Perempuan Infertil Di Bali. November, 79–88.

Ramadhani, S., & Furqan, M. (2022). Jurnal Mantik Backward Chaining Method for Diagnosis Disorders of Women’s Menstrual Cycle. 6(3).

Ramadhani, S. R. I. (2020). Mendiagnosis gangguan siklus menstruasi wanita menggunakan metode backward chaining. Jurnal UIN Sumatera Utara. 9(1).

Rusly, D. K., Rahmayanti, Y., & Fazira, U. (2022). Hubungan Siklus Menstruasi Dengan Faktor Hirsutisme dan PCOS Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran. Jurnal Malahayati, 9(2), 752–759.

Saftarina, F., Nur, I., & Putri, W. (2016). Pengaruh Sindrom Polikistik Ovarium terhadap Peningkatan Faktor Risiko Infertilitas Effect of Polycystic Ovary Syndrome to Increase Infertility Risk Factors. 5(April), 43–48.

Sirait, B. I. (2018). Sindroma Ovarium Polikistik dan Infertilitas. Jurnal Ilmiah WIDYA, 5(3), 1–6. http://repository.uki.ac.id/id/eprint/1691%0Ahttp://inajog.com/index.php/journal/article/view/849

Stefanaki, C., Pervanidou, P., Boschiero, D., & Chrousos, G. (2018). Chronic Stress and Body Composition Disorders: Implications for Health and Disease. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/s42000-018-0023-7

Susilawati, D. (2019). Hubungan Obesitas dan Siklus Menstruasi Dengan Kejadian Infertilitas Pada Pasangan Usia Subur di Klinik dr. Hj. Putri Sri Lasmini SpOG (K) Periode Januari-Juli Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Mercusuar, 2(1), 8. https://doi.org/10.36984/jkm.v2i1.20

Toosy, S., Sodi, R., & Pappachan, J. (2019). Lean Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): an Evidence-Based Practical Approach. Journal of Diabetes and Metabolic Disorder, 2(17), 277–285.

Vionalita, G. (2018). Desain Penelitian. Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Esa Unggul. 11(2).

Yankes, D. (2021). Profile Rumah Sakit. Https://Sirs.Kemkes.Go.Id.

Zeng, X., Xie, Y. J., & Liu, Y. T. (2020). Polycystic Ovarian Syndrome: Correlation Between Hyperandrogenism, Insulin Resistance and Obesity. Clin Chim Acta, 214–221. https://doi.org/10.1016/j.cca.2019.11.003.

Published
2024-10-31
How to Cite
Luh Yosi Andarini, N., Shammakh, A., Yumna, N., & Mahayani, I. (2024). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT), Siklus Menstruasi dan Infertilitas dengan Kejadian Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(19), 689-699. https://doi.org/10.5281/zenodo.14434279