Tinjauan Yuridis Terhadap Urgensi Amandemen Kelima UUD NRI 1945

  • Sania Mari Baloch Universitas Tarumanagara
  • Sulastri Sulastri Universitas Tarumanagara
  • Rasji Rasji Universitas Tarumanagara

Abstract

Changing the constitution is a routine part of national governance. In Indonesian society, there are various views regarding the fifth amendment to the constitution. One perspective advocates for maintaining the fourth amendment, while another supports further amendment. A third group advocates for reverting to the original 1945 constitution. However, any amendments should be conducted meticulously, consistently, and comprehensively to enhance the Indonesian constitutional framework. The primary focus should be on returning sovereignty to the people by promoting participatory democracy and good governance.

References

A.K. Pringgodigdo, . (1956). Kedudukan Presiden Menurut Tiga UUD Dalam Teori dan Praktek, Jakarta, Pembangunan, hlm. 48.

Azhary, (1985). Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,Ghalia Indonesia, Jakarta, hlm. 20- 21

Bagir Manan, (1995). Pertumbuhan dan Perkembangan Konstitusi Suatu Negara, Bandung, Mandar Maju, hlm. 17

Dr. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum, (2012). Hukum Tata Negara Indonesia (Edisi Revisi), Jakarta, Raja Grafindo Persada, hlm. 5

Imam Syaukani dan A. Ahsin Thohari, (2007). Dasar-dasar Politik Hukum, Raja Grafindo Persada, Jakarta, hlm. 37

J.H.A. Logemann, (2013). Over de Theorie van een Stellig Staatsrecht, hlm. 81. Dikutip kembali Usep Ranawijaya, , op.cit., hlm. 13

Jimly Asshiddiqie, (2004). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia, Kerjasama Mahkamah Konstitusi dengan Pusat Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, hlm. 56

Jimly Asshiddiqie, (2011). Pengantar Hukum Tata Negara, Rajwali Pers, Jakarta, hlm. 283

Jmly Asshiddiqie, (1994). Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Hukum Indonesia, Mencari Keseimbangan Individualis me dan Kolektivis me Dalam Kebijakan Demokrasi Politik dan Ekonomi, Disertasi, Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta.

M. Solly Lubis, (1983). Pergeseran Garis Politik dan Perundang-undangan Mengenai Pemerintah Daerah, Alumni, Bandung, hlm. 8

Mariam Budiardjo, (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hlm. 8

Moh. Kusnardi dan Harmaily Ibrahim, (1983). Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia, Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Sinar Bakti, h. 153- 154

Muchtar Kusumatmadja dan B. Arief Sidharta, (2000). Pengantar Ilmu Hukum: Suatu Pengenalan Pertama Ruang Lingkup Berlakunya Ilmu Hukum, Alumni, Bandung, hlm. 5.

Otong Rosadi, (2012). Studi Politik Hukum, Thafa Media, Cetakan Pertama, Yogakarta, hlm. 33

Parlin M. Mangunsong, (1992). Konvensi Ketatanegaraan Sebagai Salam Satu Sarana Perubahan Undang-Undang Dasar, Bandung, Alumni, hlm. 1992.

Peter Mahmud Marzuki, (2014), Penelitian Hukum (edisi Revisi), Jakarta:Kencana, Hlm 133

Philipus M. Hadjon, (1987). Perlindungan Hukum Bagi Rakyat di Indonesia, Bina Ilmu, Surabaya, hlm. 72

Ramlan Surbakti, (1992). Memahami Ilmu Politik, Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, hlm. 10

Usep Ranawijaya, (1983). Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-dasarnya, Jakarta, Ghalia Indonesia, hlm. 11.

Published
2024-12-12
How to Cite
Baloch, S., Sulastri, S., & Rasji, R. (2024). Tinjauan Yuridis Terhadap Urgensi Amandemen Kelima UUD NRI 1945. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(23), 653-662. https://doi.org/10.5281/zenodo.14574681