Perimbangan Kekuatan Rusia Dalam Csto Terhadap Hegemoni Amerika Serikat Dalam Nato

  • Pinto Rahmat Ade Univeristas Singaperbangsa Karawang
  • Made Panji Teguh Santoso Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Prilla Marsingga Universitas Singaperbangsa Karawang

Abstract

Perseteruan yang terjadi antara Rusia dengan Amerika Serikat sudah berlangsung sangat lama, dalam penelitian ini peseteruan tersebut kembali diangkat dengan kacamata pandang melalui organisasi pertahanan CSTO dan NATO. Metodologi penelitian menggunakan teori neorealisme yang mengacu pada balance of power deffensive realis dan offensive realis. Serta teori turunannya yaitu Security Dilemma yang digunakan untuk menganalisa pola perilaku perimbangan kekuatan atas respons terhadap ancaman kekuatan NATO. Untuk membendung dominasi NATO yang mulai menguasai wilayah pecahan Soviet, Rusia membentuk CSTO dengan tujuan membendung kekuatan hegemoni NATO dengan bantuan negara-negara anggota CSTO. tidak hanya terbatas pada CSTO, Rusia juga menjalin kerjasama dengan China melalui Sanghai Security Cooperation Organization (SCO).Collective Security Treaty Organization (CSTO) dan North Atlantic Treaty Organization (NATO) adalah suatu sistem internasional yang mengatur keamanan dan pertahanan wilayah regionalnya. CSTO dapat disimpulkan sebagai bagian dari aspirasi hegemonik Rusia dan kepentingan geopolitiknya. Dengan menjalin kerjasama dengan SCO, Rusia berharap SCO bisa mendukung sebagai perhubungan kekuatan regional untuk melawan Barat.

Published
2025-11-01
How to Cite
Ade, P., Santoso, M., & Marsingga, P. (2025). Perimbangan Kekuatan Rusia Dalam Csto Terhadap Hegemoni Amerika Serikat Dalam Nato. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(11.B), 221-229. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/11915

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>