ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK BATUK EFEKTIF UNTUK MENURUNKAN SESAK NAPAS PADA LANSIA DENGAN MASALAH ASMA DI WISMA VII DI PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA DEWANTA CILACAP
Abstract
Lansia mengalami penurunan fungsi fisiologis yang berdampak pada kerentanan terhadap berbagai penyakit, termasuk asma yang dapat memicu sesak napas dan gangguan bersihan jalan napas. Penelitian studi kasus ini bertujuan menggambarkan proses asuhan keperawatan gerontik dengan fokus intervensi batuk efektif dalam upaya menurunkan sesak napas pada lansia dengan asma di Wisma VII Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanta Cilacap. Metode yang digunakan adalah pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen seperti MMSE, SPMSQ, GDS, Morse Fall Scale, Norton Scale, dan MNA digunakan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi fisik, psikologis, dan fungsional klien. Hasil menunjukkan adanya tiga diagnosis utama, yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, harga diri rendah, dan defisit pengetahuan. Intervensi teknik batuk efektif, pemberian minuman hangat, serta manajemen jalan napas terbukti membantu mengurangi sesak napas, ditandai dengan penurunan frekuensi napas dan berkurangnya mengi. Namun, beberapa masalah psikologis dan defisit pengetahuan belum sepenuhnya teratasi sehingga diperlukan pendekatan berkelanjutan. Kesimpulannya, intervensi batuk efektif berkontribusi dalam meningkatkan fungsi pernapasan lansia dengan asma dan menjadi bagian penting dalam asuhan keperawatan gerontik


