Peran Pendidik Dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak Usia Dini Di Paud Melati IX Desa Cengkong Kabupaten Karawang

  • Sasikirana Wuni Hassya Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Nia Hoerniasih Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Abdul Muis Universitas Singaperbangsa Karawang

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan aspek perkembangan fundamental pada anak usia dini yang berpengaruh terhadap kesiapan akademik, kemandirian, serta keterampilan hidup dasar di masa selanjutnya. Pada tahap pendidikan anak usia dini, stimulasi motorik halus tidak hanya berfungsi melatih koordinasi gerak jemari, tetapi juga membentuk konsentrasi, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah. Oleh karena itu, pendidik memiliki peran penting dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang mampu menstimulasi perkembangan motorik halus secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidik dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat proses pengembangannya di PAUD Melati IX Desa Cengkong Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitianterdiri dari pendidik dan kepala sekolah PAUD Melati IX. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa pendidik menjalankan lima peran utama, yaitu sebagai perencana, pelaksana, fasilitator dan mediator, motivator, serta evaluator. Pendidik merancang kegiatan melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), melaksanakan kegiatan berbasis bermain menggunakan media konkret seperti gunting, manik-manik, plastisin, dan kertas lipat, mendampingi anak sebagai mediator penggunaan media, memberikan penguatan positif untuk meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri anak, serta melakukan evaluasi berbasis proses melalui observasi dan pencatatan perkembangan anak secara berkelanjutan. Penelitian juga menemukan beberapa faktor pendukung, yaitu kreativitas pendidik, ketersediaan sarana pembelajaran, dukungan kepala sekolah, serta keterlibatan orang tua tertentu. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan individual anak, mood anak yang tidak stabil, kurangnya stimulasi dari rumah, serta adanya anak yang membutuhkan pendampingan khusus. Dengan demikian, pengembangan motorik halus di PAUD Melati IX telah berjalan efektif, namun tetap membutuhkan kolaborasi yang lebih intensif antara pendidik, sekolah, dan orang tua serta inovasi dalam penyediaan media dan kegiatan pembelajaran.

Published
2026-07-20
How to Cite
Hassya, S., Hoerniasih, N., & Muis, A. (2026). Peran Pendidik Dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak Usia Dini Di Paud Melati IX Desa Cengkong Kabupaten Karawang. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(7.A), 187-196. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14710