Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas I di SDN 1 Selengen

  • Widya Eka PGSD, STKIP Hamzar
  • M. Taufik PGSD, STKIP Hamzar
  • Musafir Musafir PGSD, STKIP Hamzar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas I SDN 1 Selengen yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Dari 28 siswa kelas I, terdapat 5 siswa yang belum mampu mengenal huruf dengan baik, belum mampu membaca suku kata, serta belum bisa membaca huruf konsonan. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya latihan dan bimbingan baik dari guru di sekolah maupun orang tua di rumah, sehingga mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dan mendeskripsikan cara guru mengatasi siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan di kelas I SDN 1 Selengen tahun ajaran 2025/2026, dan (2) mengidentifikasi faktor penyebab siswa mengalami kesulitan membaca permulaan di kelas I SDN 1 Selengen tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian adalah guru kelas I, siswa kelas I yang mengalami kesulitan membaca, dan kepala sekolah SDN 1 Selengen. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa, yaitu: (1) kesulitan mengenal huruf, (2) kesulitan merangkai susunan kata, (3) kesulitan mengidentifikasi kata, (4) mengabaikan tanda baca, (5) tidak lancar dalam membaca, dan (6) tidak memahami isi bacaan. Cara guru mengatasi kesulitan tersebut adalah dengan menggunakan metode suku kata dan metode SAS (Struktural Analitik Sintetik), memanfaatkan media gambar, kartu huruf, dan buku cerita bergambar, melakukan pendekatan yang mengutamakan kenyamanan emosional siswa, menjalin kerja sama dengan orang tua melalui program membaca 15 menit dan buku catatan komunikasi, serta melakukan evaluasi melalui tes membaca nyaring. Faktor penyebab siswa mengalami kesulitan membaca permulaan meliputi faktor kematangan motorik, faktor kognitif (pengenalan huruf), faktor lingkungan, faktor dukungan keluarga, dan faktor minat belajar siswa. Faktor yang paling dominan adalah kemampuan pengenalan huruf dan dukungan keluarga, karena keduanya menjadi dasar bagi perkembangan kemampuan membaca anak.

Published
2026-10-31
How to Cite
Eka, W., Taufik, M., & Musafir, M. (2026). Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas I di SDN 1 Selengen. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(11.D), 172-184. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/15069

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >>